ItWorks.id-Tahun ini Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja terpilih masuk nominasi sebagai kandidat untuk penghargaan “TOP Digital Awards 2025”. Prsentasi dan wawancara penjurian dilakukan secara daring (6/11/2025) melalui aplikasi zoom meeting yang dihelat Majalah ItWorks Jakarta.
RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja merupakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang berfungsi menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Baturaja dan sekitarnya. RSUD ini memiliki core business sebagai penyelenggaraan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna (Rawat Jalan, Gawat Darurat, Rawat Inap, dan Penunjang Medis/Non-Medis) bagi masyarakat Ogan Komering Ulu dan sekitarnya, dengan mengutamakan penyembuhan, pemulihan, serta upaya rujukan secara komprehensif.
Demikian diungkapkan Direktur RSUD Dr. H Ibnu Sutowo Dr. Rynna Dyana R, MKM, saat presentasi dalam wawancara penjurian ini. Hadir dalam acara penjurian di antaranya, Kepala Bagian Tata Usaha Hadi Sukanto, S.Kep, Ners, MPH, dan Kepala Bidang Bina Pelayaran Yenni Septiriani, SKM. Selain itu, Kepala Sub Bidang Bina Pelayaran Asuhan dan Profesi Penunjang Muhtadin, ST dan Staf IT Yanuwar Aridho, A.Md.
Mengawali presentasinya, Rynna Dyana menjelaskan tentang visi dan misi RSUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja. Dikatakanm untuk mewujudkan visi “Menjadi rumah sakit yang bermutu, profesional, aman, nyaman dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan,” RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja menghadirkan Strategi Bisnis yang beroritenasi pada pelayanan prima dan peningkatan kinerja BLUD melalui transformasi digital. “Ada 4 Transformasi Layanan dan Peningkatan Kinerja BLUD yang dilakukan melalui digitalisasi ini,” kata Rynna.
Keempat Transformasi Layanan dan Peningkatan Kinerja BLUD tersebut adalah Peningkatan Kualitas Pelayanan, Optimalisasi SDM, Penguatan Tata Kelola BLUD, dan Digitalisasi Layanan.
Pada Peningkatan Kualitas Pelayanan, transformasi yang dilakukan dengan memperbaiki pengalaman pasien melalui perbaikan kualitas layanan, fasilitas, dan mutu klinis melalui standarisasi pelayanan. Pada Optimalisasi SDM, transformasi yang dilakukan dengan meningkatkan profesionalisme SDM melalui pengembangan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan.
Untuk Penguatan Tata Kelola BLUD, transformasi yang dilakukan dengan melaksanakan efektifitas dan efisiensi anggaran, serta meningkatkan pendapatan melalui jasa layanan. Dan pada Digitalisasi Layanan, transformasi yang dilakukan dengan meningkatkan tata kelola rumah sakit melalui digitalisasi layanan terintegrasi (e-health) untuk mendukung inovasi dan efisiensi operasional.
Mengembangkan IT Master Plan
Guna memperkuat Transformasi Layanan dan Peningkatan Kinerja BLUD yang dilakukan melalui digitalisasi, RSUD Dr. H. Ibnu Sutomo Baturaja kemudian mengembangkan IT Master Plan. Adapun IT Master Plan yang dihadirkan adalah sebagai berikut.
Tahun 2006, Pemberlakuan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit tentang SK SIM-RS. Tahun 2024, Pemberlakuan Rekam Medis Elektronik tentang SK RME. Dan tahun 2026, Pengembangan Telemedicine (PACS dan LIS) tentang Perpres 12 tahun 2025 RPJMN. IT Master Plan terakhir ini, akan bertepatan dengan Perencanaan APBD 2026.
Tata Kelola dan Kebijakan TI
Menurut Rynna Dyana kembali, untuk memperkuat Strategi Bisnis yang ada, RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja kemudian menghadirkan banyak kebijakan terkait Tata Kelola dan Kebijakan TI. Seperti misalnya: Mekanisme Pengambilan Kebijakan Investasi / Belanja TI, Kebijakan pengelolaan Human Capital TI & Millenial, Manajemen Pengembangan Aplikasi/Solusi Bisnis, dan IT Governance.
Khusus untuk IT Governance, hal-hal terpenting yang dikembangkan adalah ada 6 kebijakan. Seperti misalnya, Kepemimpinan dan Struktur Tata Kelola, Kebijakan dan Standar TI, Manajemen Risiko dan Keamanan Informasi, serta Manajemen Data dan Kualitas Informasi. Selain itu, Pengelolaan Infrastruktur dan Aset TI, Pemantauan Kinerja dan Evaluasi, serta Peningkatan Kapasitas dan Literasi Digital.
Keamanan TI
Dalam menjaga proses digitalisasi yang dijalankan, RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja juga mengembangkan Keamanan TI atau Cyber Security. Baik Keamanan Data dan Privasi, Keamanan Infrastruktur dan Jaringan, Manajemen Identitas dan Akses, serta Business Continuity dan Disaster Recovery.
Khusus pada Keamanan Infrastruktur dan Jaringan sebagai contohnya, meliputi Network Segmentation serta Firewall dan Intrusion Prevention. Pada Manajemen Identitas dan Akses meliputi: Satu User untuk Satu Orang, Aturan Password yang kuat, dan Manajemen Hak Akses User.
Strategi bisnis yang diperkuat dengan IT Master Plan dan Tata Kelola dan Kebijakan TI dicatat berhasil menghadirkan banyak keberhasilan terkait inovasi dan transformasi bisnis khususnya produk dan layanan RSUD. Seperti diantaranya Promosi Kesehatan.
Promosi Kesehatan merupakan solusi bisnis yang dimplementasikan tahun 2022. Solusi bisnis ini berupa penyampaian Informasi dan Edukasi Kesehatan secara interaktif melalui media sosial. Solusi bisnis ini memiliki fitur unggulan Live Streaming.
Promosi Kesehatan memiliki banyak manfaat. Baik manfaat untuk layanan kritis, manfaat terhadap Efisiensi Operasional, dan manfaat terhadap Manajemen dan Tata Kelola Rumah Sakit.
Adapun manfaat untuk layanan kritis misalnya adalah Mempercepat Informasi jenis Layanan, Mendukung Edukasi Berkelanjutan Perawatan di Rumah, dan Menjadikan umpan balik pasien sebagai sumber informasi kebenaran informasi Rumah Sakit. Manfaat terhadap Efisiensi Operasional meliputi Pembiayaan Promosi Kesehatan berkurang serta Mengoptimalkan Kinerja dokter dan TIM IT. Sementara itu, manfaat terhadap Manajemen dan Tata Kelola Rumah Sakit meliputi Jangkauan Marketing Lebih Luas, Jumlah kunjungan meningkat, serta Proyeksi pendapatan meningkat.
Selain itu, RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja juga berhasil menghadirkan inovasi digitalisasi yang bahkan dapat dicontoh oleh perusahaan atau instansi lain. Inovasi tersebut adalah: Digitalisasi Pemasaran, RME, dan Antrian Online.* (Irawan Joko Sarjono).














