Miskomunikasi dengan departemen atau tim keamanan TI diakui oleh lebih dari separuh manajer tingkat atas (62%) telah mengakibatkan setidaknya satu insiden keamanan siber di perusahaan mereka.
Dikutip dari siaran pers Kaspersky, 19/01/2023, dalam hal sikap pribadi, mayoritas eksekutif non-IT mengutip kurangnya rasa kerja sama antara tim yang berbeda (34%).
Situasi tersebut membuat mereka mempertanyakan keterampilan dan kemampuan sesama kolega ketika komunikasi dengan karyawan keamanan TI mereka tidak jelas (33%).
Survei analitik Forrester baru-baru ini mengatakan bahwa perusahaan menghabiskan rata-rata 37 hari dan US$2,4 juta untuk mendeteksi dan memulihkan insiden siber.
Untuk menentukan seberapa besar pengartian bersama antara eksekutif dan tim keamanan informasi memengaruhi ketahanan dunia maya perusahaan, Kaspersky melakukan survei global terhadap lebih dari 1.300 pemimpin bisnis. Riset dilakukan pada Oktober 2022. Wawancara dari perusahaan dengan lebih dari 50 karyawan dilakukan secara global dengan perwakilan di 25 negara.
Berdasarkan hasil penelitian, 98% responden non-TI mengalami miskomunikasi terkait keamanan TI. Sehubungan dengan konsekuensinya, gangguan komunikasi paling sering menyebabkan keterlambatan proyek kritikal (67%) hingga insiden keamanan siber (62%).
Hampir sepertiga responden (masing-masing 30% dan 27%) bahkan mengatakan bahwa mereka pernah mengalami masalah ini lebih dari satu kali.
Di antara efek negatif lainnya adalah anggaran yang terbuang percuma, kehilangan karyawan yang berharga, dan memburuknya hubungan antar tim – situasi ini terjadi pada 61% responden.
Selain memperburuk indikator bisnis, ketidakjelasan komunikasi dengan karyawan keamanan TI juga mempengaruhi kondisi emosional tim dan membuat para eksekutif mempertanyakan keterampilan dan kemampuan karyawan keamanan TI tersebut.
Selain itu, 28% eksekutif mengakui bahwa kesalahpahaman membuat mereka khawatir terhadap keselamatan bisnis dan 26% menganggap situasi ini membuat gugup dan mempengaruhi performa kerja mereka.
Baca: Belanja Keamanan Siber Global Diproyeksi Meningkat 13,2% di 2023














