
BANDUNG–Pengusaha yang bergerak di bidang industri sistem keamanan, membentuk s Asosiasi Industri Sistem Kemanan Indonesia (AISKINDO). Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat AISKINDO, Stefanus Ronald Juanto, industri sistem keamanan selama lima tahun terakhir ini berkembang cukup pesat.
Menurut Ronald, untuk mewadahi industri sistem keamanan tersebut, pihaknya mendirikan sebuah asoasiasi. Perkembangan bisnis security tersebut, berkembang pesat berawal dari terjadinya peristiwa bom bali. Kemudian, setelah ada internet sistem keamanan ini lebih berkembang lagi. Karena, dulu sistem hanya bisa dilihat di rumah atau kantor. Sekarang, sudah ada mobile phone yang bisa mengakses sistem keamanan dimanapun berada.
Bahkan, ke depan bisnis sistem keamanan ini di Indonesia, akan semakin besar dan terus berkembang lagi. Hal ini, seiring dengan banyaknya infrastruktur pemerintah yang dibangun. Yakni, dari mulai air port, bandara, sampai smart city. Saat ini, kata dia, anggota AISKINDO ada 300 orang. Ia berharap, setelah acara pertemuan dengan seluruh anggota AISKINDO berlangsung, akan terbentuk DPC Kota Bandung.
Sementara menurut Dewan Penasehat Pengurus Pusat AISKINDO, Darwin Lestari Tan, saat ini Indonesia belum memiliki pendidikan yang khusus memberikan pelatihan sistem keamanan. Padahal, di beberapa negara sudah ada. Ia berharap, setelah ada AISKINDO, akan ada standar pelatihan sistem keamanan ini. Agar, jangan sampai orang yan tak mengerti apa-apa bisa bebas memasang sistem keamanan padahal tanpa memiliki skill dan pengetahuan.
Selain itu, kata dia, karena kurangnya pemahaman, banyak orang yang memasang cctv tanpa memperhatikan estetika dan etikanya. Contohnya, memasang CCTV di kamar mandi padahal secara etika tak diperbolehkan.
Bisnis sistem keamanan, cukup berkembang di Indonesia. Karena potensinya, besar. Namun, belum seluruhnya tergali karena yang dimanfaatkan masih kecil dibandingkan potensi yang ada. (red/ju)













