ItWorks.id- Telah trakreditasi secara nasional (KARS/ Komisi Akreditasi Rumah Sakit) sebagai institusi yang memenuhi standar mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan nasional, dan juga internasional (JCI/ Joint Commision Intermational), Primaya Hospital Group (PHG) terus berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pasien. Salah satu strategi peningkatan layanan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital (transformasi digital) termasuk dan pemanfaatan AI, sesuai tren dan tuntutan masyarakat di era digital.
Menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang makin tinggi di dunia kesehatan, PT Farmon Awal Bros Seraya Tbk. (Primaya Hospital Group) terus menggabungkan kekuatan dan strategi untuk mentransformasi proses bisnis dan layanan, melalui inovasi strategi digital (melakukan traformasi digital), baik di sistem manajemen, operasional medis, sarana pra sarana dan layanan pasien (masyarakat).
Dalam hal ini, PHG di antaranya telah membangun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk proses sistem manajemen terpadu, mengembangkan Primaya Apps sebagai penghubung utama antara pasien dan layanan rumah sakit, mulai dari pendaftaran, antrean digital, (Electronic Medical Record/EMR), notifikasi jadwal, sistem pembayaran, dan lainnya untuk kemudahan layanan yang makin modern.
Bahkan juga telah mengembangkan sistem aplikasi berbasis smart technology (teknologi cerdas), seperti Primaya AI- AI sebagai Asisten Kesehatan, Chatbot layanan kesehatan (Primaya Chatbot), layanan telemedicine menggunakan kecerdasan buatan (AI), dan lainnya. Demikian juga dari peralatan medis juga terus ditingkatkan dengan menggunakan perangkat atau pemeriksaan medis teknolpogi modern, termasuk penggunaan alat yang dilengkapi teknologi AI (Artificial Intelligence).
Secara umum sistem IT telah diimplementasikan di semua lini di Primaya Group. Bahkan juga telah mengembangkan sistem aplikasi berbasis smart technology. Seperti Primaya Chatbot, aplikasi telemedicine untuk layanan kesehatan jarak jauh, video call kesehatan, atau chat untuk berkonsultasi dengan dokter, dan lainnya. “Melalui aplikasi ini, memungkinkan pasien berkonsultasi, diskusi hasil lab, resep obat secara digital dengan tenaga medis kami secara online. Sehingga dengan telemedicine dan layanan terkait lainnya, makin memudahkan aksesibilitas kesehatan masyarakat kapan pun dengan layanan Rumah Sakit kami,” ungkap Hendra Suherman, Head of Digital Primaya Hospital Group dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2025 pada (17/11/2025), melalui aplikasi zoom meeting.
Terus hadirkan inobvasi baru, Tahun ini Primaya Hospital Group kembali masuk nominasi menjadi kandidat untk penghargaan “TOP Digital Awards 2025”. Tahun ini Tim PHG membawakan materi presentasi berjudul “From AI Assistance to Seamless Patient Journey: How SASYA Transforms Digital Health Interaction at Primaya Hospital”, yang fokusnya antara lain mengedepankan solusi teknologi AI.
“Sebagai rumah sakit yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, Primaya Hospital Group terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil klinis. Salah satunya dengan memperlengkapi sistem aplikasi layanan dan juga peralatan medis sesuai perkembangan teknologi terkini. Terobosan dan inovasi baru yakni pemanfaatan teknologi AI,” Hendra Suherman.
Turut hadir dari PHG dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Dini Muharani Head of PR & Marcom Primaya Hospital Corporate PHG, dan tim lainnya, Rocky Sarasi, dan Prayataneswara. Sedangkan dewan juri penilai terdiri: Kusuma Prabandari ( Ceo Dwika Consulting), Sentot Baskoro (AGRKI) -Asosiasi GRK Indonesia), Jonathan Prabowo (BRIN) , serta Subandi ( Akademisi Universitas Budi Luhur / Praktisi Consulting) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks).
Pengembangan Teknologi AI
Dalam kesempatan itu Rocky Sarasi menambahkan bahwa AI (Primaya AI) mulai dikembangkan dan dimplementasikan di Primaya Hospital tahun 2024. Sistem ini diinisiasi tim IT yang juga dikembangkan bekerja sama dengan eksternal (kombinasi). “Primaya AI akan memberikan menjawaban atas pertanyaan seputar informasi gejala/penyakit dan mengarahkan untuk ke dokter spesialis yang tepat. Fitur Unggulan : berfokus pada dialog, Interaksi non-linear dan dinamis, menggunakan bahasa alami sesuai konteks,” ujarnya.
Manfaat lain atau dampak dari AI (Shasya) bisa mengurangi antrian & waktu tunggu di Rumah Sakit – Layanan 24 Jam & Fast Respon serta meningkatkan Pasien Rawat Jalan. Bahkan juga dikembangkan ke berbagai info lain yang lebih komprhensif, mulai dari Pertanyaan seputar kesehatan/keluhan, info jenis tindakan medis, profil & jadwal dokter, hingga infomasi promo paket menarik dari PHG.
Selain AI, PHG telah mengembangkan Primaya Chatbot. Pendaftaran Konsultasi Dokter melalui WhatsApp. Pendaftaran rawat jalan melalui Primaya Chatbot dilayani oleh robot yang beroperasi selama 24 Jam. Dengan satu nomor WA yaitu 0822 8888 9702 untuk seluruh cabang rumah sakit Primaya.
Live Chat AI sebagai asisten Kesehatan, bisa untuk membantu pasien menemukan dokter yang tepat sesuai keluhan dan gejala. Pengguna atau masyaarakat dapat mengakses layanan ini melalui website primayahospital.com/pha.
Dari penggunaan alat dan teknologi, tercatat sejak 2023 lalu, Primaya Hospital menghadirkan perangkat HFM (Heart Failure Monitor) bekerja sama dengan SPACE Singapore. HFM (Heart Failure Monitor) merupakan sistem teknologi untuk memonitor pasien gagal jantung dari jarak jauh yang pertama di Indonesia.
HFM bermanfaat untuk pemantauan jarak jauh pasien gagal jantung, yang bekerja dengan cara mendeteksi gejala yang signifikan pada pasien gagal jantung, sehingga dapat dilakukan tindakan intervensi atau penanganan dengan cepat. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kelebihan cairan pada paru-paru, yang merupakan gejala umum gagal jantung hanya dalam kurun waktu 30 detik setelah diletakan di dada pasien. Hasil deteksi dari perangkat tersebut akan masuk ke dalam aplikasi handphone untuk kemudian dapat dianalisa oleh dokter dan diberikan penanganan yang tepat.
Pemanfaatan AI berikutnya, bahkan yang pertama di Indonesia yakni Fasilitas Catherization Laboratory (Cath Lab) dengan teknologi AI hadir di Primaya Hospital Tangerang. Teknologi AI tersebut bermanfaat untuk mengoptimalisasi proses fluoroskopi/cine & visualisasi sehingga waktu tindakan menjadi relatif lebih singkat serta memperkecil resiko radiasi yang diterima baik oleh pasien maupun tim operator. Cath Lab bermanfaat untuk tindakan jantung dan pembuluh darah, seperti pemasangan stent (ring jantung) dan angiografi koroner.
Fasilitas Cath Lab terbaru Primaya Hospital Tangerang sudah menerapkan implementasi AI dengan tujuh parameter yang berguna untuk mengoptimalkan penggunaan radiasi pada tindakan fluoroskopi/cine sehingga dosis radiasi yang dikeluarkan lebih rendah. Teknologi ini mempermudah operator dalam mengoperasikan alat, mempersingkat waktu prosedur pemeriksaan, serta memungkinkan operator mengubah tampilan kualitas gambar ditengah-tengah prosedur.
Dalam kesempatan itu Dini Muharani mengatakan, di bawah kepemimpinan CEO (Chief Executive Officer), Leona A. Karnali, Primaya Hospital terus menambah jaringan rumah sakitnya di Indonesia, tidak hanya fokus di Jawa namun juga merambah luar Jawa, serta menambah layanan pendukung seperti IVF dan pusat mata, untuk memperkuat posisi sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi. “Saat ini kami sudah memiliki jaringan 20 rumah sakit di berbagai kota di Indonesia dan tentu akan terus ada pengembangan baru ke depan,” ungkapnya.
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan atau Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika (TI) untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016 bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air. (AC)














