ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Potret Fintech 2024 Dan Tantangan Ke Depan

Ahmad Churi
20 December 2024 | 23:56
rubrik: Event
Ini Potret Fintech 2024 Dan Tantangan  Ke Depan
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks-Indonesia Fintech Society (IFSoc) mengungkapkan kilas balik berbagai perkembangan signifikan dalam industri teknologi finansial (tekfin) dan ekonomi digital sepanjang tahun 2024 dan mengidentifikasi sejumlah tantangan dan peluang untuk mendukung pertumbuhan sektor financial technology (fintech) ini. Meski peluang makin besar, namun tantangan fintech di tengah inovasi teknologi yang pesat dan perubahan regulasi yang dinamis, ke depan juga makin kompleks.

Dalam catatan Akhir Tahun 2024 IFSOC 2024  yang digelar 19 Desember 2024 secara daring dengan kalangan media, IFSoc mengidentifikasi sejumlah tantangan dan peluang untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. IFSoc menggarisbawahi tantangan dan peluang untuk terus mendorong pertumbuhan yang seimbang di tengah pesatnya inovasi teknologi dan perubahan regulasi.

Ketua IFSoc Rudiantara dalam sambutannya menyampaikan bahwa di tahun 2024 industri fintech menghadapi tantangan dari ekonomi domestik dan tata kelola yang semakin kompleks. “Industri ini semakin inklusif dengan bertambahnya pengguna setiap tahun. Bahkan sekarang kita sudah ekspansi pembayaran lintas negara. Namun, tata kelola menjadi “pekerjaan rumah” utama untuk menyambut berbagai inovasi teknologi baru” tegas mantan Menteri Komunikasi dan Informatika 2014-2019.

Dalam kesempatan itu, Rudiantara menyampaikan ada enam catatan yang perlu menjadi perhatian dalam perkembangan tekfin dan ekonomi digital selama tahun 2024. Pertama, penegakan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang telah efektif berlaku per 17 Oktober 2024.

UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) resmi berlaku efektif pada 17 Oktober 2024. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan. IFSoc menyoroti perlunya keseimbangan antara kesiapan industri dan penegakan hukum. 

Anggota steering committee IFSoc, Syahraki Syahrir (Raki), menegaskan bahwa tidak semua perusahaan dapat langsung memenuhi persyaratan UU PDP. “Pendekatan yang bertahap dan fleksibel diperlukan agar perusahaan mampu beradaptasi sesuai kapasitas masing-masing. Kesiapan industri perlu diperhatikan karena tidak semua perusahaan langsung mampu memenuhi aturan dalam UU PDP. Perlu pendekatan yang bertahap dan fleksibel sesuai kapasitas masing-masing perusahaan” tegas Syahraki.

BACA JUGA:  Fitch Kembali Pertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia Pada BBB

Pihaknya mendesak adanya percepatan pengesahan aturan turunan dan pembentukan lembaga PDP karena telah melewati batas waktunya. Menurutnya, industri fintech akan menghadapi dampak serius dari ketiadaan aturan yang jelas dan lembaga yang mengawasi pelaksanaan PDP. “Bisnis fintech sangat bergantung pada reputasi dan kepercayaan pengguna, oleh karena itu pemerintah perlu mempercepat proses finalisasi RPP PDP dan segera membentuk lembaga PDP. Lembaga PDP perlu menjadi badan independen dan berada langsung di bawah Presiden guna menjaga otoritas dan ketegasan dalam penegakan kepatuhan PDP” ungkap Syahraki yang juga CEO Veda Praxis ini.

Perlu Dukungan Tatakelola Yang Baik

Catatan kedua, yakni adanya pinjaman daring (pindar) yang semakin berkembang perlu dibarengi dengan tata kelola yang baik dan pertimbangan keberlanjutan industri. Anggota Steering Committee IFSoc Hendri Saparini menekankan peran strategis pindar sebagai alternatif pinjaman bagi kelompok masyarakat yang tidak terjangkau perbankan. “Platform pindar perlu diberikan regulasi yang seimbang agar tetap menjadi katalis inklusi keuangan ke UMKM. Kemampuan pindar memberikan pinjaman tanpa jaminan perlu diseimbangkan dengan kompensasi mereka dari menanggung risiko tersebut” ujar Hendri.

 Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan rasa aman berinvestasi bagi lender sebagai tulang punggung industri pindar. Selain itu, perusahaan pindar perlu meningkatkan tata kelola untuk menjaga keberlanjutan dan kepercayaan pengguna. “Kebutuhan pendanaan UMKM yang masih sangat jauh pemenuhannya perlu didukung oleh jenis pinjaman alternatif, seperti pindar. Untuk mendukung upaya tersebut kami mendorong perlu adanya kebijakan yang seimbang antara perlindungan borrower dan lender secara bersamaan demi keberlanjutan industri dalam memberikan akses keuangan” ujarnya Hendri.

Ia juga menekankan agar pinjaman daring (pindar) yang semakin berkembang perlu dibarengi dengan tata kelola yang baik dan pertimbangan keberlanjutan industri.

BACA JUGA:  Ada Telkomsel Sebagai Wakil Indonesia di Expo 2020 Dubai

Dampak Perkembangan AI

Catatan ketiga, adanya perkembangan AI yang semakin relevan bagi industri fintech. Semakin banyaknya pengguna di industri fintech maka akan semakin banyak data yang dihimpun. Anggota Steering Committee Eddi Danusaputro menyatakan pentingnya memaksimalkan potensi data dalam pengembangan AI.

“Fintech perlu menjadi penggerak implementasi AI karena data yang dimiliki sudah cukup untuk mengembangkan model AI yang optimal” kata Eddi.

 Eddi menjelaskan saat ini investasi AI di Indonesia lebih banyak diarahkan untuk adopsi teknologi dibandingkan pengembangan model baru. Hal ini menjadi dorongan kuat untuk seluruh industri mencapai efisiensi jangka pendek dari adopsi AI tersebut. Namun dalam jangka panjang Indonesia juga perlu membuka jalan bagi inovasi pengembangan model baru. “Dalam jangka panjang, sektor fintech perlu memiliki investasi yang berfokus pada use case baru untuk menciptakan inovasi yang lebih mendalam” tambah Eddi yang juga CEO BNI Ventures.

Adapaun  keempat, peralihan kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memasuki tenggat waktunya. Anggota Steering Committee IFSoc Rico Usthavia Frans menyampaikan tenggat waktu 12 Januari 2025 sudah di depan mata sehingga perlu segera menetapkan aturan-aturan pelaksana. Rico menggarisbawahi bahwa Self Regulatory Organization (SRO) dapat menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan antara regulasi teknis dan pengawasan makro oleh OJK. “SRO bisa menjadi jembatan agar regulasi tetap efektif tanpa menghambat inovasi di tingkat operasional” ungkap Rico.

Kelima, banyak inisiatif anti fraud di tahun 2024 yang dilakukan oleh pemerintah dan industri. Anggota Steering Committee IFSoc Tirta Segara mengapresiasi berbagai langkah OJK dan BI, termasuk peluncuran inisiatif OJK seperti Indonesia Anti Scam Center (IASC), Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan inisiatif BI seperti pedoman teknis penundaan transaksi terduga fraud dan Gerakan Bersama Perlindungan Konsumen (GEBER PK). “Inisiatif yang ada sudah sangat tepat untuk memerangi fraud. Kita juga perlu mendorong inisiatif lain seperti universal fraud database, seperti di OJK yang punya Sistem Informasi Pelaku (SIPELAKU). Pelaksanaannya perlu dipercepat untuk menjadi hub data agar dapat berbagi informasi pelaku fraudster (sehingga) mempersempit ruang gerak mereka” kata Tirta.

BACA JUGA:  Apa Itu Financial Technology Menurut Bank Indonesia?

Kolaborasi Jadi Kunci

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara regulator, industri, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mempersempit ruang gerak fraudster. “Kolaborasi antara regulator dan industri perlu ditingkatkan, dengan inisiatif seperti IASC dan pedoman teknis seperti Ketentuan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (KASPI)” kata Tirta yang juga Anggota Dewan Komisioner OJK 2017-2022.

Keenam, perlu upaya yang masif dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memerangi judi online. Anggota Steering Committee IFSoc Tirta Segara kembali mengapresiasi langkah tegas pemberantasan judi online yang dilakukan pemerintah, melalui PPATK, Komdigi, OJK, dan BI. Ia menyatakan langkah tersebut sangat diperlukan, terutama dengan melibatkan industri dan masyarakat.“Kita harus tegas terhadap judi online dengan mengharuskan seluruh perusahaan di sektor keuangan menerapkan Enhanced Due Diligence (EDD) untuk memantau dan melaporkan transaksi terduga judi online” sambung Tirta.

Tirta menambahkan pentingnya edukasi kepada masyarakat menengah ke bawah yang menjadi kelompok paling merasakan dampak judi online. “Sekali lagi, kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan industri harus terus diperkuat untuk mengatasi cepatnya perkembangan modus judol. Selain itu, kerjasama dalam patroli siber bersama masyarakat menjadi hal penting untuk mencegah dan memberantas judol” tegas Tirta. (AC)

Tags: fintech
Previous Post

First Media Powered by XL Axiata Gelar Promo ‘Super Dealsember’

Next Post

Raih Pertumbuhan Bisnis, Tahun 2025 AQUA Elektronik Bertekad Perkuat Digitalisasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intel Integrasikan Agentic AI dengan Intel Xeon 6+, Teknologi Jaringan, dan Sistem AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Termasuk Monitor QD-LED, Ini Deretan Produk Visual Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto