ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Samsung: Real Quantum Dot, Standar Baru untuk Kualitas Gambar

Fauzi
4 May 2025 | 13:03
rubrik: Product
Samsung: Real Quantum Dot, Standar Baru untuk Kualitas Gambar
Share on FacebookShare on Twitter

Quantum dot menjadi sorotan sebagai material generasi baru untuk beragam penggunaan, termasuk perangkat display, alat kesehatan, dan sel surya. Pada 2024, Samsung Electronics berhasil mengembangkan material quantum dot bebas kadmium pertama di dunia dan sukses memasarkan teknologi ini melalui TV SUHD mereka. Sejak 2017, Samsung terus memperkuat reputasi mereka dalam teknologi quantum dot melalui QLED, seri TV quantum dot mereka. Samsung Newsroom mengulas bagaimana perangkat display Samsung menjadi next level berkat teknologi quantum dot.

Quantum Dot: Inovasi Display Generasi Baru
Quantum dot adalah partikel semikonduktor super halus yang ribuan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia. Sejak awal, di antara material lainnya, karakter fisik quantum dot dapat meningkatkan keakuratan warna dan kecerahan ke level tertinggi. Hal ini menjadikan quantum dot terobosan yang merevolusi teknologi perangkat display.

Saat diterapkan pada perangkat display, quantum dot menghadirkan spektrum warna yang luas dan mendekati warna asli yang terlihat langsung oleh mata. Selain itu, quantum dot juga dapat menyesuaikan keseimbangan cahaya pada tingkat pixel. Dengan memancarkan cahaya ke segala arah, quantum dot memberikan kecerahan yang merata dan warna yang konsisten dari berbagai sudut pandang sembari meminimalisir paparan blue light untuk pengalaman menonton yang lebih nyaman.

Hal yang Membuat TV Quantum Dot Berbeda: Konten, Kualitas Film, dan Teknologi Bebas Kadmium
Industri TV terus mencari dan mengembangkan cara untuk memasarkan quantum dot karena material ini menjadi terobosan dalam teknologi perangkat display. Oleh karena itu, berbagai jenis TV quantum dot telah hadir di pasaran baru-baru ini, menawarkan beragam pilihan bagi konsumen.

Meski demikian, pembeda utama pada TV quantum dot terdapat pada cara teknologi ini diterapkan dan kualitas perangkat display secara keseluruhan. Untuk menghadirkan pengalaman menonton yang premium, terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan, seperti jumlah kandungan quantum dot, kualitas film quantum dot, dan penggunaan material bebas kadmium.

BACA JUGA:  Dikenalkan di CES 2023, Begini Spesifikasi Apik Laptop Acer Nitro 16 dan Nitro 17

Kandungan Quantum Dot
Kualitas sebenarnya dari TV quantum dot dapat dilihat dari kandungan quantum dot di dalamnya. Film quantum dot membutuhkan setidaknya 3,000 bagian per juta (ppm) material untuk mencapai kualitas gambar yang tajam, warna yang hidup, serta akurat yang hanya bisa diberikan oleh quantum dot.

Film Quantum Dot
Samsung QLED menghilangkan kebutuhan akan lapisan fosfor terpisah untuk meningkatkan efisiensi cahaya dan energi sembari memberikan warna yang lebih tajam. Quantum dot OLED (QD-OLED), yang terdiri dari lapisan transistor film tipis (TFT), sumber yang memancarkan cahaya sendiri, dan film quantum dot yang memanfaatkan cahaya dari TFT, melangkah lebih jauh dalam meningkatkan kualitas gambar. Pada kedua kasus ini, film quantum dot khusus dengan jumlah kandungan quantum dot yang cukup menjadi hal penting untuk menghadirkan gambar berkualitas tinggi dan awet.

Bebas Kadmium
Pada tahap awal pengembangan TV quantum dot, kadmium merupakan hal penting untuk mendapatkan manfaat utama dari quantum dot, seperti menghasilkan warna yang tajam dan rasio kontras yang seimbang. Pada saat itu, kadmium dianggap sebagai material yang paling efisien untuk membuat quantum dot.

Akan tetapi, sifat beracun kadmium menjadi hambatan utama dalam memasarkan teknologi quantum dot. Unsur kimia ini menimbulkan ancaman yang serius bagi lingkungan. Kadmium menjadi sulit digunakan secara luas meskipun merupakan material yang paling cocok untuk penerapan teknologi quantum dot.

Untuk mengatasi tantangan ini, pada tahun 2014 Samsung mengembangkan material quantum dot bebas kadmium pertama di dunia dan sukses memasarkan teknologi ini dengan TV SUHD mereka di tahun selanjutnya untuk membuka era baru bagi TV quantum dot.

10 Tahun Memimpin Inovasi Quantum Dot
Samsung dengan cepat menyadari potensi dari teknologi quantum dot dan memimpin inovasi dalam pasar perangkat display global selama 10 tahun terakhir melalui penelitian dan investasi berkelanjutan.

BACA JUGA:  Dari Data ke Podium, Teknologi Garmin Ubah Cara Atlet Taklukkan Hybrid Race

Samsung mulai meneliti dan mengembangkan teknologi quantum dot pada tahun 2001, saat penelitian tentang material bebas kadmium masih sangat terbatas. Untuk menghasilkan warna yang tajam, partikel berukuran nano harus dibuat seragam. Namun, keterbatasan teknologi dan penelitian membuat partikel ini menjadi sangat sulit diproduksi secara massal.

Meski terdapat berbagai tantangan, Samsung berhasil menciptakan material nanokristal bebas kadmium pada tahun 2014. Sejak saat itu, Samsung memiliki keahlian yang luas – mendaftarkan lebih dari 150 hak paten – dan terus berupaya memajukan teknologi tersebut. Komitmen jangka panjang Samsung mencapai puncaknya pada tahun 2015, ketika mereka meluncurkan TV SUHD dengan teknologi quantum dot bebas kadmium pertama di dunia.

Jajaran produk QLED Samsung diungkapkan pada tahun 2017 dan menetapkan standar baru bagi TV premium yang melampaui keterbatasan TV OLED. Dengan menggunakan teknologi quantum dot berbasis logam, Samsung berhasil mencapai standar warna DCI-P3 dari Digital Cinema Initiative dan juga 100% volume warna untuk pertama kalinya di dunia, menyajikan tampilan warna yang memukau. Menariknya, penggunaan teknologi quantum dot anorganik ini melindungi layar dari burn-in untuk memastikan kualitas gambar yang konsisten seiring berjalannya waktu.

Setelah berhasil mengembangkan elemen pemancar cahaya merah pada perangkat display pada tahun 2019, Samsung meningkatkan efisiensi pencahayaan biru QLED – yang dianggap paling sulit untuk diterapkan di antara tiga warna QLED utama[3] – hingga mencapai 20.2%, tertinggi di industri.

“Menemukan material biru untuk QLED yang mampu memancarkan cahaya dengan mandiri dan menunjukkan performa unggul di level perangkat merupakan pencapaian besar dalam penelitian ini,” ujar Dr. Chang Eunjoo, seorang anggota Samsung Advanced Institute of Technology. “Teknologi quantum dot khas Samsung sekali lagi berhasil mengatasi hambatan teknis.”

BACA JUGA:  OPPO Siap Berikan Kemampuan Agentic AI ke Penggunanya

Kemajuan pesat teknologi ini mengantarkan peluncuran TV QD-OLED, yang mencetak sejarah di CES 2022 dengan memenangkan penghargaan Best Innovation berkat integrasi teknologi quantum dot dan layar OLED.

Samsung tetap berkomitmen untuk mengembangkan teknologi quantum dot melalui inovasi yang berkelanjutan. Samsung terus berinvestasi dalam memimpin teknologi perangkat display – dari SLED hingga Neo OLED – dengan menghadirkan tingkat kecerahan tinggi, keakuratan warna, dan frekuensi yang optimal. Didukung oleh inovasi quantum dot yang tidak tertandingi, teknologi perangkat display Samsung memiliki masa depan yang semakin cerah.

Tags: AIQLEDQuantum DotSamsung
Previous Post

Laporan Jobstreet “Hiring, Compensation, & Benefits 2025”: Rekrutmen Indonesia Diramal Melesat di Paruh Kedua 2025

Next Post

AQUA Elektronik Bersama DPR-MPR Gelar Women’s Day Run 10K 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto