PT Metra Digital Media (MDMedia), anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang layanan kreatif dan media digital, kembali didapuk sebagai kandidat peraih TOP Digital Awards 2025. Untuk keperluan penilaian, MDMedia hadir mengikuti sesi penjurian yang digelar secara daring oleh Majalah ItWorks, Kamis (13/11/2025).
Seperti dikatakan Rizky Rosevano, Corporate Communication MDMedia, perusahaan memiliki kegiatan usaha yang mencakup tiga fokus utama, yaitu Media & Content Creative, Integrated Digital Media dan Digital Printing. Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi utama perusahaan dalam menyediakan solusi digital yang semakin terintegrasi bagi pelanggan korporasi maupun publik.
“Kami ingin menjadi penyedia pilihan utama untuk layanan kreatif digital dan media umum,” ujar Rizky terkait visi yang diusung perusahaan.
Visi tersebut diwujudkan melalui tiga misi: menyediakan solusi kreatif digital yang sesuai kebutuhan pelanggan, memperkuat sinergi dengan Telkom Group, serta menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam menghadapi dinamika industri media dan teknologi yang bergerak cepat, MDMedia mengusung strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi bisnis digital, penguatan layanan (portfolio) yang sudah ada, dan inovasi model bisnis.
“Strateginya menyeimbangkan antara efisiensi internal (biaya, produktivitas, GCG, budaya kerja) dengan ekspansi eksternal (pangsa pasar, pengalaman pelanggan, kemitraan strategis),” jelas Rizky di hadapan dewan juri.
AdXelerate
MD Media terus memperluas kapabilitas platform periklanan digitalnya, AdXelerate, dengan pendekatan berbasis first-party data yang semakin komprehensif. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pengiklan terhadap penargetan audiens yang lebih presisi sekaligus memperkuat alternatif dari ekosistem periklanan yang selama ini didominasi oleh raksasa teknologi global.
Business Solution Specialist MD Media, Mirza Taufik Ahmad, menjelaskan bahwa AdXelerate sejak awal dirancang sebagai platform programatik yang mengandalkan data Telkomsel sebagai audience data utama. Menurutnya, data ini memiliki keunggulan signifikan dibandingkan sumber data lain seperti cookies atau input pengguna pada layanan Google dan Meta.
“Kita menggunakan data Telkomsel ini sebagai audience data, di mana data ini lebih fleksibel dibandingkan dengan data cookies atau data user dari Google atau Meta,” jelas Mirza.
“Di belakang data telko ini, kita terkait dengan data identitas yang lebih valid. Namun tentu saja kami tidak mengekspos identitas tersebut, hanya memanfaatkannya sebagai penargetan yang lebih presisi,” tambahnya.
Jika sebelumnya AdXelerate hanya fokus pada satu fungsi—platform programatik berbasis data telko—tahun ini MDMedia mulai melakukan ekspansi besar. AdXelerate dikembangkan menjadi platform terintegrasi yang mampu berjalan berdampingan dengan berbagai kanal iklan digital utama, mulai dari Google Ads, Meta Ads, TikTok, hingga X.
Perubahan ini menghadirkan fleksibilitas baru bagi pengiklan, karena seluruh aktivitas kampanye dapat dikelola dalam satu ekosistem terpadu.
Perluasan First-Party Data dan Jaringan Iklan
Selain data Telkomsel, AdXelerate kini terhubung dengan sumber first-party data lainnya. Mirza menyebut salah satunya adalah data pengguna Alfagift, yang menambah kedalaman segmentasi audiens. Tidak hanya itu, AdXelerate juga memperluas jangkauannya melalui integrasi dengan ad exchange yang terhubung ke ratusan hingga ribuan aplikasi dan situs global.
“Kami tidak hanya bergantung pada data telko saja, sekarang kami juga menggunakan first-party data lainnya dan jaringan iklan yang lebih luas lewat ad exchange,” ujar Mirza.
Salah satu fitur yang menjadi kekuatan AdXelerate adalah data analytic service yang mampu menghasilkan segmentasi perilaku secara kustom. Konsep geografis-dinamis menjadi salah satu contohnya.
Mirza menjelaskan bagaimana analitik dapat melihat pola pergerakan profesional di kawasan Sudirman–Thamrin dan mengidentifikasi kecenderungan lokasi tinggal mereka. Informasi tersebut bisa dimanfaatkan, misalnya, untuk menargetkan calon pembeli properti di wilayah BSD.
“Dengan data analitik, kita bisa meng-custom target audience seperti apa. Kita lihat orang-orang yang bekerja di sepanjang Sudirman–Thamrin, apakah mereka pulang ke wilayah Jakarta Barat hingga Tangerang. Itu jadi target potensial untuk kampanye tertentu,” jelasnya.
Selain jaringan iklan digital, AdXelerate juga memperkuat kemampuannya melalui integrasi dengan WhatsApp Targeted dan Messaging Targeted. SMS yang selama ini bersifat statis kini mulai dikembangkan menjadi RCS (Rich Content Service) bekerja sama dengan Google.
“SMS sekarang sudah bisa seperti WhatsApp—ada gambar, link, tombol, dan karakter yang lebih panjang. Ini nantinya bisa diintegrasikan dengan AdXelerate,” kata Mirza.
Tidak berhenti sampai di situ, MDMedia juga menambahkan layanan Marketing Technology Services yang memungkinkan pengiklan melakukan tracking menyeluruh atas performa kampanye. Lebih dari itu, perusahaan dapat mengimpor data internal mereka, seperti data nasabah bank, aplikasi pembayaran digital, hingga layanan pinjaman online.
Dengan integrasi tersebut, pengiklan dapat menargetkan audiens berdasarkan perilaku aktual, misalnya pengguna yang aktif bertransaksi atau nasabah yang menunjukkan pertumbuhan nominal pinjaman.
“Data internal bisa ditargetkan menggunakan AdXelerate. Ini mendorong mereka engage dengan platformnya,” tandas Mirza.














