OutSystems, pemimpin global dalam platform pengembangan low-code, secara resmi mengumumkan ketersediaan umum OutSystems Agent Workbench. Solusi ini dirancang untuk memberdayakan perusahaan dalam merealisasikan nilai bisnis dari kecerdasan artifisial (AI) melalui sistem agentik yang memudahkan pembuatan dan pengelolaan agen AI cerdas di berbagai use case, departemen, dan alur kerja.
Pengumuman ini disampaikan pada OutSystems 2025 ONE Conference, yang mempertemukan ribuan pemimpin TI dan pengembang dari seluruh dunia. Kehadiran Agent Workbench dinilai tepat waktu, mengingat 93% organisasi memprioritaskan pengembangan agen AI, namun sering terkendala oleh tantangan tata kelola, keamanan, dan integrasi.
Beberapa pengguna awal dari program Early Access, termasuk Axos Bank, Thermo Fisher Scientific, dan KPMG, telah melaporkan peningkatan signifikan. Axos Bank, misalnya, memanfaatkan platform ini untuk mengotomatiskan analisis error log dan entri data dokumen, yang menghasilkan peningkatan efisiensi operasional dan pengurangan beban tugas manual.
“Agent Workbench menyediakan infrastruktur bagi perusahaan untuk mencapai hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan sistem agen, sekaligus mempertahankan kemampuan observasi dan kontrol yang kritis,” ujar Woodson Martin, CEO OutSystems, dalam rilis, 1/10/2025.
Platform yang telah ditingkatkan ini kini menawarkan fitur-fitur canggih, termasuk marketplace untuk agen dan dukungan Model Context Protocol (MCP) yang mempercepat otomatisasi dengan memberikan akses langsung ke sistem perusahaan. Agent Workbench juga mendukung berbagai model bahasa besar (LLM) terkemuka, termasuk dari AWS, Azure, Google, dan Anthropic, serta model open-source.
Dengan demikian, OutSystems Agent Workbench tidak hanya menawarkan kecepatan nilai bisnis, tetapi juga kerangka tata kelola yang robust, memposisikan organisasi untuk memimpin dalam lanskap kompetitif yang semakin dipengaruhi oleh AI agentik.














