ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menerima kunjungan tim dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di BRIN Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun- Bandung. Dalam kesempatan itu, BRIN memapaparkan sejumlah program strategis untuk lima tahun ke depan.
Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN Budi Prawara, mengenalkan berbagai program tersebut seperti program Big Data yang memiliki fokus pada pemanfaatan data citra satelit dan data genetik. Kemudian program Internet of Things untuk smart city, lingkungan, dan kebencanaan.
Di samping itu juga ada program Sistem Deteksi, berkenaan dengan observasi perairan Indonesia yang sangat luas. Di mana perairannya memiliki sumber kekayaan biodiversitas yang belum dieksplorasi penuh. “Kami menyambut baik kunjungan bapak ibu dari ITERA untuk berdiskusi mengenai penjajakan kerja sama pengembangan akademik dan kolaborasi riset. Kami juga memiliki berbagai skema di antaranya terkait fasilitasi pendanaan, infrastruktur dan mobilitas periset,” ujar Budi dalam keterangannya saat menerima delegasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Jum’at (8/8), dirilis Humas BRIN, baru-baru ini.
Budi memperkenalkan 7 pusat riset yang ada di lingkup OREI BRIN yaitu PR Telekomunikasi (PRT), PR Elektronika (PRE), PR Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS), PR Mekatronika Cerdas (PRMC), PR Sains Data dan Informasi (PRSDI), PR Komputasi (PRK), dan PR Geoinformatika (PRGI).
“Untuk kolaborasi dan kerja sama, BRIN memiliki berbagai skema kegiatan, seperti RIIM (Riset Inovasi Indonesia Maju) Kompetisi, RIIM Invitasi, RIIM Ekspedisi, dan Fasilitasi Inovasi Akar Rumput (FIAR). BRIN juga menyediakan skema pendanaan untuk pengujian produk inovasi, baik di bidang kesehatan maupun pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujarnya.
Kepala PRKAKS BRIN Anto Satriyo Nugroho menyampaikan, ruang lingkup kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Al) adalah mencakup pengetahuan pemecahan masalah, penalaran dan perencanaan, pengetahuan dan penalaran yang tidak pasti. Selanjutnya ada pembelajaran mesin, berkomunikasi, mengamati dan bertindak seperti pemrosesan bahasa alami, Computer Vision, dan Robotika.
“Pemanfaatan teknologi Al dan Cyber Security (CS) harus dibarengi dengan penguasaan teknologi tersebut secara nasional. Tentunya melalui kegiatan penelitian terhadap teknologi utama dan penggunaannya di berbagai bidang pembangunan yang bertanggung jawab,” terangnya.
Dirinya memaparkan berbagai kegiatan riset yang dilaksanakan di PRKAKS BRIN. Mulai dari kegiatan riset hingga berbagai layanan kegiatan, yang melibatkan perguruan tinggi termasuk aktivitas para mahasiswa yang bisa diikuti melalui berbagai program. “Seperti magang, bimbingan tugas akhir, riset asisten, pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), postdoc, dan visiting researcher,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yusuf Nur Wijayanto Kepala PRE BRIN dan Prof. Nasrullah Armi Kepala PRT BRIN hadir memperkenalkan berbagai kegiatan riset elektronika. Yusuf menegaskan, kerja sama bukanlah sebuah kesepakatan yang tertuang dalam dokumen saja, namun mengacu pada kerangka acuan kerja sehingga dapat bernilai manfaat bagi semua pihak.
Koordinator Program Studi Teknik Telekomunikasi ITERA Novalia Pertiwi selaku ketua rombongan menyampaikan, diskusi ini penting dilakukan karena adanya keterkaitan dan kebutuhan untuk kerja sama antara ITERA dengan OREI BRIN. Hal tersebut mengingat kesesuaian program studi di ITERA dengan Pusat Riset atau Kelompok Riset di OREI BRIN serta pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
“Kami menilai berbagai program studi di ITERA dapat diselaraskan dengan riset dan berbagai skema yang ada di BRIN. Sehingga membuka peluang hubungan yang lebih erat dan semakin baik lagi. Saat ini terdapat beberapa mahasiswa yang sudah melaksanakan pemagangan dan pembimbingan tugas akhir di BRIN,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Yusuf menekankan perlunya pembahasan secara rinci dan terfokus baik dengan pusat riset maupun kegiatan pada kelompok riset antara ITERA dan OREI BRIN.”Agar dapat menentukan ruang lingkup, strategi dan hal lainnya dalam rangka kerjasama riset,” tuturnya.
Delegasi ITERA berkesempatan pula meninjau langsung ke beberapa fasilitas laboratorium BRIN Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun Bandung, dipandu oleh Kepala PRE BRIN dan Kepala PRKAKS BRIN.














