ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ekspektasi vs Realita: AI di Indonesia Ternyata Masih ‘Bego’, Tuntutan Generasi Muda Bikin Perusahaan Kalang Kabut

Teguh Imam Suyudi
17 November 2025 | 17:00
rubrik: Research
zoom-rilis-ai-companion-3-0-agentic-ai

Zoom AI Companion 3.0 (Gambar: Dok. Zoom)

Share on FacebookShare on Twitter

Generasi muda Indonesia yang tumbuh sebagai AI natives ternyata memiliki ekspektasi unik terhadap kecerdasan buatan. Mereka mendambakan interaksi yang super cepat, namun tidak kehilangan sentuhan manusiawinya. Hal ini terungkap dalam riset terbaru dari Zoom bertajuk “AI Natives and Customer Experience in Asia Pacific”.

Riset yang dilakukan oleh Kantar untuk Zoom ini melibatkan 2.551 responden di delapan negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Studi ini memotret perbedaan pandangan antara AI natives (usia 18-24 tahun) dan non-AI natives terhadap peran AI di tempat kerja dan pengalaman pelanggan.

Kecepatan dan Efisiensi adalah Harga Mati

Temuan utama riset menunjukkan bahwa 78% AI natives di Indonesia menginginkan layanan AI yang lebih cepat dan efisien. Angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Mereka ingin waktu tunggu dipersingkat dan respons didapatkan secara instan.

Namun, di balik tuntutan kecepatan tersebut, tersimpan keinginan untuk interaksi yang manusiawi. Sebanyak 70% dari mereka tetap ingin dapat mengeskalasi keluhan mereka kepada agen manusia ketika diperlukan. Bahkan, 68% berharap agen manusia tersebut sudah memahami konteks masalah tanpa harus diulang dari awal, menunjukkan harapan akan integrasi data yang mulus antara AI dan manusia.

Koneksi Manusia Tetap Tak Tergantikan

“Temuan kami menunjukkan bahwa organisasi perlu memahami perbedaan cara berpikir antara AI natives dan non-AI natives,” ujar Head of Asia Zoom, Lucas Lu. “Generasi muda di Indonesia, misalnya, menegaskan bahwa koneksi manusia tetap tak tergantikan.”

Loyalitas pelanggan dan karyawan di era AI, menurutnya, akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan sentuhan manusia yang empatik.

AI di Tempat Kerja: Harapan Tinggi dan Kritik yang Tajam

Di dunia kerja, adopsi AI sudah menjadi hal biasa. Hanya 2% responden di Indonesia yang mengaku belum menggunakan AI di tempat kerjanya. Sebanyak 83% responden percaya bahwa kemampuan menggunakan AI akan menjadi keunggulan kompetitif di dunia kerja.

BACA JUGA:  Belanja Kebutuhan Sehari-hari dan Produk Teknologi Konsumen Indonesia Capai Rp256 Triliun di Q3 2024

Baik AI natives maupun non-AI natives sepakat bahwa AI harus membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan berperan sebagai asisten yang cerdas. Namun, AI natives cenderung lebih kritis. Sebanyak 68% dari mereka sangat memerhatikan aspek keamanan dan privasi data, menuntut bukti nyata dari manfaat penggunaan AI.

Implikasi bagi Brand: Kejelasan dan Kecepatan adalah Kunci

Dalam hal pengalaman pelanggan, AI natives Indonesia memiliki cara unik mengekspresikan kekecewaan. Meski hanya 52% yang merasa pengalaman buruk memengaruhi loyalitas, 62% dari mereka tidak segan membagikan kekecewaan tersebut secara publik, baik melalui percakapan personal maupun media sosial.

Oleh karena itu, brand harus memahami apa yang benar-benar diinginkan pelanggan. Bagi AI natives Indonesia, kunci utamanya adalah:

  • Komunikasi yang jelas dan transparan (68%)
  • Layanan yang praktis (57%)
  • Respons yang cepat (55%)

Ketidakmampuan brand dalam memberikan solusi dengan cepat menjadi alasan terbesar yang memengaruhi loyalitas (60%), jauh di atas rata-rata Asia Pasifik (44%).

Kesimpulannya, perusahaan tidak bisa sekadar “mengadopsi AI”. Mereka harus merancang pengalaman AI yang cepat, transparan, dan efisien, sambil tetap mempertahankan jalur manusiawi untuk membangun kepercayaan dan empati. Masa depan hubungan brand dengan generasi muda terletak pada kemampuan menciptakan teknologi yang cerdas sekaligus berempati.

Tags: AICustomer ExperienceGenerasi MudaTeknologiZoom
Previous Post

TOP Digital Awards 2025: Ini Fokus Strategi Digitalisasi RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja

Next Post

TOP Digital Awards 2025: BP Batam Terus Permudah Perizinan Melalui Aplikasi Online

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Load More

TERPOPULER

  • Layanan Telekomunikasi di Majene Sulbar Membaik Pasca Gempa 6,2 SR

    Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laptop Premium Lenovo ThinkPad P14s dan P15s Segera Hadir di Indonesia, Harganya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Penyebaran Covid-19, Pembesut Lampu Philips Hadirkan Solusi Disinfeksi Berteknologi UV-C

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Promosikan SDM Industri Bertaraf Global di Innoprom 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TIKI Luncurkan TIKI Serlok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto