Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui percepatan Digitalisasi PA Banyuwangi. Upaya ini diwujudkan dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia teknologi informasi (TI) serta penerapan prosedur pengembangan aplikasi yang terukur dan modern.
Dalam penyampaian materi bertajuk “Menuju Peradilan Agama yang Agung dan Modern” pada ajang TOP Digital Awards 2025, Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi, Ahmad Rifai, memaparkan kebijakan strategis terkait pengelolaan human capital TI di lingkungan PA Banyuwangi.
“Pengelolaan human capital TI dilakukan melalui peningkatan kompetensi berkelanjutan, monitoring, serta mengikuti penilaian potensi pegawai negeri sipil Mahkamah Agung yang layak dipromosikan untuk menempati posisi strategis di bidang TI,” ujar Rifai saat menyampaikan presentasi secara virtual, Kamis (13/11/2025).
Pengembangan Aplikasi Berbasis Agile untuk Layanan Lebih Cepat
Dalam rangka memastikan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan, PA Banyuwangi menerapkan Agile Development Methodology dalam setiap proses pengembangan aplikasi.
Metode ini dinilai mampu mempersingkat waktu pengembangan sekaligus meningkatkan fleksibilitas tim TI dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Prosedur implementasi TI dilakukan dalam tiga fase utama:
- Development Phase, meliputi persiapan pre-deployment dan pengujian aplikasi.
- Pilot Project Phase, mencakup deployment pilot dan pemeliharaan pasca implementasi.
- Production Phase, yaitu proses deploy final hingga aplikasi siap digunakan secara penuh.
Selain itu, pengawasan proyek dilakukan melalui Gantt Chart sebagai alat kontrol proses pengerjaan. Keluhan dan issue tracking layanan TI dilayani melalui WhatsApp, website, serta media sosial resmi PA Banyuwangi.
Penguatan Tata Kelola dan Keamanan Data
Rifai menegaskan bahwa tata kelola TI menjadi prioritas utama dalam ekosistem digital PA Banyuwangi. Setiap inovasi yang dikembangkan selalu merujuk pada regulasi yang berlaku, termasuk aspek keamanan data dan privasi pengguna.
“Keamanan data merupakan fokus utama. Infrastruktur keamanan server terpadu dijaga secara berkala, dengan penggunaan firewall, anti-DDoS, pembatasan akses dari jaringan internal, hingga otomatisasi keamanan melalui fail2ban,” jelas Rifai.
PA Banyuwangi juga memastikan bahwa setiap pengembangan dilakukan oleh tenaga ahli TI yang memiliki kompetensi memadai, serta memanfaatkan inovasi digital sebagai sumber data yang akuntabel.
TOP Digital Awards merupakan penghargaan nasional terbesar di bidang Teknologi Informasi, Telekomunikasi, dan Solusi Digital. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah It Works sejak 2016, bekerja sama dengan berbagai asosiasi, konsultan, dan pakar terkemuka di sektor digital.
Editor: Teguh IS














