Hasil riset AFPI-EY Parthenon memperlihatkan permintaan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih terpusat di Jawa dan Bali yakni 62 persen dari total pembiayaan UMKM di Indonesia pada 2022
“Persentase tersebut mengidentifikasi bahwa penyebaran permintaan pembiayaan di wilayah Indonesia tidak seragam karena mempunyai komposisi klaster yang berbeda-beda,” kata Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Andi Taufan Garuda Putra di Jakarta, Jumat, 14/07/2023.
Hasil riset tersebut juga meramalkan bahwa pada 2022, total supply pembiayaan UMKM Rp1.400 triliun dan pada 2026 akan menjadi Rp1.900 triliun..
Partner EY Parthenon Indonesia, Strategy and Transactions, Anugrah Pratama berharap, melalui riset itu seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah akan memiliki definisi terpadu untuk dapat menyelaraskan dan menyusun strategi yang lebih kuat untuk segmentasi UMKM.
Baca juga: Alasan Fintech Lending Cocok Jadi Pembiayaan UMKM














