ItWorks.id- Dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 yang dimpusatkan di Boyolali-Jawa Tengah yang puncaknya jatuh pada 15 Januari mendatang, ribuan peserta antuisias ikuti Lomba E Sport yang berlangsung di Balai Sidang Mahesa Kabupaten Boyolali. Acara yang sudah dihelat sejak 11 Januari, hari ini memasuki babak final.
Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI) dalam rangkaian memperingati HDN 2026. Ribuan peserta dari segala berbagai daerah mengikuti Turnamen E-Sport ini yang di antaranya akan memperebutkan piala E-Sport Bupati Boyolali Tahun 2026.
Memasuki hari kedua kemaren, Lomba E Sport tersisa 32 tim, dari 3.000 peserta yang mendaftar dihari pertama. Di hari pertama, lomba diikutui ribuan pecinta game online Mobile Legend, dan Free Fire untuk bertarung adu kecakapan dalam turnamen E-Sport ini. Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi (Kemendes PDT) Samsul Widodo mengungkapkan, event perlombaan E-Sport ini baru pertama kali diadakan dalam rangka Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 yang dipusatkan di Kota Susu-Boyolali.
Pada tanggal 11-12 Januari 2026 dilakukan pra-kualifikasi bertajuk Piala Bupati. Kemudian, tanggal 13 Januari 2026 akan ada final lomba E-Sport yang mempertemukan para juara, untuk memperebutkan piala Kemendes PDT.“Total pesertanya sekitar 1.500 tim dari seluruh Indonesia. Juara I, II dan III Piala Bupati akan diberangkatkan kesini (Boyolali), untuk final di tanggal 13 Januari,” jelas Samsul Widodo dilansir melalui portal web Pemkab Boyolali, baru-baru ini.
Perlombaan E-Sport tingkat Nasional ini baru mempertandingan satu kategori, yakni Mobile Legend. Namun untuk Piala Bupati, mempertandingkan dua kategori, yakni Mobile Legend dan Free Fire. Pemenang lomba E-Sport akan mendapat hadiah berupa uang pembinaan, motor listrik, piala, sertifikat, serta smartphone.“Untuk nasional baru Mobile Legend, karena waktunya pendek. Nanti ke depan kita harapannya bisa lebih banyak lagi game-game bisa pertandingkan,” lanjutnya.
Sementara itu Bupati Boyolali, Agus Irawan menambahkan, turnamen ini merupakan turnamen E-Sport terbesar yang ada di Kabupaten Boyolali.“Harapannya, tentunya ke depan dengan adanya turnamen ini, bisa menjaring atlet yang hobi main game. Insya Allah, dari desa ke desa antusiasnya luar biasa,” kata Bupati Agus.
Salah satu peserta E-Sport Piala Bupati, Muhammad Ridwan mengungkapkan, dia mengaku sering mengikuti turnamen sejenis. “Karena hobi, sudah sering ikut turnamen, kalau kejuaraan baru ini. Senang juga ada event besar ini, untuk mengasah skil dan ilmu. Terus mengenalkan ke orang tua, kadang orang tua ada yang tidak suka,” ujarnya.














