Jakarta, ItWorks- Kebiasan ngemil acapkali diidentikkan dengan “citra buruk”, apalagi dikaitkan dengan masalah kesehatan. Padahal anggapan ini tak sepenuhnya benar , selama pola ngemil itu dilakukan untuk memastikan terpenuhinya nutrisi yang dibutuhkan tubuh, ngemil tetap disarankan.
Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1444 H baru saya berlalu yang dirayakan oleh umat muslim dengan suka cita. Setelah sebelumnya sebulan penuh menjalani puasa, menahan makan dan minum di siang hari, kini masyarakat mulai kembali menjalani rutinitas seperti semula, termasuk pola makan dan minumnya yang bisa dilakukan kapan saja.
Selepas puasa Ramadan, kini masyarakat lebih bebas untuk makan atau minum yang menjadi kesukaan . Termasuk mungkin kebiasaan ‘ngemil’ di waktu-waktu tertentu untuk mengusir rasa lapar atau haus. Apalagi pada moment Lebaran Idul fitri, di mana biasanya masih tersedia aneka camilan dan kue yang tersaji di atas meja.
Terkadang, meskipun sudah selesai makan, namun rasa lapar tetap datang menghampiri. Sehingga, munculah keinginan untuk ‘ngemil’. Aktivitas ngemil, mungkin dapat menghalau rasa lapar yang dirasakan, namun kegiatan ini ternyata bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan pencernakan tubuh. Apalagi jika ngemil dilakukan pada waktu yang tidak tepat, sepert malam hari dengan mengonsumsi makanan yang tergolong tidak sehat, tinggi kalori, atau tidak bergizi.
Melansir dari sebuah studi yang dilakukan oleh Perelman School of Medicine dari University of Pennsylvania menunjukkan, ngemil di malam hari tidak hanya menambah berat badan, tetapi juga meningkatkan kadar glukosa di dalam darah. Ngemil malam sebelum tidur dapat menumpuk lemak di tubuh, khususnya bagian perut.
Lemak yang ada perut ini yang berbahaya karena berhubungan dengan resistensi insulin yang dapat mengganggu metabolisme gula. Tentunya hal ini bisa memicu munculnya penyakit diabetes mellitus atau peyakit gula darah . Terlebih jika tidak diimbangi dengan banyak gerak atau berolah raga.
Motivasi yang paling umum untuk ngemil adalah lapar, budaya makan (kebiasaan jajan atau mencoba jajanan baru), gangguan makan, kebosanan dan kesenangan. Ngemil kadang juga sebagai upaya mengusir rasa jenuh, seperti saat diberlakukan social distancing (pembatasan jarak sosial) ketika pandemi covid-19 merebak beberapa waktu lalu yang membuat banyak orang bergaya hidup malas gerak atau sedentary lifestyle. Beberapa contoh sedentary lifestyle di antaranya banyak duduk di depan komputer atau laptop dalam kurun waktu lama, bermain game, ponsel dan perangkat gadget lain, yang hal ini meningkat saat terjadi pandemi covid-19.
Kenapa ngemil pandemi covid-19 cenderung meningkat ? dr. Dion Haryadi, PN1, CHC menjelaskan, berdasarkan penelitian modern telah menemukan bahwa usus manusia dapat berkomunikasi 2 arah dengan otak, hal inilah yang sering membuat usus disebut sebagai otak kedua manusia yang bisa mengerakkan kemauan, seperti makan atau ngemil yang berpengaruh pada kesehatan.
Pertama karena selama menjalani gaya hidup sedentari, frekuensi untuk jajan atau ngemil untuk sekedar kenyang, meningkat. Kedua, selama pandemi terjadi peningkatan kecemasan dan gejala depresi, yang berdampak pada kesehatan pencernaan.
Meski kondisi pandemi19 sudah lebih membaik, namun gaya hidup sedentari yang meningkat saat pandemi beberapa waktu lalu, hingga kini masih berlanjut menjadi kebiasaan baru yang berdampak pada kesehatan pencernaan. Dalam hal ini,Dr. Dion menyarankan, bagi yang memiliki kebutuhan untuk ngemil, sebaiknya perhatikan frekuensinya, agar teratur dan terencana.
Dr. Dion melanjutkan camilan yang baik dan sehat contohnya adalah yang terdiri dari serat seperti buah dan sayur, lemak baik seperti alpukat serta protein seperti yogurt dan telur rebus. “Yogurt adalah salah satu makanan ringan yang baik untuk kesehatan. Karena yogurt adalah sumber protein, serat dan kalsium yang penting untuk otot dan tulang yang kuat,” ujarnya dilansir dalam rilis pers, di Jakarta, beberapa lalu.
Cimory Yogurt Squeeze
Menyikapi tuntutan gaya hidup sedentary ini, PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory Group), produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis protein di Indonesia, menghadirkan solusi melalui produk yogurt -Cimory Yogurt Squeeze 120 gr. Menjadi yang pertama di Indonesia, Cimory berikan inovasi berupa cara baru menikmati yogurt dalam kemasan yang lebih mudah untuk digenggam, rasa yang enak, dan bernutrisi.
Sebagai produsen susu dan yogurt, kali ini Cimory meluncurkan produk baru yaitu Cimory Yogurt Squeeze dalam kemasan pouch dengan 6 varian rasa yaitu Original, Strawberry, Blueberry, Peach, Honey, dan Aloevera.Cimory Yogurt Squeeze mengandung nutrisi, seperti protein, kalsium, serat serta bakteri baik yang aman dikonsumsi untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Cimory Yogurt Squeeze merupakan produk inovasi terbaru dari cimory yang menggunakan kemasan dalam bentuk Pouch. Dengan kemasan yang lebih convenient Cimory Yogurt Squeeze cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan karena lebih praktis. “Cimory Yogurt Squeeze 120 gr yang mengandung 120 Kcal, hadir sebagai solusi praktis dan baik untuk pencernaan, bagi mereka yang doyan dan butuh ngemil,” ujar Lidwina Tandy, Head of Marketing Dairy Cimory.
Melalui kampanye “Ngemil No Worry Cuma Cimory”, Cimory Yogurt Squeeze kini hadir dalam kemasan yang lebih kecil 40 gr, sehingga bisa jadi camilan yang pas untuk kapanpun. Berdasarkan riset terbaru konsumen Cimory, Cimory Yogurt Squeeze yang memiliki tekstur creamy smooth, menjadi pilihan nomor 1 konsumen untuk kategori yogurt.
Agar memberikan dampak optimal bagi kesehatan, waktu terbaik untuk konsumsi yoghurt ,yakni ketika sarapan di pagi hari. Tepatnya saat perut masih dalam keadaan kosong. Mengapa demikian? Sebab, pada saat itulah probiotik atau bakteri baik dalam yoghurt mencapai usus besar dalam kondisi hidup.
Produk ini memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat menikmati kesegaran dan manfaat dari yogurt dengan cepat dan praktis tanpa harus menggunakan sendok ataupun mangkok. Produk ini telah tersedia di berbagai minimarket, supermarket dan hipermarket di seluruh Indonesia.
Cimory selalu berupaya menghadirkan produk yang lebih baik, konsisten menjawab kebutuhan dan harapan konsumen dengan hanya memproduksi produk berkualitas. Di antaranya dengan bahan baku berkualitas dan juga dengan standard keamanan tertinggi yang dijual melalui berbagai channel termasuk modern and traditional retailers, food service dan tim direct selling.
Cimory Grup berbasis di Jakarta dengan fasilitas manufaktur di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengedepankan riset, inovasi dan ilmu pengetahuan untuk bisa menciptakan perubahan di masa depan. Sejak tahun 2013 Cimory memiliki program Miss Cimory yang memberikan kesempatan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk bisa mandiri, produktif dan membantu keuangan keluarga. Melalui program ini, Cimory dan para ibu rumah tangga, berkembang bersama dengan menyebarkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi keluarga melalui produk-produk Cimory. Ibu-Ibu Miss Cimory sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 4. 000 ibu di seluruh Indonesia dan produk Cimory Squeeze 40 gr juga bisa didapatkan melalui Miss Cimory ini. (AC)















