ItWorks- Kazee Digital Indonesia, startup ICT yang bergerak di bidang Data Analytics & Kecerdasan Artifisial, kembali meraih penghargaan bergengsi di ajang Top Digital Awards 2025 di level Bintang 5/ Top Digital Implementation 2024 # Level Stars 5.
Penghargaan ini berhasil diraih tak lepas dari komitmen Kazee dalam mendorong transformasi digital di Indonesia melalui inovasi dan solusi teknologi digital yang dihadirkan. Seperti solusi aplikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan smart technology lainnya. Inovasi dan peran Kazee ini dipaparkan pada saat presentasi dan penjurian di depan Tim Dewan Juri “Top Digital Awards 2025 yang exspert di bidangnya.
Atas capaian penghargaan Top Digital Implementation 2025 # Level Stars 5 (Excellent-sangat baik), CEO PT Kazee Digital Indonesia, DR. I Made Ariya Sanjaya juga diberikan penghargaan sebagai “Top Leader on Digital Implementation 2025”. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan selaku pucuk pimpinan perusahaan, yang kian berhasil mengembangkan dan memajukan manajemen perusahaan melalui solusi digital, sehingga bisa terus berkembang. Hal ini juga menjadi faktor kuat yang kian mendapat kepercayaan luas.
Piala dan piagam penghargaan telah diterima oleh CTO Kazee Digital, Muhammad Rizki Samsul Ariefin dan VP Sales Bisnis Kaze, Dian Kahari) pada acara “Puncak Penghargaan TOP Digital Awards 2025” yang berlangsung, pada 4 Desember 2025, di Dian Ballroom Raffles Hotel, Jakarta. Turut hadir juga dalam acara ini, Yudi Permana (Partnership Manager & Event) Jakarta.
Dalam kesempatan itu, CTO Kazee Digital, Muhammad Rizki Samsul Ariefin menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasihnya atas apresiasi ini. Penghargaan ini juga menjadi penyemangat untuk terus berinovasi lagi ke depan. “Ke depan, kami akan terus fokus pada pengembangan soljusi teknologi AI dan data analytics untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin kompleks. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam melakukan akselerasi transformasi digital ini,” ungkapnya.
Prestasi ini kian mengukuhkan posisi Kazee Digital Indonesia sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di Indonesia. Ke depannya, Kazee berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi-solusi inovatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan berkontribusi pada kemajuan industri teknologi di Indonesia.
Saat wawancara penjurian beberapa waktu lalu dijelaskan, bahwa aktivitas usaha atau operasional – layanan utama Kazee Digital, meliputi: Big Data & AI Consulting (ML/GENAI/AGENTIC) serta melakukan Training. Secara umum solusi terbagi dalam 4 produk “ABCD” untuk mendukung pengambilan keputusan strategis:. A – Artificial Intelligence: Mendorong keputusan cerdas melalui insight dan analisis data internal. B – Business Intelligence: Memanfaatkan aset data melalui solusi komprehensif. C – Communication: Media monitoring dan social media management. Serta D – Digital Transformation: Modernisasi operasi (HR, CRM, e-commerce).
Sedangkan strategi Bisnis saat ini, secara umum) – Inovasi Produk: Meluncurkan produk AI end-to-end (KazeeAI) yang menjawab kebutuhan pasar (termasuk privasi data on-premise). Solusi efisiensi operasional: Menggunakan teknologi Gen-AI (Fastra) secara internal untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pembuatan Laporan.
Adapun fokus pengembangan solusi sesuai IT Master plan 2024-2026 6 Plan mencakuo tiga pilar. Pertama,di antaranya inovasi produk & layanan AI (Market Leadership). Dilakukan sejak 2024 : pengembangan platform Gen-AI end-to-end (KazeeAI). Tahun 2025: Integrasi Produk Kazee sebagai Pendukung Ekosistem AI. Di tahun 2025 juga dilakukan peningkatan solusi on-premise untuk menjawab isu kedaulatan data.
Pilar kedua untuk keunggulan operasional solusi cerdas (Operational Excellence) yang dihadirkan. Antara lain tahun 2025: Otomatisasi proses bisnis internal menggunakan Gen-AI (fastra). Implementasi ticketing cerdas (Jira + Gen-AI Assist). Dan tahun 2026 dilakukan pengembangan : Penggunaan AI untuk Cyber Security (AI SIEM). Pilar ketiga: Tata Kelola & Fondasi yang Tangguh (Governance & Security). Dalam hal ini di 2025: Implementasi kerangka kerja Tata Kelola Data (Data Lakehouse). Dan diperkuat 2026: Penguatan Cyber Security berbasis ISO 27001.
“Tentunya ke depan, kami akan terus fokus pada pengembangan teknologi AI dan data analytics untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin kompleks. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menghadapi era digital,” ujarnya.
Ketua Penyelenggara TOP Digital Awards 2025 yang juga Pemimpin Redaksi Majalah ItWorks ,M. Lutfi Handayani ST. MBA, mengatakan, bahwa kegiatan TOP Digital Awards merupakan kegiatan penilaian dan penghargaan yang diberikan kepada Instansi pemerintahan dan Korporasi Bisnis, yang dinilai telah berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. “Insya Allah ini merupakan yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia yang di dalamnya juga sarat pembelajaran bersama,”kata M. Lutfi Handayani ST. MBA, dalam laporan sambutannya.
Ditambahkan Lutfi, TOP DIGITAL Awards dilakukan juga untuk mendorong adanya inovasi-inovasi baru digitalisasi. Terutama mendukung akselerasi transformasi digital di Tanah Air sebagai kesiapan dalam memasuki era industri 4.0 dan era Society 5.0. Termasuk adanya tren dan dinamika dalam pemanfaatan teknologi terkini. Seperti teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT) yang saling melengkapi dan dapat meningkatkan efisiensi dan perbaikan proses dalam berbagai bidang. Termasuk solusi IT Security yang belakangan tengah menjadi perhatian banyak kalangan di tengah tingginya proses transformasi digital saat ini.
TOP DIGITAL Awards lanjutnya, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah ItWorks dari MSI Group, dengan didukung oleh para Pakar dan Dewan Juri dari berbagai asosiasi TI, seperti APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer), MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), dan LKN (Lembaga Kajian Nusantara – Asta Cita).














