ItWorks.id- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya mengakselerasi penguatan industri nasional berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan industri semikonduktor, sebagai fondasi penting transformasi industri dan kemandirian teknologi Indonesia. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperdalam hilirisasi berbasis inovasi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pembangunan ekosistem semikonduktor nasional bukanlah agenda instan, melainkan upaya berkelanjutan yang telah dirintis Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir. “Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin secara aktif mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam pengembangan chip design. Upaya ini dimulai sejak 2019 dan terus berlanjut, termasuk pada Hannover Messe 2023, saat Indonesia mulai membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global,” ujar Agus Gumiwang usai bertemu pengurus Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) di Jakarta, dilansir dalam siaran pers belum lama ini.
ICDeC merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di bidang integrated circuits atau desain chip di Indonesia. Kemenperin memainkan peran strategis sebagai inisiator pembentukan ICDeC sejak 2023. Saat ini, ICDeC telah menghimpun perwakilan dari 16 perguruan tinggi yang memiliki pakar desain chip nasional.
Menurut Agus, pendekatan Indonesia dalam memasuki industri semikonduktor global dilakukan secara realistis dan terukur, dimulai dari penguatan kapabilitas desain chip. Strategi ini dipandang sebagai pintu masuk paling memungkinkan bagi Indonesia untuk berintegrasi ke dalam rantai nilai global semikonduktor.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenperin dan Apple. Kerja sama ini mencakup pengembangan riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia melalui kolaborasi dengan ICDeC, dengan fokus utama pada penguatan brainware atau sumber daya manusia nasional.“Kerja sama ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya dalam pengembangan desain chip,” tegas Menperin.
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Bappenas atas dimasukkannya program pengembangan chip design ke dalam Blue Book Bappenas yang dijalankan melalui ICDeC. Hal ini menandai bahwa pengembangan industri semikonduktor telah menjadi agenda lintas kementerian dan masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.
Untuk mendukung implementasi roadmap tersebut, Kemenperin menyiapkan infrastruktur fisik, antara lain dengan menyediakan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai pusat kolaborasi riset, pengembangan, dan inovasi desain chip nasional.“Dalam lima tahun terakhir, kami juga semakin aktif mendorong kegiatan R&D chip design, termasuk penyediaan infrastruktur pengujian desain chip. Ini penting untuk memastikan hasil desain memenuhi standar industri dan siap melangkah ke tahap berikutnya dalam rantai nilai semikonduktor,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem dan peningkatan kesadaran nasional terhadap pentingnya industri semikonduktor, Menperin dijadwalkan menjadi keynote speaker dalam Indonesia Semiconductor Summit 2026 yang digelar ICDeC pada 29–30 Januari 2026 di ITB Innovation Park, Bandung. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra global untuk membahas arah kebijakan, peta jalan, dan peluang kolaborasi industri semikonduktor nasional.“Forum seperti Indonesia Semiconductor Summit menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ini bagian penting dari upaya membangun ekosistem semikonduktor nasional secara berkelanjutan,” ujar Agus.
Seluruh langkah tersebut dirangkum dalam Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia, yang disusun bertahap dengan fokus awal pada desain chip, pengembangan talenta nasional, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global—sebagai fondasi menuju kemandirian teknologi nasional.














