Teknologi menjadi faktor terbesar kesuksesan hybrid work. Hybrid work tidak selalu memiliki arti bekerja dari jarak jauh tapi intinya menciptakan kultur yang baik untuk menghubungkan banyak orang, meningkatkan produktivitas, dan membangun keterlibatan.
“Teknologi menjadi faktor terbesar dalam melakukan semua itu,” tegas Guayente Sanmartin, Global Head of Commercial Systems and Displays Solutions, HP Inc., dalam siaran pers, 27/04/2023.
Hasil studi Future of Work HP menunjukkan hanya 22 persen pekerja yang menyatakan bahwa diri mereka dapat ‘berkembang secara optimal’ dengan sistem hybrid work. Hal ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang masih mencari cara untuk menerapkan sistem hybrid work.
“Mayoritas perusahaan ingin segera melalui masa ‘forced return’ ke era perkantoran di tengah hybrid work,” kata Alex Cho, President of Personal Systems, HP Inc,. “Tantangannya adalah mereka tidak yakin bagaimana cara untuk melakukannya,” imbuhnya.
Hasil studi HP juga menunjukkan bahwa 80 persen pekerja ingin kembali ke kantor secara paruh waktu. Namun, banyak perusahaan kesulitan untuk membuat mereka kembali ke kantor. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hambatan terbesar untuk kembali ke kantor adalah pengalaman teknologi yang kurang optimal.
Faktanya, 89 persen pekerja mengaku teknologi merupakan faktor terpenting yang mendorong mereka untuk kembali ke kantor. Demikian pula, 90 persen dari mereka yang memilih hybrid work meyakini teknologi atau perangkat yang tepat mampu menciptakan pengalaman kerja yang lebih baik.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat karyawan kembali bekerja, diperlukan teknologi yang tepat untuk mengatur kerja secara optimal, dan pada akhirnya dapat mendukung pencapaian sukses perusahaan dan karyawan mereka.
Baca: Bagaimana Cara Pekerjaan Lancar dan Liburan Nyaman Saat Mudik Lebaran? Hybrid Works Solusinya














