PT Remala Abadi Tbk (DATA) menargetkan pemasangan 500 ribu jaringan internet home connect melalui produk NetHome.id. Target itu dicanangkan sebagai upaya mendukung target pemerintah untuk meningkatkan akses internet nasional hingga di atas 80 persen. Ekspansi itu juga untuk meningkatkan penjualan dan laba bersih perseroan hingga dua kali lipat pada tahun 2025.
Produk NetHome.id dirancang untuk menyasar segmen masyarakat menengah ke bawah yang belum terjangkau layanan internet berkualitas, dengan menawarkan harga yang terjangkau mulai Rp200 ribu per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps.
Ekspansi ini dilakukan setelah Grup Djarum melalui PT Iforte Solusi Infotek (iForte) yang dikendalikan oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi mengumumkan akan mengakuisisi Remala Abadi (DATA).
“Grup Djarum memiliki jaringan inter-island yang luas, sedangkan DATA memiliki jalur inter-city. Kami berkolaborasi untuk mengefisiensikan pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk pemanfaatan tiang dan jalur fiber yang sudah ada,” kata Direktur Utama DATA Agus Setiono dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Jumat, 24/01/2025
“Kami telah memulai pembangunan jaringan dengan target 500 ribu home connect di tahun 2025, naik signifikan dari 180 ribu jaringan pada awal tahun ini. Target ini memerlukan investasi sekitar Rp200 sampai Rp250 miliar yang akan didanai melalui kombinasi hasil akuisisi dan modal internal,” ujar Agus.
Dengan ekspansi ini, Agus mengungkapkan DATA akan mengubah fokus bisnis dari dominasi segmen B2B ke segmen ritel, yang mana saat ini pendapatan masih didominasi segmen B2B sekitar 70 sampai 80 persen.
Dalam membangun jaringan, DATA menerapkan pendekatan efisiensi dengan model home connect, yang membangun jaringan langsung ke rumah pelanggan dan memberikan layanan gratis pada bulan pertama agar pelanggan bisa mencoba langsung.
Perseroan berencana mendukung area yang sulit dijangkau fiber dengan menggandeng mitra lokal. DATA melihat peluang besar untuk memperluas penetrasi internet ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani.














