ItWorks.id- Tradisi berburu takjil selama bulan Ramadan kini mengalami transformasi signifikan di tangan generasi muda. Riset terbaru Populix menunjukkan bahwa kalangan Gen Z tidak lagi memandang takjil sekadar makanan pembuka puasa, tetapi telah menjadikannya bagian dari gaya hidup dan aktivitas sosial selama bulan Ramadan.
Secara historis, kata takjil berasal dari bahasa Arab ajila yang berarti menyegerakan berbuka puasa. Namun di Indonesia, maknanya berkembang menjadi aneka makanan dan minuman untuk berbuka. Kini, riset Populix menemukan pergeseran baru: aktivitas berburu takjil menjadi tren ngabuburit paling populer di kalangan Gen Z, bahkan melampaui kebiasaan scrolling media sosial maupun memasak di rumah.
Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengatakan fenomena ini menunjukkan perubahan cara generasi muda memaknai Ramadan. “Tak hanya itu, 41% anak muda menganggap kegiatan berburu takjil bukan sekadar self-reward setelah seharian berpuasa, melainkan menjadi sebuah tradisi khas bulan Ramadan yang tidak tergantikan,” jelas Putra dalam rilis pers ((2/3/2026), di Jakarta.
Disebutkan, tingginya antusiasme Gen Z terlihat dari frekuensi pembelian yang intens. Lebih dari setengah responden mengaku membeli takjil hampir setiap hari selama Ramadan. Hanya sekitar 5 persen yang membeli kurang dari sekali dalam seminggu atau tidak membeli sama sekali.
Dari sisi preferensi, Gen Z cenderung memilih minuman manis sebagai menu favorit berbuka, seperti es teh, es buah, dan es campur. Pilihan ini menunjukkan kecenderungan generasi muda pada makanan yang praktis, menyegarkan, dan mudah dikonsumsi setelah berpuasa seharian. Selain itu, gorengan, dessert kekinian, hingga makanan berat juga tetap menjadi pelengkap berbuka yang diminati.
Tren Gen Z juga terlihat pada pola pembelian yang mulai bergeser ke kanal digital. Meski pedagang kaki lima masih menjadi tujuan utama, sekitar sepertiga responden—khususnya perempuan—mengaku membeli takjil melalui aplikasi pesan makanan online, media sosial, atau aplikasi pesan instan, membuka peluang baru bagi pelaku usaha kuliner selama Ramadan.
Survei bertajuk “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” ini dilakukan pada 18–19 Februari 2025 melalui platform PopSurvey terhadap 1.000 responden Gen Z dan milenial dengan komposisi gender seimbang. Sebanyak 93 persen responden merupakan Muslim dan mayoritas berasal dari kelompok ekonomi menengah ke atas.
Temuan ini menegaskan bahwa bagi Gen Z, berburu takjil bukan lagi sekadar tradisi musiman, melainkan pengalaman sosial dan bagian dari identitas Ramadan masa kini.














