Digitalisasi pada kios resmi Pupuk Indonesia melalui aplikasi I-Pubers (integrasi pupuk bersubsidi) mempermudah petani menebus pupuk bersubsidi
Aplikasi itu juga dapat memberikan data bagi pemerintah untuk melakukan analisa kebijakan pada masa mendatang.
“Semua data-data dari pupuk subsidi direkam dan dipakai pemerintah untuk memperbaiki kebijakan,” ujar Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) Panji Winanteya Ruky di Gianyar, Bali, Senin, 03/07/2023.
Manfaat digitalisasi berikutnya mempermudah pemilik kios untuk proses penjualannya dan mempermudah dinas provinsi dan dinas kabupaten setempat untuk melakukan pengawasan dan validasi terhadap data.
I-Pubers juga meringankan administrasi, transparansi pendistribusian serta meningkatkan akuntabilitas dari seluruh tingkat pemangku kepentingan yang terlibat dalam seluruh pemrosesan subsidi pupuk.
Hal senada dikatakan Ketua Tim Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Gusti Ayu Putu Mariani.
“Digitalisasi pendistribusian pupuk bersubsidi mempermudah petani dalam menebus pupuk. Terutama karena semua data yang dimasukkan ke digital itu tercantum di sana dan semua itu adalah kenyataan,” ungkapnya.
Dengan digitalisasi, petani tak perlu lagi membawa dokumen fisik (salinan dokumen) dan hanya perlu membawa kartu tanda penduduk (KTP) saja ke kios resmi usai terdata sebagai anggota kelompok tani.
Saat ini, sistem digitalisasi I-Pubers yang diluncurkan pada 27 Juni 2023 lalu telah diterapkan di Bali, Aceh, Bangka Belitung, Riau, dan Kalimantan Selatan.
Ke depan, Panji menjelaskan bahwa Pupuk Indonesia akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan aplikasi I-Pubers.
“Sehingga dapat terintegrasi dan diakses di provinsi lain yang lebih besar atau secara nasional,” pungkasnya.
Baca juga: Aplikasi REKAN Pupuk Indonesia Mendukung Digitalisasi Pertanian














