PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mulai menerapkan pengelolaan daur ulang peralatan operasional perbankan sebagai bentuk komitmen terhadap penerapan Enviromental, Social and Governance (ESG).
Peralatan oerasional perbankan yang didaur ulang mencakup mesin Electronic Data Capture (EDC Machine), kartu ATM, sampah non-organik, kertas arsip, katrid ATM (cartridges), serta seragam karyawan.
Skema yang diterapkan BCA dalam pengolahan limbah peralatan bank yakni dengan bekerja sama dengan para vendor. Bagian-bagian dari mesin serta peralatan bank didaur ulang menjadi komponen-komponen yang dapat digunakan lagi.
“Tahun lalu kami menghemat hanya dari operasional hampir 2.000 ton Co2-equivalent . Ini bukti komitmen kita terhadap dunia perbankan yang lebih environmental friendly,” kata Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim di Jakarta, Senin, 22/05/2023.
Ia pun mencontohkan proses daur ulang katrid ATM dengan menggunakan jasa vendor, “Mesin itu harus dikumpulkan, kami cari vendor, kerja sama dengan vendor, kami membiayai. Dalam mesin ATM, ada catridge untuk simpan uang, catridge bisa rusak, dulu dibuang, sekarang kita cari vendor, catridge kita preteli, bisa diolah jadi bijih plastik, jadi akhirnya zero waste,” jelasnya.
Untuk mendukung UN Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13, lanjut Vera, BCA berkomitmen untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Di antaranya dengan pengelolaan limbah non-organik seperti kertas, plastik dan karton.
Sepanjang 2022, BCA telah mengelola limbah non-organik sebanyak 48,3 ton, diestimasikan setara dengan melestarikan 742 pohon dan mengurangi penggunaan 237 meter kubik lahan TPA, menghemat 200 megawatt energi serta mengurangi 87 ton CO1-eq polusi di atmosfer. Kemudian, 100% limbah katrid didaur ulang menjadi potongan plastik serta material lain yang dapat digunakan kembali.
Dari pengolahan limbah tersebut, BCA mencatat telah mengurangi 349 ton CO2-eq. Adapun dari pemanfaatan 99,5 persen transaksi digital, BCA telah mengurangi 1.458 ton CO2-eq. Penggunaan listrik secara efisien juga telah mengurangi 149 ton CO2-eq, serta penanaman lebih dari 24 ribu pohon di seluruh Indonesia.
Baca juga: Mitratel Masuk Indeks DX ESG Leaders BEI














