ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2025: MPStore dan Gebrakannya dalam Pemberdayaan UMKM Lewat Inovasi Digital

Fauzi
18 November 2025 | 16:57
rubrik: TOP Digital Awards
TOP Digital Awards 2025: MPStore dan Gebrakannya dalam Pemberdayaan UMKM Lewat Inovasi Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap menjadi wacana besar yang sulit menyentuh pedagang kecil di lapangan. Namun berbeda dengan PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), perusahaan teknologi yang memulai langkahnya dari Madura ini berhasil menghadirkan perubahan nyata.

Melalui MPStore SuperApp, perusahaan yang dipimpin oleh Abdul Muidz ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM bukan sekadar konsep, melainkan gerakan yang dapat diterapkan hingga ke warung-warung pelosok.

MPStore bertumbuh menjadi salah satu platform digital untuk UMKM terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 788 ribu pengguna, dan kini telah mendekati satu juta merchant. Mulai dari pedagang kaki lima, starling, penyandang disabilitas, hingga warung kelontong Madura yang tersebar di seluruh Indonesia, menjadi bagian dari ekosistem yang terus berkembang ini.

“Niat insun memang untuk bantu UMKM. Semua teknologi yang kami bangun itu gratis, karena saya percaya bahwa kalau 70 juta UMKM di Indonesia bisa melek finansial dan laporan keuangan, negara ini akan jauh lebih maju,” tutur Abdul Muidz, CEO dan Founder PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk dalam sesi penjurian TOP Digital Awards, yang digelar secara daring, Selasa (18/11/2025).

Sedikit menelisik ke belakang, bisa dikatakan kelahiran MPStore bukan secara kebetulan. Akar pemikiran aplikasi ini sudah terbentuk sejak Muidz atau yang akrab di sapa Aad mengerjakan tesis S2 pada tahun 2016—2017. Penelitiannya fokus pada perilaku belanja usia di bawah 15 tahun, kelompok usia yang diprediksi akan menjadi konsumen dominan dalam beberapa tahun ke depan.
“Perilaku mereka itu berbeda dengan generasi kami yang lahir tahun 80-an. Mereka tech savvy, cashless, circle pertemanannya kecil, dan punya kecenderungan tinggi untuk belanja online. Jadi saya sadar, UMKM harus diberi teknologi yang bisa menjembatani perilaku konsumen masa depan,” jelasnya.

MPStore pun berdiri pada 2018 sebagai jawaban terhadap kebutuhan tersebut. Dengan visi menjadi aplikasi nomor satu pendukung tradisional retailer di Indonesia, perusahaan ini memulai misinya untuk memberdayakan warung-warung kecil.

Tak jarang MPStore diasosiasikan dengan Madura karena banyak pengguna berasal dari jaringan warung Madura, namun nama MPStore sendiri punya makna berbeda. “MPStore itu artinya Empower Your Store. Kami ingin memberdayakan toko kecil, bukan menjadi marketplace yang memonopoli. Ini gerakan penguatan UMKM,” tegas Aad.

Gerakan “Beli ke Toko Sebelah”
Sebelum pandemi, MPStore sudah meluncurkan kampanye “Beli ke Toko Sebelah”, sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari di warung sekitar. Saat pandemi meledak pada 2020, istilah tersebut kemudian populer di publik.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2025: PA Jakpus Hadirkan Spesial Pro Dorong Layanan Itsbat Nikah Luar Negeri Secara Cepat, Mudah, dan Transparan

“Sebelum pandemi, kami sudah mendorong beli ke toko sebelah. Dan ketika pandemi datang, masyarakat otomatis kembali ke warung sekitar untuk belanja. Alhamdulillah, gerakan itu semakin relevan,” ujar Muidz.

Inovasi Layanan
MPStore mengembangkan ekosistem yang menggabungkan pembayaran digital, POS, e-commerce, supply chain, logistik, dan AI—semuanya disesuaikan khusus untuk kebutuhan UMKM mikro hingga kecil.

Yang pertama QRIS UMKM yang dihadirkan untuk memudahkan UMKM menerima pembayaran digital. Tak banyak yang tahu, Muidz adalah salah satu pionier implementasi QRIS di Indonesia untuk segmen mercant kecil sejak 2019.

“Waktu QRIS baru diluncurkan, saya ditunjuk teman-teman BI untuk mengimplementasikan QRIS ke level grassroots. Dari awal sampai sekarang, QRIS MPStore itu 0%. Tidak ada potongan uang masuk,” kata Muidz.

Selain itu QRIS yang ditawarkan MPStore juga memberi seamless transaction, yang memudahkan UMKM dalam bertransaksi yang biasanya ingin uangnya langsung masuk (ke rekening) mereka. Bisa dibilang ini fitur krusial untuk UMKM harian yang mengandalkan cashflow cepat.

”Dari pertama QRIS hadir di Indonesia, saya sudah memberi talangan ataupun si warung UMKM bisa langsung menarik uangnya. Sehingga dia sebelum sampai rumah (sudah) bisa mencairkan uangnya. Bisa kulakan atau belanja kebutuhan bahan dan berjualan lagi besok har,” jelas Aad.

Selanjutnya, MP Store juga memberikan POS Gratis. Aad mengatakan bahwa POS (Point of Sales) yang diberikan MPStore cukup canggih yang tidak hanya untuk warung, tetapi juga bisa digunakan oleh UMKM yang berjualan produk campuran.

“Contoh misalnya kopi, es kopi susu itu terdiri dari berapa liter. Satu porsi terdiri dari berapa mili kopi susu, berapa gram kopi, berapa mili sirup ataupun susu kendal manisnya. Itu bisa terintegrasi dalam satu POS dan inventorinya juga terpisah masing-masing. Sehingga memudahkan bagi UMKM untuk melakukan stock of name terhadap barang di inventorinya. Dan semuanya itu totally free kita kasih. Agar memudahkan warung ataupun UMKM melakukan berjualanlah intinya,” tandasnya.

Aad melihat bahwa salah satu persoalan terbesar UMKM adalah ketidakmelekkan dalam pembukuan. Bahkan, ia meyakini bahwa jika 30% dari 70 juta UMKM saja melek tentang finansial, seta mampu membuat laporan keuangan, maka Indonesia ini akan maju.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2024: Tingkatkan Layanan, BP Batam Hadirkan B-CARE dan B-AUDIT

“Saya percaya itu. Kenapa? UMKM kita itu merasa omset yang ada, omset yang datang, ya itu adalah hasil. Sehingga mereka keluarkan uangnya, jadi tidak dipisah biasanya. Tapi kalau mereka sudah punya laporan keuangan, mereka tahu laba rugi berapa, pengeluaran saya itu berapa, pengeluaran pasti, pengeluaran harian itu tahu berapa, maka mereka tahu, oh ternyata laba saya cuma segini. Dari 10 juta omset, laba saya cuma 2 juta, saya boleh gunakan 2 juta. Kalau itu terjadi, maka harusnya Indonesia bisa dapat lebih maju, maka dari itu saya free-kan POS agar mereka bisa menggunakan,” tandasnya.

Layanan lain yang ditawarkan MPStore adalah Agen Pulsa dan PPOB yang ada di dalam satu aplikasi sehingga pengguna juga bisa menjual ataupun menggunakan sendiri kebutuhan utilitas harian pembayaran internet, toko listrik, air, dan gaji karyawan juga bisa dari situ.

Ada juga Kulakan Online yang kita sudah terkoneksi dengan Indomarco dan brand-brand besar, di mana pemilik warung dimudahkan untuk dapat melakukang order barang dagangan tanpa ada biaya tambahan dan ongkos kirim.

Lalu yang berikutnya adalah Added Value dari Mini ATM. Saya rasa jumlah warungnya kita itu cukup besar dan di pelosok juga banyak, sehingga jumlah ATM yang semakin tahun semakin berkurang itu bisa digantikan presence dari ATM dari toko-toko yang sudah ada.

Kita juga siapin EDC sistem yang bisa warga sekitar itu tarik uangnya ke merchant sekitar saja, nggak perlu ke kota ataupun ke tempat yang lain. Karena pemerintah juga kan ngasih yang namanya PKH atau BLT bantuan langsung, jumlahnya triliunan tapi rakyatnya ada di gunung, mereka cara tariknya gimana? Nah itu ada solusi kita, sebenarnya nggak perlu turun ke kota buang biaya Rp50.000 padahal dapetnya cuma Rp300.000 kan kasihan. Jadi mereka tinggal ke tetangga saja untuk tarik uang atau bantuan yang dikasih oleh pemerintah.

Yang berikutnya adalah e-commerce. Aad mengatakan bahwa setiap pengguna aplikasinya bisa membuat e-commerce sendiri. Pengguna bisa membuat website toko pribadi, domain sendiri (atau domain MPStore), katalog produk lengkap, dan sistem pembayaran otomatis

Biaya yang dikenakan hanya 2% per transaksi, jauh di bawah standard marketplace yang bisa mencapai 10–25%.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2025: Bank BPD Kalbar Tingkatkan Alokasi Biaya Kejar Digital Banking

“Saya tidak ingin UMKM diarahkan ke platform yang potongannya besar. Mereka harus punya URL sendiri. Ini tentang kemandirian digital,” ujar Aad.

Tidak berhenti sampai di situ, MPStore juga memudahkan UMKM untuk mendapatkan akses permodalan.

“Sejak kita menjadi salah satu pionier platform QRIS di Indonesia, pemerintah juga berinisiasi untuk memberi pendanaan KUR ke mitra-mitranya kita, UMKM-nya kita. Kita bekerja sama dengan beberapa bank yang sudah jalan dengan Bank Nobu dan akan jalan dengan Bank BNI. Itu memberi permodalan kepada UMKM basisnya, basis transaksi inflow dan outflow daripada QRIS, juga dari data POS. Sehingga pemerintah bisa ngasih, oh ini beneran bisnis, memvalidasinya juga mudah,” jelasnya.

Salah satu inovasi paling unik yang diluncurkan MPStore adalah AI Agent yang berfungsi sebagai store keeper digital.

AI ini dapat:

• Melayani pertanyaan pelanggan
• Menyusun keranjang belanja otomatis
• Mengarahkan pembayaran
• Memanggil ojol untuk mengirim barang
• Mengurangi kebutuhan tenaga manusia dalam operasional

“Bagaimana caranya abang somai menggunakan AI? Itu yang ingin kita jawab. Kita bangun sendiri sistemnya, pasang sendiri pirantinya, dan berikan secara gratis. Ini bukan AI untuk gaya-gayaan, tapi AI yang benar-benar dipakai masyarakat,” ujarnya.

Menariknya dalam, presntasinya, Aad juga mengungkapkan bahwa perusahaan dipercaya mengembangkan Ijo Store, aplikasi resmi belanja anggota TNI AD di bawah INKOPAD.

Hingga kini telah terdaftar 25 ribu anggota, dan diharapkan mencapai 120 ribu pada tahun depan.

Aplikasi ini membantu anggota TNI membeli kebutuhan pokok di koperasi secara efisien, sekaligus memperkuat kesejahteraan koperasi.

Tata Kelola IT & Cyber Security
Tidak ketinggalan sebagai perusahaan teknologi yang telah melayani ratusan ribu UMKM, MPStore mengadopsi tata kelola teknologi yang ketat.

“(Untuk) IT Governance kita menganut paham GROW. GROW artinya Growing & Upskiling, Results & Performance Culture, Ownershiop & Innovation Mindset, dan Wellbeing & Retention,” jelasnya.

Untuk cyber security, perusahaan yang sudah melenggang di lantai Bursa Efek Indonesia ini sudah berlandaskan ISO 27001 dan kebijakan Komdigi mengenai, serta SLIK OJK, serta standar keamanan yang sudah diterapkan Bank Indonesia, fraud detection, dan sejenisnya.

“Kita server itu tidak menggunakan cloud server tapi kita menggunakan colocation server di mana di dalamnya juga ada piranti untuk cyber security,” tandasnya.

Tags: MPStorePT Mitra Pedagang Indonesia TbkTop Digital Awards 2025Transformasi Digital
Previous Post

Ini Upaya Komdigi Tekan Lonjakan Scam

Next Post

Signaling X: Terobosan Siemens Mobility yang Bisa Mengubah Wajah Transportasi Perkotaan—Siap atau Tidak, Masa Depan Sudah Tiba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Setelah Empat Minggu Work from Home

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix GT 30 Pro Resmi Meluncur di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spionase Siber Kimsuky Menargetkan Lebih Banyak Negara Di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Startup Bertahan di Tengah Pandemi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto