Guna menyajikan pelayanan publik yang prima, pemanfaatan teknologi informasi (TI) yang optimal menjadi hal yang tidak bisa dielakkan di era yang serba digital seperti saat ini. Pengadilan Agama Cirebon (PA Cirebon), misalnya, guna memberikan pelayanan publik yang prima dan berkeadilan bagi masyarakat pencari keadilan, lembaga ini mengandalkan teknologi informasi. Hal ini sebagaimana terlihat dari strategi bisnis yang dicanangkannya.
Seperti dikatakan Achmad Cholil, S.Ag., S.H., LL.M., selaku Ketua PA Cirebon, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan baik, PA Cirebon telah menetapkan empat strategi bisnis. Menariknya semua strategi bisnis yang dicanangkan bersinggungan pemanfaatan TI.
”Pertama, bagaimana kami meningkatkan kinerja yang dalam hal ini adalah penyelesaian perkara/persidangan melalui pemanfaatan Teknologi Digital atau Teknologi Informasi. Yang kedua, kami Peningkatan efektifitas administrasi keperkaraan melalui TI. Yang ketiga, Peningkatan akuntabilitas kesekretariatan melalui TI. Yang terakhir, keempat adalah bagaimana kami berusaha seoptimal kami agar pelayanan publiknya yang diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan lebih mudah dan digapai dengan memanfaatkan IT,” ujar Achmad Cholil saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2024 yang digelar Majalah It Works secara virtual (17/10/2024) lalu.
Untuk diketahui, PA Cirebon memiliki visi Mewujudkan Pengadilan Agama Cirebon yang Agung. Adapun misi ada empat, yakni Menjaga Kemandirian Pengadilan Agama Cirebon; Memberikan Pelayanan yang Berkeadilan bagi seluruh para pencari keadilan; Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Pengadilan Agama Cirebon; serta Meningkatkan Kredibilitas dan Transparansi Pengadilan Agama Cirebon.
Seiring dengan perkembangan di mana kian marak pemanfaatan artificial intelligence (AI), pada sesi penjurian kali ini PA Cirebon mengangkat judul ”Generative AI & Optimalisasi Teknologi Digital untuk Mempermudah Akses Terhadap Keadilan”.
Pada sesi penjurian ini, PA Cirebon mengungkap sejumlah terobosan yang telah dilakukan. Namun, yang paling menarik sesuai dengan tema presentasi yang diusung, PA Cirebon mengungkap terobosan baru di mana dalam terobosannya lembaga pengadilan ini telah memanfaatkan AI.
“Kami sudah menciptakan dan juga sudah berjalan, namanya kita sebut dengan RISKA dan CECVA (virtual assistant). CECVA ini singkatan dari Cirebon Excellent Court Virtual Assistant,” jelas Cholil.
Lewat dua inovasi itu, PA Cirebon ingin menegaskan bagaimana AI bermanfaat untuk masyarakat pengguna pengadilan. “Karena, dengan AI ini masyarakat yang sekarang makin sibuk mereka bahkan ngetik pun susah, mereka nanti cukup mendekatkan gadgetnya ke mulut dan bicara ‘Tolong tampilkan Perkara di PA Cirebon’ misalnya, itu jadi langsung muncul sendiri menunya, tanpa harus kita ketik, harus mencari di menu-menu yang lain yang butuh banyak waktu. Dengan AI ini semuanya bisa dengan cepat ditampilkan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Selain asisten virtual RISKA dan CECVA yang telah memanfaatkan AI, PA Cirebon juga memiliki sejumlah inovasi lainnya, seperti Electronic Justice System (E Court) yang merupakan system administrasi perkara dan persidangan secara elektronik.
Kemudian, PA Cirebon juga memiliki Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang telah diimplementasikan sejak tahun 2018. Dikembangkan oleh Mahkamah Agung, SIPP adalah aplikasi teknologiberbasis web dalam memberikan informasi perkara kepada Masyarakat pencari keadilan. Selain itu SIPP juga bisa digunakan oleh pimpinan untuk memonitor kinerja hakim dalam penangan perkara.
Masih dari solusi bisnis, PA Cirebon juga sudah mengimplentasikan Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP). SIKEP adalah pengelolaan data kepegawaian secara elektronik melalui sistem informasi berbasis web yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pegawai. Fitur unggulan yang dimiliki antara lain Presensi Online, Profil Pegawai, Statistik, Dashboard Map, dan Administrasi Pegawai.
Nah, pada kesempatan yang sama, Cholil juga mengungkap apa yang disebutnya sebagai Portal Cirebon Excellent Court yang telah diimplementasikan sejak tahun 2022.
“(Aplikasi) ini murni kami ciptakan untuk mempermudah masyarakat pencari keadilan, ini bukan aplikasi tetapi berntuk portal yang semua kebutuhan masyarakat pengguna pengadilan PA Cirebon ada semua di sini. Dengan mengakses portal ini, semuanya bisa dilayani dengan cepat dan memuaskan,” jelas Cholil.
Selanjutnya ada juga solusi bisnis bernama Virtual Tour PA Cirebon. Seperti dikatakan Cholil, dengan aplikasi ini, masyarakat bisa seolah-olah ada di PA Cirebon dengan mengakses portal ini. “Jadi, mereka bisa melihat setiap sudut di PA Cirebon dengan realtime dan nyata sekali,” jelas Cholil.
Tidak berhenti sampai di situ, Pengadilan Agama ini juga memiliki Aplikasi Penyerahan Produk PA Cirebon dan aplikasi E-Tanas (Elektronik Tata Naskah Dinas) yang semuanya paperless.
“Ingin kami sampaikan bahwa komitmen kami di PA Cirebon dari tingkat pimpinan tertinggi sampai dengan di struktur paling bawah itu punya komitmen bagaimana digital/TI ini bisa bermanfaat secara optimal agar pelayanan publik bisa memuaskan,”ujar Cholil.
Tidak hanya sukses mengoptimalkan pelayanan publik, dengan memanfaatkan TI, PA Cirebon juga berhasil meraih pencapaian yang membanggakan dari Kemenpan RB.
“Kalau kami ingin berbangga, maka kami patut berbangga, bahwa tahun kemarin PA Cirebon adalah satu-satunya pengadilan yang mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi dari Kementerian PAN-RB Republik Indonesia. Dari sekitar 52 pengadilan yang ada di Jawa Barat, hanya PA Cirebon yang memperoleh predikat tersebut pada tahun lalu. Dan itupun dibantu karena kami memanfaatkan SPBE yang menjadi konsen dari TOP Digital Awards ini,” tandas Cholil.














