ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

ESET Cloud Workload Protection: Permudah Amankan Server Cloud, AI Native, dan Tanpa Biaya Tambahan

Fauzi
8 May 2026 | 16:41
rubrik: Business Solution
ESET Cloud Workload Protection: Permudah Amankan Server Cloud, AI Native, dan Tanpa Biaya Tambahan
Share on FacebookShare on Twitter

Transformasi digital yang kian masif mendorong penggunaan layanan cloud di berbagai sektor industri. Tidak hanya perusahaan besar, pelaku usaha skala menengah hingga kecil kini mulai mengandalkan infrastruktur cloud untuk menjalankan operasional bisnisnya.

Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan infrastruktur cloud tersebut, ancaman keamanan siber juga terus berkembang dan semakin kompleks. Bagaimana tidak, berdasarkan laporan AwanPintar.id® tahun lalu saja tren serangan siber di Indonesia berada pada level kewaspadaan tinggi dengan jumlah total 234.528.187 serangan di sepanjang semester 2 tahun 2025, atau telah terjadi rata-rata 15 serangan siber per detik. Serangan ini meningkat signifikan hingga 75,76% dibandingkan semester 1 tahun 2025. Bahkan, untuk bulan Desember 2025 saja jumlah serangan menyentuh angka 90.590.833, yang kemungkinan dipicu oleh tingginya aktivitas serangan Distributed Denial of Service (DDoS) serta eksploitasi terhadap lalu lintas transaksi ekonomi digital selama periode liburan akhir tahun.

Nah, menjawab tantangan itu, ESET menghadirkan solusi terbaru bernama ESET Cloud Workload Protection, sebuah teknologi keamanan berbasis cloud native yang dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap server dan workload yang berjalan di platform cloud seperti AWS, Microsoft Azure, hingga Google Cloud Platform (GCP).

CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menjelaskan bahwa ESET merupakan perusahaan keamanan siber asal Slovakia yang telah memiliki jangkauan global di lebih dari 200 negara. Di Indonesia, ESET diwakili oleh Prosperita Mitra Indonesia yang selama hampir 18 tahun fokus di bidang keamanan TI dengan dukungan lokal penuh.

“ESET itu di Indonesia yang handle 100% orang Indonesia. Dan tenaga kerja kita bersertifikat dari ESET langsung, dan secara kemampuan kita melakukan R&D semua di sini,” ujar Yudhi di acara ESET Media Briefing, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, Prosperita Group juga memiliki divisi riset dan pengolahan data serangan siber di Indonesia yang selama ini menjadi salah satu rujukan berbagai pihak untuk melihat perkembangan ancaman keamanan digital nasional.

BACA JUGA:  Tips Memilih Cloud Hosting Yang Tepat

“Kalau ada kebutuhan data serangan cyber di Indonesia, biasanya dari kita. Kita kasih secara publik juga. Dan sudah menjadi acuan untuk beberapa jurnal, karena kita punya R&D sendiri untuk olah data itu semua,” katanya.

Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group

Evolusi Antivirus ke Sistem Proteksi Modern
Menurut Yudhi, pendekatan keamanan siber saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan konsep antivirus konvensional beberapa tahun lalu. Ancaman digital kini tidak lagi sebatas virus, melainkan telah berkembang menjadi malware dengan berbagai bentuk serangan, termasuk ransomware hingga serangan fileless yang semakin sulit dideteksi.

“Dulu orang bilang antivirus is dead. Karena sekarang jatuhnya sudah malware, bukan cuma virus,” ungkapnya.

ESET sendiri, lanjut Yudhi, sudah lama mengembangkan teknologi machine learning bahkan sebelum istilah AI populer digunakan secara luas. Saat itu ESET memperkenalkan pendekatan heuristic melalui teknologi yang disebut ThreatSense.

“Kalau kita pernah kenal istilah heuristic, itu salah satu pola pikiran untuk menebak sebuah jawaban. Jadi sebenarnya machine learning itu sudah digunakan ESET sejak awal melalui ThreatSense Technology,” jelasnya.

Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman siber, kebutuhan perlindungan pun tidak lagi cukup hanya memasang antivirus di perangkat atau server. Perusahaan kini membutuhkan sistem monitoring, manajemen, hingga kemampuan respons cepat terhadap ancaman yang muncul secara real time.

“Security itu makin kompleks kebutuhannya. Enggak cuma kita install antivirus dan beres. Dibutuhkan juga manajemen, monitoring, sampai action saat ada permasalahan,” kata Yudhi.

Cloud Native Security untuk Infrastruktur Modern
Melalui ESET Cloud Workload Protection, ESET menghadirkan pendekatan baru dalam pengamanan server cloud. Berbeda dengan metode lama yang mengharuskan instalasi agent di setiap virtual machine atau virtual server, solusi terbaru ini bekerja secara cloud native dan terintegrasi langsung dengan platform cloud yang digunakan.

BACA JUGA:  ITSEC Asia dan ADIGSI Luncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber

“Kalau zaman dulu ESET diinstal di setiap virtual server di cloud, saat ini cukup mengaktifkan fiturnya di AWS, Azure, atau Google Cloud, tinggal klik langsung hidup,” terang Yudhi.

Ia menjelaskan, sistem proteksi berjalan di backend cloud provider sehingga tidak membebani sistem operasi virtual machine pelanggan.

“Karena dia tidak terinstal langsung di OS, proses proteksinya ada di backend dan terintegrasi langsung dengan AWS, Azure, dan GCP. Jadi lebih ringan,” ujarnya.

Kemudahan implementasi menjadi salah satu nilai utama yang ditawarkan. Pengguna cukup mengaktifkan fitur tersebut tanpa proses instalasi rumit maupun konfigurasi yang kompleks.

“Yang diharapkan dari teknologi ini pertama adalah kemudahan. Tinggal klik saja, langsung hidup fungsinya untuk melakukan proteksi terhadap workload yang ada di cloud,” katanya.

Andalkan AI untuk Analisis Ancaman Siber
Yudhi menegaskan, penggunaan kecerdasan buatan atau AI kini menjadi kebutuhan mutlak dalam industri keamanan siber. Hal itu karena volume data serangan yang harus dianalisis sangat besar dan terus berlangsung setiap detik.

“Kalau kita bicara serangan itu datanya miliaran. Kalau enggak pakai machine learning atau AI, kita enggak akan terbantu,” ujarnya.

ESET Cloud Workload Protection memanfaatkan AI native untuk membantu mendeteksi ancaman, memperkecil attack surface, sekaligus mempercepat proses identifikasi serangan.

“Kita butuh AI native untuk menganalisis serangan. AI itu mempercepat pekerjaan kita,” kata Yudhi.

Ia menggambarkan bahwa server cloud yang memiliki IP publik pada dasarnya langsung menjadi target percobaan serangan begitu aktif di internet.

“Kita punya server ditaruh di cloud dengan IP publik, tunggu saja dalam lima menit pasti sudah mulai ada orang coba-coba. Itu sudah natifnya internet,” ujarnya.

Karena itu, kemampuan real time protection menjadi aspek penting dalam solusi keamanan modern.

BACA JUGA:  Graham Douglas Dipromosikan Jadi Chief Customer & Revenue Officer Mimecast

“Kalau bicara security kita perlu ngomongin real time. Polisi jalan maling ya itu akan jadi masalah. Security harus update,” katanya.

Satu Kontrol untuk Seluruh Infrastruktur Cloud
Keunggulan lain dari ESET Cloud Workload Protection adalah kemampuan pengelolaan terpusat. Perusahaan yang menggunakan berbagai platform cloud sekaligus tetap dapat mengontrol seluruh sistem keamanan melalui satu dashboard manajemen.

“Mau servernya di seluruh dunia, kontrolnya tetap satu. Jadi kalau perusahaan punya AWS, Azure, dan Google sekaligus, kontrol untuk security cukup satu,” jelas Yudhi.

Selain memudahkan pengawasan, sistem ini juga menyediakan visibilitas dan reporting yang dibutuhkan perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan compliance dan audit keamanan.

“Dengan report-report yang ada di manajemen itu kita bisa tahu jalan atau tidak, lalu ada masalah apa di setiap cloud server kita,” katanya.

Solusi ini juga mendukung berbagai kebutuhan kepatuhan seperti CIS, PCI DSS, hingga regulasi perlindungan data di Indonesia.

“Untuk regulasi di Indonesia, report dalam sistem ini juga compliance dengan Personal Data Protection Law, UU PDP, dan RUKKS,” ujar Yudhi.

Ia juga menambahkan bahwa Prosperita Group telah memenuhi standar IKAS BSSN sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap standar keamanan nasional.

Tanpa Tambahan Biaya Lisensi
Menariknya, ESET memastikan kehadiran modul baru ini tidak membuat biaya lisensi menjadi lebih mahal bagi pelanggan eksisting.

“Kalau ditanya ada harga naik? Enggak. Ini improvement saja di dunia security supaya semakin cepat mendeteksi dan distribusinya semakin luas,” kata Yudhi.

Bahkan, pelanggan ESET yang sudah memiliki lisensi server cloud dapat langsung menggunakan fitur tersebut tanpa biaya tambahan.

“Semua pengguna ESET existing yang punya solusi server di cloud bisa menggunakan ini secara langsung tanpa harus bayar. Sudah include di lisensi yang mereka beli,” pungkasnya

Tags: cloudCyber SecurityesetESET Cloud Workload Protection
Previous Post

Soundcore Rilis Rave 3S AI Party Speaker dengan Teknologi AI Vocal Removal

Next Post

BNI Sekuritas Dipercaya Sebagai Arranger Merger Moratelindo -MyRepublic Senilai Rp20 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BAMS Jadi Salah Satu Solusi Unggulan PT Wika Realty Di Tengah Pandemi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Rilis Forerunner 70 dan Forerunner 170, Suguhkan Data dan Coaching Buat Latihan Pelari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi Rekam Medis Elektronik InterSystems IntelliCare Kantongi Sertifikasi MDR Uni Eropa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto