Jakarta, ItWorks- Tahun ini untuk pertama kalinya PT Surya Energi Indotama (SEI) yang bergerak di bidang Energi Baru Terbarukan, khususnya energi surya di Indonesia, berkesempatan menjadi peserta di ajang penjurian untuk penghargaan “Top Digital Awards 2023”. Dimulai dari perusahaan EPC di tahun 2009, kini SEI telah berkembang menjadi perusahaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC), Investasi, Retail, Developer, dan Manufaktur.
PT SEI merupakan anak perusahaan PT Len Industri (Persero) yang khusus bergerak dalam bisnis pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yakni pembangkit listrik yang memanfaatkan energi dari cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik. Sedangkan Len Industri adalah perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energy baru terbarukan, ICT dan navigasi.
Sejak 2009, PT SEI telah banyak berkiprah, terutama dalam upaya mendukung pemerintah mewujudkan pembangunan energi baru terbarukan, termasuk mendukung akselerasi transformasi digital di Tanah Air melalui penyediaan energi listrik dan infrastruktur BTS. Bahkan SEI juga menjadi pioneer untuk membuka daerah blankspot yang ada di daerah remote site atau daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3t).
“PT SEI di antaranya ikut terlibat dalam konsorsium untuk mengerjakan Base Tranceiver Station (BTS) pada daerah 3T dari Kementerian Kominfo, seperti di Provinsi Papua. Langkah ini juga sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi digital untuk menciptakan pemerataan akses komunikasi di seluruh Indonesia. Dengan adanya BTS 4G tentunya akan mendorong akselerasi pembangunan di daerah-daerah tersebut. Masyarakat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya akses informasi untuk kehidupan yang lebih baik yang akan meningkatkan kesejahteraan mereka,”ungkap Direktur Teknik dan Operasi, Fajar Miftahul Falah saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2023” pada (28/11/2023), di Jakarta.
Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya, Rachman Ginanjar – Deputy Project Manager, Amy Elva – Corporate Communication, Yana Rudiana – Manager Operation & Maintenance. Sedang Tim Dewan Juri penilai terdiri Benyamin De Haan -Senior Advisor Madani Solusi Internasional Group, Subandi- DBC Consulting dan akademisi Universitas Budhi Luhur, M Lutfi Handayani, SE, MBA, MM -Ceo MSI Group dan Pemred ItWorks, yang dimoderatori Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks).
TOP Digital Awards merupakan kegiataan corporate rating atau penilaian untuk penghargaan tahunan tingkat nasional yang diberikan kepada korporasi/lembaga/instansi yang dinilai berhasil dalam implementasi pemanfaatan teknologi-informatika dan solusi digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, layanan kepada pelanggan dan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan Majalah It Works, sejak tahun 2016, bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco terkemuka di Tanah Air. Adapun tema yang diangkat tahun ini “IT Governance and Cyber Security in Innovation of Business and Services”.
Dalam paparan terungkap bahwa PT SEI selain gencar mengembangankan proyek PLTS, juga ikut andil dalam pembangunan BTS, seperti di Papua dan Papua Barat, PT SEI juga berperan sebagai Penyedia Jasa Tower dan Power (TOPO) untuk lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.
Sejauh ini, sebagian besar lokasi site telekomunikasi adalah lokasi yang tidak ditunggu/un attendance locations; sehingga aktifitas layanan yang diberikan menjadi kunci untuk menjaga kehandalan sistem. Diakui aktifitas layanan tersebut memerlukan effort besar dan banyak tenaga maupun biaya.
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (Renewable Energy) PLTS BTS USO Blankspot dalam mengurangi Emisi Karbon (CO2)
“Memang ini butuh kerja keras dan nyali besar, apalagi untuk mengerjakan proyek yang lokasinya berada di daerah terpencil yang sangat berisiko. Untuk sampai ke lokasi, kadang kita harus menyusuri sungai dengan alat transportasi sungai yang sederhana untuk membawa perlatanya. Namun demikian, ini juga jadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena bisa membantu warga masyarakat sama-sama menikmati jeringan telekomunikasi hingga akses televisi,” ujarnya.
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi, memang telah berkomitmen mengatasi kesenjangan digital dan jaringan internet. Dalam hal ini Pemerintah menyiapkan satelit “Palapa Ring”: yang dikenal sebagai ‘tol langit’, untuk menghubungkan seluruh Nusantara dan membuat Indonesia merdeka sinyal .
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (Renewable Energy) PLTS untuk mendukung pembangunan BTS USO Blankspot, bisa mengurangi Emisi Karbon (CO2). Total Emisi Carbon yang dapat dikurangi adalah sebesar 1545.9 Ton/tahun.
Pembangunan PLTS yang telah dioperasikan, di antaranya di Kepulauan Riau yang merupakan Kerjasama SEI dengan PT Indo Tenaga Hijau dan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Sistem PLTS Komunal yang dibangun oleh SEI tersebar di 6 wilayah Kepualauan Riau yaitu ; Pulau Geranting, Pulau Akar, Pulau Panjang, Pulau Jaga, Pulau Nuja, dan Pulau Sebung dengan total kapasitas system terpasang sebesar 776 kWp.
Keberhasilan SEI dalam mengerjakan proyek ini diharapkan dapat menjadi proyek yang berkesinambungan, di mana juga masih terdapat sejumlah titik lainnya. “SEI hadir menjadi bagian dari solusi dan kami berharap dari proyek yang kami kembangkan bisa menjadi gerbang keberhasilan bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi, memang telah berkomitmen mengatasi kesenjangan internet. Pemerintah menyiapkan satelit Palapa Ring, yang dikenal sebagai ‘tol langit’, untuk menghubungkan seluruh Nusantara dan membuat Indonesia menjadi merdeka internet.
Network Operation Center (NOC)
Salah satu inovasi yang dihadirkan yakni membentuk pusat operasi jaringan /NOC). Pusat operasi jaringan (NOC) merupakan tempat terpusat di mana administrator teknologi informasi (TI) perusahaan — baik internal atau pihak ketiga — mengawasi, memantau, dan memelihara jaringan telekomunikasi . NOC bertindak sebagai sistem saraf untuk mengelola dan mengoptimalkan tugas-tugas penting bisnis, seperti pemecahan masalah jaringan, distribusi dan pembaruan perangkat lunak, manajemen router, pemantauan kinerja dan koordinasi dengan jaringan afiliasi.
Network Operation Center (NOC) menjadi salah satu kebutuhan Perusahaan untuk memonitor kondisi dan fungsi setiap infrastruktur Power Sistem BTS USO BAKTI ini agar selalu dalam kondisi optimal.
Kondisi optimal yang dimaksud ini, NOC memastikan bahwa supply power terhadap perangkat-perangkat komunikasi seperti Perangkat VSAT dan Perangkat BTS selalu dalam kondisi ON, di mana hal ini sebagai bentuk layanan yang diberikan sesuai dengan komitment bisnis terhadap SLA customer yang sudah ditargetkan danditetapkan oleh Management PT. Surya Energi Indotama dengan customer/pelanggan yaitu Bakti Kominfo .
Dengan adanya NOC, Perusahaan mempunyai unit kerja atau sistem monitoring yang bisa dengan mudah mengetahui kondisi serta fungsi perangkat Power System yang terpasang dilokasi dalam kondisi normal atau abnormal sehingga layanan yang diberikan oleh Perusahaan bisa memenuhi dan mencapai target yang ditetapkan. (AC)














