ItWorks- Pameran Bisnis Lisensi, Waralaba, dan Kemitraan di Indonesia The 23rd International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) x Indonesia Culinary Expo (ICE) 2025 , siap digelar dengan mentargetkan transaksi hingga senilai Rp1,5 triliun.
Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pertumbuhan brand (merek) lokal dan wirausaha (pebisnis), Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo kembali menghadirkan The 23rd International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025. Ajang pameran ini membuka lebih banyak peluang bisnis bagi para buyers, investor, dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan jaringan usahanya.
Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan IFRA sebagai platform bisnis yang strategis, tidak hanya untuk memperkenalkan brand brand potensial, tetapi juga untuk mempercepat pertumbuhan industri waralaba dan lisensi di Indonesia. “Dengan inovasi dan kolaborasi, kami optimis IFRA 2025 akan semakin berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan semangat wirausaha nasional,” ungkap Daswar Marpaung dalam acara Press Conference Pre-Event “The 23rd International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) X Indonesia Culinary Expo (ICE) 2025” (16/04/2025), di Jakarta.
Berbeda dari perhelatan sebelumnya, IFRA Business Expo 2025 akan digelar sebanyak dua kali secara offline di tempat yang berbeda. Pertama, digelar di ICE BSD, Tangerang pada tanggal 25-27 April 2025 dan akan menjadi penyelenggaraan ke-23. Tema yang diusung selama pameran berlangsung adalah “From Essential Ingredients to Extraordinary Opportunities”.
Selanjutnya, IFRA Business Expo akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 29-31 Agustus 2025 dan menjadi penyelenggaraan ke-24. Sebagai pameran waralaba dan lisensi terbesar di Indonesia, IFRA Business Expo 2025 menawarkan lebih dari sekadar pameran bisnis.
Di ajang pameran ini, buyers dapat terhubung langsung dengan pemilik brand waralaba, membangun jaringan dengan mitra strategis, serta menggali wawasan tentang tren bisnis terkini. Mulai dari sektor F&B, ritel, pendidikan, kecantikan, kesehatan, dan lainnya.“Kami optimis bahwa pameran ini dapat menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan sektor waralaba dan kemitraan bisnis di Indonesia,” ungkap Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dalam jumpa pers.
Dalam penjelasannya, Project Manager IFRA Business Expo 2025 Mega Khoriani memaparkan, IFRA Business Expo x ICE 2025, dikembangkan dengan konsep acara yang lebih menarik sebagai platform strategis yang menghadirkan lebih dari 350 brand waralaba dan kemitraan. “Pameran ini akan diikuti 240 exhibitor dan dikemas untuk mempertemukan para pelaku bisnis dan juga investor yang ingin menjalin kemitraan dalam bidang usaha ini. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kami optimistis tahun ini, kami mentargetkan nilai transaksi bisnis hingga Rp 1,5 triliun,” ujarnya.
Dengan treb industri waralaba dan lisensi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, pameran bisa mendorong minat masyarakat terhadap konsep bisnis siap pakai yang menawarkan sistem operasional yang telah teruji. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan disebutkan industri ini telah menciptakan 97.872 tenaga kerja dengan total keuntungan mencapai Rp143,25 triliun. Hingga Februari 2025, Kementerian Perdagangan mencatat ada 157 pemberi waralaba dalam negeri dan 154 pemberi waralaba luar negeri.Kementerian Perdagangan juga berkomitmen dalam mendukung kewirausahaan nasional dengan memperkuat merek lokal melalui waralaba dan lisensi.














