ItWorks.id- RSUD Palembang Bari terus memperkuat langkah menuju rumah sakit unggul dan mandiri berbasis teknologi digital. Dalam presentasi penjurian TOP Digital Awards 2025, Direktur RSUD Palembang Bari, dr. Amalia, memaparkan transformasi besar yang tengah dilakukan pihaknya dalam mengintegrasikan sistem pelayanan kesehatan dengan teknologi informasi.
“Kami mencoba merubah visi misi kami ke depan dengan sesuai konsep digital terintegrasi. Dimana visi kami saat ini adalah menjadi rumah sakit unggul dan mandiri berbasis digitalterintegrasi dengan tiga misi,” ujar Amalia saat presentasi di depan tim juri, belum lama ini secara daring melalui aplikasi zoom meeting.
Dijelaskan, ketiga misi tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi, peningkatan sumber daya rumah sakit yang bermutu dan modern, serta penguatan peran RSUD Palembang Bari sebagai pusat pendidikan dan pelatihan di Indonesia.
Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Palembang dengan status Badan Layanan UmumDaerah (BLUD), RSUD Palembang Bari mengusung nilai-nilai pelayanan publik seperti citra pelayanan, citra kebersihan, citra tertib pelaksanaan, citra keramahan, serta citra ikhlas bekerja.Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam menerapkan digitalisasi layanan agar lebih efisien dan transparan.
Dalam presentasinya, Amalia menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya strategipeningkatan pelayanan, tetapi juga bagian dari reformasi manajemen dan efisiensi operasional.“Dalam strategi bisnis secara umum, tentunya kami melaksanakan pelayanan ini dalam rangka peningkatan aksesibilitas pelayanan, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan efisiensi dan manajemen SDM, dan pada ujungnya adalah peningkatan kepuasan pasien dan karyawan,” jelasnya.
Secara finansial, kinerja RSUD Palembang Bari juga menunjukkan peningkatan signifikan. Total aset rumah sakit pada 2024 tercatat Rp303,5 miliar, meningkat menjadi Rp317,9 miliar pada 2025. Pendapatan tahun 2024 mencapai Rp106,5 miliar, sementara hingga September 2025 sudah mencapai Rp99,7 miliar. “Total laba di tahun 2024 sebesar Rp3.436.114.837,41 dan sampai dengan anggaran 2025 total laba saat ini sampai dengan September sebesar Rp18.393.122.338,” ungkap Amalia.
“Total laba di tahun 2024 sebesar Rp3.436.114.837,41 dan sampai dengan anggaran 2025 total laba saat ini sampai dengan September sebesar Rp18.393.122.338,” ungkap Amalia.
Kenaikan juga terjadi pada alokasi anggaran teknologi informasi. Tahun 2024, RSUD Palembang Bari hanya mengalokasikan 0,78% dari total pendapatan untuk IT. Namun, pada 2025 meningkat menjadi 1,94%. “Kami mengalokasikan anggaran meningkat sebesar 108% yaitu sebesar Rp1.938.420.000,” kata Amalia.
Inovasi Digital dan Kemandirian IT
Transformasi digital di RSUD Palembang Bari bukan sekadar wacana. Berbagai inovasi telah berhasil dikembangkan secara mandiri oleh tim IT internal rumah sakit tanpa menggandeng vendor eksternal. Langkah ini dinilai sebagai bentuk efisiensi sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami memang tidak bekerja sama dengan vendor. Inilah mungkin nilai plus kami. Kami mencoba mengembangkan dan melatih tenaga IT kami agar dapat mengembangkan secara mandiri sehingga bisa lebih memahami maunya Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari dan juga dapat menekan biaya dalam anggaran untuk pembangunan sistem,” terang Amalia.
Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah aplikasi Bari Mobile, sebuah sistem yang memungkinkan pasien melakukan pendaftaran, melihat jadwal dokter, mengakses riwayat medis, hingga melakukan pembayaran secara daring.
“Abari Mobile ini merupakan aplikasi mobile pasien sebagai user daripada pelayanan Rumah Sakit Umum Palembang Bari untuk memudahkan pasien mengakses layanan kesehatan mulai dari pendaftaran, informasi jadwal, riwayat medis sampai pembayaran secara praktis melalui perangkat seluler,” jelasnya.
Selain itu, RSUD Palembang Bari juga mengembangkan rekam medik elektronik terintegrasi yang seluruhnya dibangun oleh tenaga IT internal. Aplikasi ini menjadi pondasi menuju sistem kesehatan digital nasional.“Fitur ini dikembangkan langsung oleh IT RSUD Palembang Bari dengan manfaatnya adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat berupa pasien dan keluarga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkoordinasi, serta tersambung nanti dengan satu sehatnya Kementerian Kesehatan,” ungkap Amalia.
Transformasi digital ini tidak hanya berhenti pada pelayanan pasien. RSUD Palembang Bari juga mengembangkan berbagai sistem internal seperti e-Kinerja Pegawai, Dashboard Real Time, dan aplikasi pengaduan infrastruktur (HPDES). “Kami juga melaksanakan aplikasi e-kinerja pegawai yang berguna untuk memantau, menilai dan mengelola kinerja pegawai. Serta yang terbaru kami mengembangkan aplikasi real time yaitu dashboard yang bermanfaat untuk menyajikan data secara visual,” ujar Amalia.
Lebih jauh, RSUD Palembang Bari juga berupaya menjaga keamanan sistem digitalnya melalui berbagai lapisan proteksi, mulai dari firewall, VPN, hingga penetration test oleh pihak eksternal.“Kami juga pernah ada yang masuk ke sistem IT kami melaksanakan pen test dan kami juga memberikan piagam penghargaan terhadap yang melaksanakan pen test ini dari pihak eksternal,” katanya.
Transformasi digital yang dijalankan RSUD Palembang Bari menjadi bukti bahwa rumah sakit daerah pun mampu berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan esensi pelayanan publik. Dengan fondasi sistem digital terintegrasi yang kuat, RSUD Palembang Bari kini menapaki langkah menuju rumah sakit modern yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pasien. (ABDUH)














