ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Laporan Terbaru Glints dan MHV Ungkap Meningkatnya Permintaan Talenta AI

Fauzi
5 March 2024 | 12:00
rubrik: Research

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Glints dan Monk’s Hill Ventures (‘MHV’) mengeluarkan laporan terbaru bertajuk Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024. Tercatat bahwa posisi Business Development & Sales, Product dan Software Engineering sebagai tiga posisi teratas yang banyak dicari di Indonesia.

Mengambil data lebih dari 10.000 pekerja startup, 183 pimpinan dan pendiri startup, serta 72 wawancara dengan pendiri maupun operator startup di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Taiwan, laporan yang dirilis untuk ketiga tahun berturut-turut tersebut menjelaskan secara lebih mendalam tentang tren perekrutan, gaji, serta ekuitas di dunia startup.

Laporan edisi tahun ini juga fokus terhadap dampak AI dan kaitannya dengan perkembangan bisnis startup, termasuk tren gaji untuk jabatan-jabatan yang berhubungan dengan AI, cara AI membangun tim yang lebih solid, dan wawasan-wawasan dari startup yang akan memengaruhi dinamika dunia kerja di kawasan.

Beberapa temuan kunci dari laporan ini meliputi:

Gaji startup menurun tajam sepanjang 2023; di mana posisi junior engineering paling terdampak. Penurunan ini disebabkan oleh PHK di sektor teknologi dan juga adanya pemotongan biaya, sehingga posisi teknisi junior menjadi peran yang paling terdampak di seluruh wilayah disusul dengan adanya penurunan gaji di seluruh wilayah.

Indonesia pun menjadi negara dengan penurunan tertinggi di angka 7%. Di angka 11,8% dan 8,5%, baik frontend maupun backend developer mengalami penurunan tertinggi di antara posisi terkait engineering di Indonesia. Di sisi lain, kenaikan gaji periset UI/UX hingga 7,8% serta perancang UI/UX hingga 3,4% merupakan bukti bahwa peran UI/UX semakin diakui di Indonesia, sementara gaji analis produk terlihat stagnan. Namun, sebagian besar posisi senior engineering di kawasan mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dari tahun ke tahun, dimana ada peningkatan sekitar 2-3% untuk posisi ini.

Gaji untuk posisi business development (BD) dan sales secara regional meningkat hingga 20%. Di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi, posisi-posisi non-teknologi tetap mampu untuk memainkan peranan kunci bagi perusahaan.

Laporan ini menunjukkan bahwa posisi business development dan sales terus mengalami peningkatan gaji yang signifikan di kawasan sebagai cerminan dari fokus startup yang lebih besar untuk mencapai profitabilitas pada 2023. Di Indonesia khususnya, fungsi kehumasan atau public relations mengalami peningkatan gaji yang tertinggi di angka 11%. Namun, kesenjangan antara pekerjaan teknologi dan non-teknologi di Indonesia tergolong cukup tinggi, yakni di angka 22%.

BACA JUGA:  Serangan Terhadap Perangkat Seluler Meningkat Signifikan di 2023

Meski terjadi PHK dan penurunan gaji, permintaan terhadap talenta teknologi masih tinggi. Akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di bidang teknologi membuat peran junior di sektor ini mengalami peningkatan yang signifikan di pasar SDM, khususnya di sektor teknik yang menyebabkan tingginya pasokan kandidat.

Sehingga hal ini mengakibatkan penyesuaian gaji yang lebih rendah di berbagai posisi. Akan tetapi, beberapa posisi di jenjang karir menengah hingga senior seperti VP Teknik masih kompetitif dan banyak dicari. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap individu dengan keterampilan tinggi.

Di antara talenta-talenta teknologi tersebut, talenta AI khususnya menjadi primadona di Indonesia dan Vietnam. Penggunaan teknologi AI yang semakin meningkat juga telah mendorong permintaan terhadap talenta AI dengan berbagai tingkat pengalaman.

Di Indonesia misalnya, gaji untuk posisi AI di tingkat junior melebihi pekerjaan lainnya dengan pengalaman setara, sementara prompt engineer dan trainer yang berbekal lebih dari 10 tahun pengalaman tercatat mendapatkan gaji tertinggi di angka USD4.000 setiap bulannya. Ke depannya, seluruh pekerjaan terkait AI pun diperkirakan akan semakin dibayar mahal.

Peningkatan efisiensi jadi alasan pendiri startup di kawasan ASEAN SEA mengadopsi AI dalam jangka waktu dekat. Penggunaan AI fokus untuk mengotomatisasikan pekerjaan administratif, pembuatan konten, serta customer service yang menitikberatkan kepada penyederhanaan operasional.

Kemampuan berpikir kritis dan kreatif semakin penting pada era AI.
Soft skills seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, serta pemecahan masalah semakin menjadi prioritas di kalangan startup di tengah maraknya penggunaan AI. Selain itu, banyak para pendiri perusahaan yang mengakui bahwa kemahiran dalam pengoperasian alat AI menjadi persyaratan dasar untuk beberapa posisi di bidang teknologi dan non-teknologi, seperti penggunaan email atau excel.

BACA JUGA:  Riset Ungkap Pembajakan Online, Tren dan Dampaknya

AI meningkatkan produktivitas di tempat kerja, tetapi pekerjaan manusia tetap aman. Para pendiri startup memahami betul bahwa salah satu hambatan terbesar dalam adopsi AI adalah kekhawatiran para karyawannya terkait kehilangan pekerjaan. Berdasarkan temuan dari laporan ini, kekhawatiran mereka tidak menjadi kenyataan.
Tren regional memuncak, 70% startup mencari talenta lintas batas negara di kawasan ASEAN. Para startup semakin mencari talenta-talenta untuk menambah keberagaman di timnya dan juga mencari kecakapan-kecakapan yang terspesialisasi sebagai bentuk meningkatkan efektivitas biaya serta profitabilitas.

Bekerja secara hybrid kian populer, startup mengutamakan fleksibilitas guna mempertahankan talenta.
Fleksibilitas dalam bekerja, termasuk model hybrid working, terus menjadi strategi startup dalam mempertahankan talenta. Model bekerja ini bukan hanya menjawab tuntutan karyawan, melainkan juga meningkatkan efisiensi operasional, sehingga tren ini diperkirakan akan terus bertahan sepanjang 2024.

“Selama satu tahun ke belakang, kondisi pasar yang kurang optimal telah mengungkap kebutuhan yang lebih besar terhadap kemampuan bertahan dan beradaptasi. Ke depannya, kita akan melihat pergeseran besar menuju angkatan kerja yang bukan hanya fleksibel, tetapi juga cakap AI,” ujar Oswald Yeo, Co Founder dan CEO, Glints.

“Lebih lanjut, meningkatnya perekrutan karyawan lintas batas negara mencerminkan respons yang strategis terhadap kondisi dan dunia kerja yang dinamis, memperluas kumpulan bakat, dan memelihara keberagaman dalam tim, sekaligus meningkatkan efektivitas biaya serta profitabilitas.”

“Ketika kita membayangkan masa depan dunia kerja, penting sekali untuk memaksimalkan peluang-peluang yang dihasilkan oleh AI sambil memperhatikan prinsip-prinsip utama dalam perekrutan, yakni memikat talenta yang paling kompeten serta membangun tim yang kohesif dan berkinerja tinggi di tengah dunia kerja yang terus berevolusi,” tandasnya.

Steve Sutanto selaku Co-Founder & Group GM Glints turut menjelaskan bahwa saat ini Startup semakin mahir dalam menavigasi tantangan dan kompleksitas, dimana para startup telah menjalankan strategi untuk lebih berfokus pada profitabilitas dengan merekrut talenta-talenta kuat untuk mendorong stabilitas perusahaan, alih-alih melakukan perekrutan massal.

“Di tengah kalibrasi ulang ini, beberapa talenta di bidang teknologi dan peran-peran lainnya yang dapat menghasilkan pendapatan memiliki permintaan yang tinggi, khususnya di tengah pemutusan hubungan kerja. Kami melihat adanya peningkatan pada perekrutan talenta AI, termasuk AI engineers, prompters, dan scientists, karena saat ini kebanyakan pendiri Startup berinvestasi pada AI. Bagi startup yang memiliki posisi kuat, saat ini adalah waktu yang tepat untuk merekrut talenta-talenta yang memiliki keterampilan tinggi dan kuat, untuk mendorong inovasi dan membuat perusahaan semakin stabil,” tutur Steve.

BACA JUGA:  Studi Nafas dan Halodoc: Terjadi Peningkatan Risiko Penyakit Pernapasan 34%

Dewasa ini, AI juga memiliki kekuatan untuk mengubah bisnis. Dengan pemanfaatan AI, perusahaan dapat mengembangkan hubungannya menjadi lebih dalam dengan pelanggan, dengan kata lain AI memberi peluang pada perusahaan untuk menawarkan nilai yang lebih besar.

Dalam laporan ini Peng T. Ong, Co-Founder and Managing Partner of Monk’s Hill Ventures menjelaskan bahwa penerapan AI di Asia Tenggara masih relatif baru dibandingkan dengan di Amerika Serikat. “Adanya tren penerapan AI menghadirkan peluang bagi kami untuk mengembangkan pemahaman kami dalam mengidentifikasi area yang berdampak untuk membangun bisnis kelas dunia. Kami bermitra dengan Glints dalam membuat laporan ini untuk memberdayakan ekosistem dengan wawasan yang praktis, sehingga perusahaan dapat membangun strategi yang lebih baik dalam menyusun tim dengan memanfaatkan kebangkitan AI.”

Metodologi – Kami menganalisis lebih dari 10.000 datapoint terkait pekerjaan di kalangan startup teknologi yang berlokasi di Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Taiwan dari database milik Glints maupun Monk’s Hill Ventures. Kami juga mengadakan survei serta wawancara yang mendalam dengan 183 pimpinan, eksekutif, serta pendiri startup, berikut pula survei kualitatif yang melibatkan 72 startup di negara-negara tersebut.

Lebih lanjut, temuan kami diperkaya dengan wawasan-wawasan dari laporan Glints tahun 2023 tentang dampak ChatGPT terhadap pasar tenaga kerja yang melibatkan 1.838 responden dari seluruh Asia Tenggara. Metodologi kami ditujukan untuk menyediakan pandangan yang menyeluruh terhadap ekosistem startup dan berfokus kepada peranan, kompensasi, tren AI, serta masa depan dunia kerja guna memahami lanskap talenta di kawasan Asia Tenggara yang terus berubah ini.

Tags: Glints
Previous Post

NeutraDC Tuntaskan Konsolidasi Data Center Telin Singapore

Next Post

Bawa Kamera Portrait Terbaik, Penjualan realme 12 Pro+ 5G Lampaui Pesaing Saat Perdana Masuk E-Commerce

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Siapkan SDM Dorong Industri Mamin Nasional Masuk Industri 4.0

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket OLX Lamudi Tingkatkan Daya Saing Agen Properti Nasional di Era Digital Properti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto