Jakarta, Itech- Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21 pada 2016 di Solo, Jawa Tengah pada 10 Agustus Mendatang. Sebelum acara puncak, Hakteknas ke-21 didahului kegiatan car free day sekaligus pameran hasil inovasi kepada masyarakat Solo.
Hasil inovasi unggulan yang dipamerkan antara lain pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia dan LAPAN, alat komunikasi pertahanan Alkom Manpack Fiscor-100, senapan serbu Pindad SS3, padi unggulan IPB-3S, eleminate dengue project Yogyakarta, serta motor GESITS produksi Garansido dan kampus ITS.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kemenristek Dikti juga menggelar “Penganugerahan karya inovasi Nasional 2016”. Tujuan penyelenggaraan tersebut untuk mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia. Selain itu, untuk membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai “outreach” dari riset Iptek dalam penciptaan nilai tambah secara komersil, ekonomi dan sosial-budaya secara berkelanjutan. Termasuk memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi (individu, organisasi, lembaga) agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama antar inovasi.
“Riset dan inovasi tak akan bermanfaat jika tidak dihilirisasi, sehingga dibutuhkan sinergi antara berbagai pihak di atas. Lebih lanjut, Jumain menyebut fokus inovasi pada Hakteknas ke-21 adalah inovasi perlu dikembangkan melalui pemanfaatan iptek. Salah satunya adalah peranan teknologi informasi yang dibutuhkan dalam berbagai bidang. Pemanfaatan teknologi informasi misalnya, mempermudah transportasi, kesehatan, dan lain-lain, sehingga semua sistem ekonomi kita bisa berjalan dengan cepat dan efisien,” kata Dirjen Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, Jumain Appe disela Coffee Morning tentang Hakteknas ke-21 tahun 2016 di Jakarta, (15/7).
Lebih lanjut Jumain Appe mengungkapkan, peringatan Hakteknas ke-21 bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga merupakan upaya untuk membangkitkan gelora inovasi masyarakat Indonesia. Salah satu tujuan peringatan Hakteknas ke-21 adalah menyosialisasikan hasil iptek dan inovasi kepada masyarakat serta membangun kebersamaan di antara stakeholder di bidang iptek, mulai dari pemerintah, daerah, dan dunia industri.
Sementara itu, Penanggung Jawab Acara Puncak Hakteknas ke-21, Goenawan Wibisana mengatakan salah satu agenda acara adalah pameran riset, inovasi, dan teknologi dari berbagai bidang yang total terdiri dari 120 indoor booth dan 20 outdoor booth. Adapun pada acara puncak, selain pameran, turut digelar pula berbagai kegiatan seperti demo produk sains, workshop, lomba fotografi teknologi, lomba musik digital, lain-lain.
Disisi lain, terkait penghargaan kali ini terbagi dalam delapan kategori, yakni Budhipura untuk prestasi Pemerintah Provinsi dalam penguatan sistem inovasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. Budipraja, untuk prestasi Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan inovasi daerah. Pandega Widayatama, untuk prestasi Kementerian dan Lembaga dalam pemanfaatan hasil riset dan pengembangan nasional.
Prayoga Sala, untuk prestasi unit kerja pranata penelitian, pengembangan dan perekyasaan Iptek dan Litbang. Widyapadhi, untuk prestasi Perguruan Tinggi yang telah melaksanakan upaya produksi penelitian dan pengembangan nasional menjadi produk inovasi, fasilitas pusat inovasi, lembaga TOT, lembaga inkubasi dan kerjasama dengan industri.
Ketagori Abyudaya, untuk prestasi sektor industri yang telah berperan aktif dalam pemanfaatan dan upaya produksi hasil riset Iptek. Adibrata, untuk prestasi masyarakat ilmiah, peneliti dan perekayasa dala pelaksanaan inovasi hingga menghasilkan nilai tambah secara komersil, ekonomi maupun sosial budaya. Kemudian, Labdha Kretya, untuk pretasi masyarakat akar rumput yang inovatif dan kreatif mendorong terbentuknya budaya inovasi yang berdaya saing. (red/ju)














