Permintaan di industri Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) nasional tahun ini akan meningkat. Hal itu didukung telah terjadinya revolusi industri yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang membuat semakin banyak perusahaan yang memerlukan teknologi industri 4.0.
Data dari International Data Corporation (IDC), Canalys, dan Counterpoint melaporkan bahwa pasar PC global mengalami lonjakan signifikan berkat integrasi teknologi AI. PC AI diprediksi akan mendominasi 60% pengiriman pada 2025, naik dari 27% di 2024. Tren ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari segmen enterprise, berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025, serta dorongan dari vendor chip.
Mengutip data Kementerian Perindustrian, Pemerintah telah meluncurkan Making Indonesia 4.0 pada 2018 untuk mendorong digitalisasi manufaktur dan meningkatkan daya saing global. Targetnya, Indonesia masuk 10 ekonomi terbesar dunia pada 2030 melalui ekspor, produktivitas, dan investasi penelitian dan pengembangan.
Proses transformasi menuju industri 4.0 ini didukung berbagai teknologi seperti Internet untuk Segala (IoT), Kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan robotika untuk menciptakan sistem produksi yang efisien.
Pemerintah telah menetapkan tujuh sektor utama, termasuk di dalamnya otomotif, tekstil, dan farmasi menjadi prioritas dengan AI sebagai kunci otomatisasi industri.
“Jelas sekali bahwa industri di era digitalisasi berkembang jauh lebih pesat daripada era-era sebelumnya,” kata Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Susanto Djaja, Sabtu (25/1/2025), dikutip dari pemberitaan media nasional.














