PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) terus melakukan transformasi bisnisnya menuju kondisi yang lebih baik. Untuk mencapai itu, salah satu fondasinya adalah dengan mengandalkan peran IT dan digital dalam proses bisnis tersebut.
Menurut Senior Vice President of IT Division WIKA, Anang Yulianto, dalam program transformasi WIKA, IT sebagai pondasi utama berperan untuk melakukan transformasi digital proses bisnis yang terintegrasi.
“Sehingga tujuan untuk mencapai cashed focused, lean, and fit for future pun dapat tercapai. Makanya IT ini menjadi fondasi kedua kita, selain human capital untuk mencapai transformasi bisnis itu. Dimana kita mencanangkan kegunaan IT pada on site, off site, dan back office. Juga penyelarasan system digital backbone dan operasional,” tutur Anang dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2024 yang digelar Majalah It Works, Kamis (31/10/2024).
Hadir dalam proses penjurian kali ini, mendampingi Anang adalah Riha Rizanah selaku Senior Manajer Sistem Informasi, Bogi Haryo sebagai IT Infrastructure, Febri Hardian juga dari IT Infrastructure, Asti Fitriyanti selaku IT Planning, dan Ernawan juga dari IT Planning.
Dijelaskan Anang, proses digitalisasi di WIKA ini dalam rangka transformasi digital itu berupa proses bisnis commissioning, persuratan, four eyes principals, asset management, CSI, document filling system; transformasi IT governance anak usaha; integrasi SAP dengan BIM, e-SCM, digital invoicing, dan digitalisasi vendor management; digitalisasi dan integrasi database personal antara HCMS dengan CRM untuk proses tender.
Adapun sasaran dari proses transformasi digital ini adalah bagaimana WIKA mendigitalisasi proses bisnis dan me-reengineering, sehingga nanti akan terjadi seemless processes.
“Kita juga lakukan otomatisasi pekerjaan yang sering berulang. Ini untuk mengantisipasi kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Atau human error bisa dikurangi. Ke depannya, kita akan ciptakan proses bisnis yang better, faster, dan cheaper. Jadi digitalisasi ini selaras dengan arah transformasi WIKA, cash focused, lean, and fit for future,” terang Anang.
Transformasi WIKA
Anang mengurai soal proses transformasi WIKA sendiri. Dengan tujuan transformasi itu adalah cashed focused, lean, and fit for future. Beberapa transformasi itu adalah, pertama, fokus terhadap cash, yaitu peningkatan likuiditas kas dan perbaikan rasio Kesehatan Perusahaan.
Kedua, keunggulan eksekusi proyek, memperkuat value engineering untuk mengoptimalkan perencanaan dan sebagai dasar untuk pengendalian dan pengawasan proyek. Ketiga, Penyeimbangan portofolio, melalui sinergi bisnis dan optimasi pengelolaan portofolio proyek serta ekspansi pasar melalui kemitraan.
Dan keempat hingga ketujuh yang merupakan fondasi dari transformasi ini, yaitu keempat, Organisasi Lean, berupa pembentukan struktur organisasi yang responsif dan agile. Kelima, Manajemen Risiko, berupa penguatan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko proyek.
Keenam, IT/Digitalisasi, yaitu peningkatan kegunaan IT pada on site, off site, dan back office, serta penyelarasan system digital backbone dan operasional. Dan ketujuh, Human Capital Management (Insan WIKA Berkarakter AKHLAK), yaitu peningkatan kapabilitas (kompeten, adaptif, kolaboratif) talent sesuai dengan pengembangan bisnis. Dan penguatan budaya (amanah, loyal, dan harmonis) Perusahaan.
Digitalisasi yang menjadi fondasi Transformasi WIKA itu juga berdasarkan Visi-Misi IT WIKA. Yaitu, untuk visi TI WIKA: Menjadi enabler bagi tercapainya visi WIKA “Menjadi Perusahaan Terpercaya di Bidang Infrastruktur dan EPC yang Berkelanjutan.”
Misi TI WIKA adalah, pertama, Eksploitasi dan eksplorasi benefit atas improvement proses bisnis berbasis TI. Melalui identifikasi eksploitasi dan eksplorasi potensi benefit implementasi TI untuk meningkatkan kualitas proses bisnis; dalam rangka penurunan risiko bisnis, peningkatan efisiensi biaya, peningkatan mutu produk atau cara bisnis baru yang lebih efektif.
Kedua, Penyediaan Layanan Sistem Informasi Terintegrasi, dengan menyediakan layanan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung proses bisnis manajemen, proses bisnis utama dan proses bisnis pendukung; merujuk kepada perkembangan dinamika bisnis dan benchmarking industry.
Ketiga, Infrastruktur yang aman dan handal. Menyediakan layanan jaringan komunikasi, data center/disaster recovery center yang aman dan handal melalui adopsi platform teknologi yang memperhatikan aspek keberlangsungan layanan dan skalabilitas beban ke depan.
Keempat, Peningkatan kematangan Tata Kelola TI dan Data. Hal ini dengan meningkatkan kematangan atau kapabilitas pengelolaan teknologi dan data, dalam rangka pemenuhan kepatuhan regulasi dan kebutuhan pemenangan persaingan industri.
Digitalisasi Bisnis
Dalam proses digitalisasi ini, dijelaskan Anang, banyak aplikasi dan solusi bisnis yang dikembangkan WIKA dan secara langsung telah membantu bisnis lebih cepat. Salah satunya pengembangan digital invoice atau W-Digital Invoice.
“Karena yang namanya invoice sekarang ini untuk persetujuan sampai ke pembayaran itu semuanya sudah menggunakan digital. Ini banyak manfaatnya, seperti paperless karena kita integrasikan SAP transaksi dan verifikasi berkas tagihan secara digital. Kita juga bisa monitoring proses tagihan (traceability), akurasi validitas data, adanya otomasi three way matching, dan pembuatan berita acara pembayaran (BAP) itu secara digital dan terintegrasi SAP,” terang dia.
Kemudian ada Digital Warehouse. Ini sangat bermanfaat untuk perbaikan tata Kelola proses bisnis pergudangan, efisiensi waktu proses administrasi penerimaan dan pengeluaran material, opname stock mandatory dilakukan tiap bulan dan diinput dalam SAP, serta automatic generate journal transaksi ke SAP.
“Jadi gudang dan proyek kita akan digitalkan prosesnya, sehingga data-datanya walaupun gudangnya ada di proyek, tapi data secara langsung dapat dimonitor maupun dievaluasi secara terpusat,” kata Anang.
Juga ada aplikasi WISE (e-procurement). Dengan aplikasi ini semua pengadaan dilakukan secara digital. Bahkan untuk penawaran dari vendor juga dilakukan secara digital. “Kita lakukan otomasi system, sehingga report-report dan perhitungan lainnya itu banyak kita otomatiskan, sehingga membantu proses bisnis baik itu di proyek, di kantor divisi maupun di kantor pusat sendiri,” terang dia.
Editor: Fauzi














