ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

Fauzi
11 December 2025 | 20:42
rubrik: Expert
Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

Ilustrasi, Image: Freepik (rawpixel.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia

Harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve telah menekan prospek profitabilitas bank di kawasan Asia Pasifik. Seiring melunaknya suku bunga global, bank-bank di kawasan ini mulai merasakan tekanan terhadap pendapatan bunga, yang merupakan komponen utama dalam perolehan laba.

Tekanan ini diperparah oleh tantangan struktural lainnya. Fitch Ratings telah memperingatkan bahwa profitabilitas bank bisa semakin tertekan, dengan revisi prospek sektor di pasar seperti China dan Korea Selatan akibat meningkatnya biaya kredit dan kekhawatiran terhadap kualitas aset. Di China, misalnya, stimulus yang diberikan oleh pemerintah justru mempersempit margin, sementara permintaan kredit yang lemah terus membebani kinerja perusahaan.

Di Indonesia, keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25% menunjukkan upaya bank sentral untuk mendorong pertumbuhan kredit. Namun, meskipun kebijakan moneter dilonggarkan, bank-bank masih enggan menurunkan suku bunga pinjaman karena tekanan biaya pendanaan dan risiko kredit. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan profitabilitas tetap ada, bahkan di tengah kebijakan yang mendukung.

Menghadapi berbagai tekanan ini, bank perlu meningkatkan efisiensi operasionalnya, dimulai dari sumber daya yang mereka miliki dalam jumlah besar: data. Dengan arsitektur yang tepat, pengelolaan data yang baik bisa menjadi pendorong untuk otomatisasi, pencegahan fraud (penipuan), dan pemanfaatan AI untuk menghasilkan insight yang strategis, membuka jalan menuju ketahanan jangka panjang.

Mentransformasi Pengelolaan Customer Relationship, menyampaikan empati dalam skala besar

Mewujudkan pengalaman nasabah yang sangat personal dulunya merupakan upaya yang mahal, melibatkan pengumpulan pola dasar dan profil nasabah secara manual, serta membuat prediksi tren nasabah yang rentan terhadap kesalahan manusia. Namun saat ini, bank memiliki sumber daya untuk mengubah data menjadi sumber insight yang kuat, menghadirkan empati dalam skala besar melalui AI.

BACA JUGA:  Hanya meng-klik dan menerima kebijakan privasi tanpa membacanya - itu kesalahan

Kemampuan data dan AI modern memungkinkan bank untuk mengkonsolidasikan informasi nasabah yang sebelumnya terpisah-pisah di sistem lama, di cabang, di kanal digital, dan berbagai lokasi lainnya. Model AI yang dilatih dari data yang terpadu ini bisa menghasilkan gambaran menyeluruh tentang nasabah dengan cepat, memberikan insight yang berharga kepada tim layanan nasabah tentang kebutuhan, perilaku dan profil risiko nasabah. Hasilnya adalah layanan yang lebih tepat sasaran, sehingga meningkatkan retensi, loyalitas, dan pertumbuhan pendapatan.

Di tengah semua ini, keamanan menjadi lapisan utama yang harus menopang seluruh operasi tersebut. Pemerintah di Asia Pasifik memperketat regulasi terkait pengelolaan data pribadi oleh bank. Maka, penting bagi bank untuk menggunakan platform data yang sudah dilengkapi dengan tata kelola dan kontrol privasi.

OCBC menjadi contoh yang nyata. Bersama Cloudera, bank ini membangun platform data di lingkungan cloud privat untuk mendukung analitik real time dan pengambilan keputusan berbasis AI. Ini memungkinkan layanan perbankan yang lebih personal, transaksi yang lebih cepat dan lebih efisien. Di saat yang sama bank ini tetap mematuhi regulasi perlindungan data di Singapura dan di pasar lainnya di mana mereka beroperasi. Langkah OCBC menunjukkan bagaimana infrastruktur yang dirancang dengan baik dapat mendorong hasil bisnis yang terukur.

UOB juga menempuh langkah yang sama. Bank ini menjalin kemitraan strategis dengan Cloudera untuk memperkuat kualitas dan tata kelola data perusahaan. Dengan mengatasi tantangan mendasar seperti konsistensi metadata dan perbaikan kualitas data, UOB sedang membangun fondasi data yang tepercaya dan siap untuk GenAI di seluruh operasinya. Inisiatif ini mempercepat penyelesaian proyek, meningkatkan aksesibilitas data, dan memastikan adopsi AI selaras dengan regulasi dan kebutuhan bisnis, menjadikan disiplin data sebagai penggerak nilai jangka panjang.

BACA JUGA:  Guillaume Lovet: Ancaman Privasi Kian Berkembang

Mengatasi penipuan dengan intelijen terpadu
Seiring meningkatnya transaksi digital, risiko penipuan (fraud) pun ikut naik dan ini sulit ditangani karena sistem yang terfragmentasi. Sistem pemantauan fraud tradisional, yang berbasis aturan dan batch data, tidak lagi mampu menghadapi ancaman yang semakin canggih.

Platform data memungkinkan bank menyatukan data streaming, catatan perilaku, dan model risiko historis dalam satu lingkungan. Pandangan terpadu ini membantu tim fraud untuk mendeteksi anomali secara real time dan bertindak sebelum timbul kerugian. Ini juga mengurangi false positive, menekan biaya penyelidikan, dan meminimalkan gangguan di sisi nasabah.

Memungkinkan tata kelola di era GenAI
Ketika AI generatif mulai digunakan di berbagai aktivitas perbankan, mulai dari penilaian kredit hingga asisten virtual, lanskap risikonya menjadi semakin kompleks. Untuk mengadopsi GenAI secara bertanggung jawab, bank perlu beralih dari tools tata kelola yang terpisah-pisah (siloed) ke pendekatan yang terintegrasi. Dengan menanamkan kontrol, kepatuhan, dan sinyal risiko langsung ke dalam platform data, bank dapat memantau penggunaan secara real time, mengaudit perilaku model, dan merespons risiko baru dengan cepat.

Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi pelopor dalam hal ini. Dengan menggunakan Cloudera AI Inference untuk menjalankan large language model di lingkungan on-premise, BNI mempertahankan kendali penuh atas data sensitif sambil tetap mematuhi regulasi di Indonesia dan mendukung tujuan kedaulatan data BNI. Dengan menyatukan proses data ingestion, analitik, machine learning, dan tata kelola ke dalam satu platform terpadu, BNI membangun fondasi AI yang skalabel dan aman.

Di tengah margin yang semakin tipis, profitabilitas bank akan semakin tergantung pada disiplin operasional dan kemampuan memanfaatkan data untuk mentransformasi perbankan. Platform data dan AI yang tepat, yang menyatukan kecerdasan di seluruh organisasi dan menanamkan tata kelola di setiap lapisan, akan memberdayakan bank untuk bergerak cepat, tetap patuh, dan mengembangkan AI dengan percaya diri. Di era AI saat ini, data yang dikelola dengan baik adalah kekuatan yang strategis.

BACA JUGA:  Berapa Banyak Perusahaan Pengiriman Paket yang Melewatkan Fitur AI dan Keamanan
Tags: Agentic AIAIBank IndonesiaCloudera
Previous Post

Hadapi Era Hiper-Transformasi, Visiting Professor BRIN Dorong Pembaruan Sistem Inovasi Indonesia

Next Post

Tangkal Penipuan Fintech dan Keuangan Digital, Jalin dan AFTECH Bentuk Fraud Detection Consortium

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intel Integrasikan Agentic AI dengan Intel Xeon 6+, Teknologi Jaringan, dan Sistem AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Termasuk Monitor QD-LED, Ini Deretan Produk Visual Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto