ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset Ungkap Insiden Siber Karena Faktor Manusia di Asia Pasifik

Fauzi
25 November 2023 | 12:00
rubrik: Research
Studi: Ancaman Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut hasil penelitian terbaru Kaspersky, pelanggaran yang dilakukan karyawan terhadap kebijakan keamanan informasi dalam organisasi sama berbahayanya dengan serangan peretas eksternal. Dalam dua tahun terakhir, 33% insiden siber di dunia bisnis di Asia Pasifik (APAC) terjadi karena karyawan dengan sengaja melanggar protokol keamanan. Angka ini hampir sama dengan kerugian yang diakibatkan oleh pelanggaran keamanan siber, dimana 40% di antaranya terjadi karena peretasan.

Angka-angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang masing-masing sebesar 26% dan 30%. Terdapat persepsi yang kuat bahwa kesalahan manusia adalah salah satu penyebab utama insiden dunia maya dalam bisnis. Tapi segalanya tidak hitam dan putih. Kondisi keamanan siber suatu organisasi lebih rumit dari itu dan lebih banyak faktor yang mempengaruhinya.

Mengingat hal ini, Kaspersky melakukan penelitian untuk mengetahui pendapat para profesional Keamanan TI yang bekerja untuk UMKM dan perusahaan di seluruh dunia mengenai dampak dari “manusia” terhadap keamanan siber di sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai kelompok orang yang mempengaruhi keamanan siber, dengan mempertimbangkan staf internal dan aktor eksternal. Sebanyak 234 responden dari Asia Pasifik disurvei.

Studi Kaspersky mengungkapkan bahwa, selain kesalahan asli/nyata, pelanggaran kebijakan keamanan informasi yang dilakukan oleh karyawan di wilayah tersebut merupakan salah satu masalah terbesar bagi perusahaan.
Responden dari organisasi-organisasi di Asia Pasifik menyatakan bahwa kesengajaan untuk melanggar aturan keamanan siber dilakukan oleh karyawan non-IT dan TI dalam dua tahun terakhir. Mereka mengatakan pelanggaran kebijakan seperti ini yang dilakukan oleh pejabat senior keamanan TI menyebabkan 16% insiden dunia maya dalam dua tahun terakhir, 4% lebih tinggi dari rata-rata global.

BACA JUGA:  IDC Prediksi Pasar Komputer PC Terus Lemah Tahun ini

Selain itu, profesional TI lainnya dan kolega non-TI perusahaan masing-masing menyebabkan 15% dan 12% insiden dunia maya ketika mereka melanggar protokol keamanan.

Terkait perilaku individu karyawan, masalah yang paling umum adalah karyawan dengan sengaja melakukan apa yang dilarang dan, sebaliknya, mereka gagal melakukan apa yang diwajibkan. Oleh karena itu, responden menyatakan bahwa seperempat (35%) insiden dunia maya dalam dua tahun terakhir terjadi karena penggunaan kata sandi yang lemah atau kegagalan untuk mengubahnya pada waktu yang tepat. Angka ini 10% lebih tinggi dibandingkan hasil global sebesar 25%.

Survei ini dilakukan di 19 negara: Brasil, Chili, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Spanyol, Turki, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat.

Penyebab lain dari hampir sepertiga (32%) pelanggaran keamanan siber adalah akibat staf di Asia Pasifik mengunjungi situs web yang tidak aman. Sebanyak 25% lainnya melaporkan bahwa mereka menghadapi insiden dunia maya karena karyawan tidak memperbarui perangkat lunak atau aplikasi sistem saat diperlukan.

“Sangat mengkhawatirkan melihat bahwa meskipun terjadi beberapa pelanggaran data dan serangan ransomware yang menjadi berita utama di wilayah Aasia Pasifik tahun ini, masih banyak karyawan yang dengan sengaja melanggar kebijakan dasar keamanan informasi. Dengan studi terbaru yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna di Asia Pasifik selalu lebih tinggi dibandingkan rata-rata global, maka pendekatan multi-departemen untuk membangun budaya keamanan siber perusahaan yang kuat sangat diperlukan untuk mengatasi kesenjangan faktor manusia yang jelas telah dieksploitasi oleh para penjahat siber,” komentar Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik di Kaspersky.

Penggunaan layanan atau perangkat yang tidak diminta merupakan kontributor utama lainnya terhadap pelanggaran kebijakan keamanan informasi yang disengaja. Hampir seperempat (31%) perusahaan mengalami insiden dunia maya karena karyawan mereka menggunakan sistem tidak sah untuk berbagi data. Karyawan di 25% perusahaan dengan sengaja mengakses data melalui perangkat yang tidak sah, sementara 26% staf di bisnis lain mengirimkan data ke alamat email pribadi. Tindakan lain yang dilaporkan adalah penerapan TI bayangan pada perangkat kerja – 15% responden menyatakan bahwa hal ini menyebabkan terjadinya insiden siber.

BACA JUGA:  Apa Risiko Jika Kata Sandi Kita Jatuh ke Penjahat Dunia Maya?

Hal mengkhawatirkan lainnya, responden dari Asia Pasifik mengakui bahwa, selain perilaku tidak bertanggung jawab yang telah disebutkan, 26% tindakan berbahaya dilakukan oleh karyawan demi keuntungan pribadi. Temuan menarik lainnya adalah pelanggaran kebijakan keamanan informasi yang disengaja oleh karyawan merupakan masalah yang relatif besar di industri jasa keuangan, seperti yang dilaporkan oleh 18% responden di sektor ini.

“Selain ancaman keamanan siber eksternal, ada banyak faktor internal yang dapat menyebabkan insiden di organisasi mana pun. Statistik menunjukkan bahwa karyawan dari departemen mana pun, baik spesialis non-TI maupun profesional Keamanan TI, dapat memberikan pengaruh negatif terhadap keamanan siber, baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan metode pencegahan pelanggaran kebijakan keamanan informasi dalam memastikan keamanan, misalnya menerapkan pendekatan terpadu terhadap keamanan siber,” komentar Alexei Vovk, Kepala Keamanan Informasi di Kaspersky.

“Menurut penelitian kami, selain 26% insiden dunia maya disebabkan oleh pelanggaran kebijakan keamanan informasi, 38% pelanggaran terjadi karena kesalahan manusia. Karena persentase yang mengkhawatirkan, budaya keamanan siber di suatu organisasi perlu diciptakan sejak awal dengan mengembangkan dan menegakkan kebijakan keamanan, serta meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan karyawan. Dengan demikian, staf akan menerapkan peraturan secara lebih bertanggung jawab dan memahami dengan jelas kemungkinan konsekuensi dari pelanggaran yang mereka lakukan,” sambung Alexei Vovk.

Tags: Kaspersky
Previous Post

Action Cam Insta360 Ace dan Ace Pro Resmi Melenggang di Indonesia

Next Post

Pemkab Kutim Raih 5 Penghargaan Bidang Pendidikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Biznet Kampanyekan Digital #PakeBiznet & Biznet Bali Beach Cleaning

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salesforce Sharing Inovasi di Ajang Agentforce World Tour Jakarta 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Segera Rilis di Indonesia, realme C100 Usung ‘Blooming Design’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Google Indonesia, Telkom Genjot Transformasi Pendidikan Berbasis AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto