ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan fasilitas Lab (laboratorium) pengujian untuk mendukung berbagai kebutuhan di bidang teknik sipil, otomotif, hingga transportasi, kepada kalangan mahasiswa.
Fasilitas Lab pengujian Teknologi Kekuatan Struktur (LTKS) BRIN, tersedia beragam metode pengujian. Seperti uji statis, uji dinamis, serta Full-Scale Structural Test (FSST) yang digunakan untuk menguji struktur dalam skala utuh. Selain itu, terdapat pengujian fatigue dan fracture untuk mengevaluasi ketahanan material terhadap beban berulang serta potensi terjadinya retak.
Perekayasa Ahli Madya dari Pusat Riset Teknologi Kekauatan Struktur, Hendro Ahmad Fauzi, saat kunjungan edukatif Program Studi Teknik Sipil dan Informatika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), beberapa waktu lalu menjelaskan, bahwa layanan pengujian mencakup berbagai objek, mulai dari tiang pancang, prasarana perkeretaapian, hingga sarana transportasi.
Seluruh pengujian dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan. Tujuannya untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kekuatan struktur sehingga bisa dioperasionalkan secara aman,” ujar Hendro.
Sebagai bagian dari rangkaian pengujian tersebut, tim di laboratorium juga menguji komponen gerbong dan bogie kereta api melalui uji statis dan uji fatigue. Pengujian ini dilakukan untuk menilai performa struktur saat menerima berbagai skenario pembebanan, sehingga dapat diketahui tingkat ketahanan dan keandalannya dalam kondisi operasional.
Rangkaian pengujian tersebut juga menjadi materi pembelajaran langsung bagi mahasiswa yang mengikuti kunjungan. Dosen pendamping UMUS, Abdul Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktis yang tidak diperoleh di ruang kelas. “Kunjungan ini mengenalkan dunia kerja nyata kepada mahasiswa. Ini bagian dari proses akademik, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan BRIN, termasuk untuk program magang,” ujar Hamid yang dirilis Humas BRIN (05/04/2026) melalui porta web resmi BRIN.
Ia menambahkan bahwa materi yang dipelajari di kampus, seperti pengujian beton, pada dasarnya sejalan dengan praktik di laboratorium. Namun, keterbatasan fasilitas di kampus membuat sejumlah peralatan yang tersedia di BRIN belum banyak dijumpai oleh mahasiswa.
Melalui pemanfaatan fasilitas ini, BRIN tidak hanya menyediakan layanan pengujian, tetapi juga mendukung pembelajaran yang lebih aplikatif bagi mahasiswa melalui pengenalan langsung terhadap proses dan teknologi pengujian struktur.














