Anker Innovations resmi memperkenalkan THUS™ di ajang Anker 2026 lalu. THUS™ merupakan chip audio AI Compute-in-Memory berbasis jaringan saraf pertama besutan ANKER, sekaligus merilis ekosistem produk generasi terbaru dari soundcore dan eufy.
Mengusung tema Where Ultimate Meets Possible, acara multi-brand tahunan ini diselenggarakan untuk memamerkan peluncuran produk terbaru dan terobosan teknologi dari seluruh portofolio mereknya. Where Ultimate Meets Possible mempertemukan media, pembeli ritel, dan influencer utama untuk melihat secara eksklusif apa yang akan hadir berikutnya di dunia elektronik konsumen, mulai dari audio premium, home-energy, hingga smart home space.
Where Ultimate Meets Possible akan diselenggarakan di STORIED di New York City, sebuah pengalaman khusus yang menampilkan presentasi keynote, product demo, dan eksplorasi mendalam tentang inovasi terbaru perusahaan.
Anker Day 2026 memperkenalkan inovasi dari ketiga merek — soundcore Liberty 5 Pro dan Pro Max (earbuds pertama yang dilengkapi dengan chip AI THUS™ yang baru), platform AI VibeOS, dan Nebula SpaceFlow; Anker SOLIX S2000 yang merupakan Power Back-up Station rumahan 2kWh dengan ketahanan terlama di dunia; serta eufy EdgeAgent™ yang merupakan AI security agent rumahan, ditambah produk perawatan bayi terbaru — semuanya dipimpin oleh THUS™, platform chip AI eksklusif pertama Anker dan chip audio AI compute-in-memory berbasis jaringan saraf pertama di dunia. Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan keunggulan on-device AI pada perangkat elektronik konsumen, dimulai dari sektor audio dan yang nantinya akan diaplikasikan ke berbagai lini produk Anker.
Anker THUS™
Selama 80 tahun, desain chip selalu mengikuti logika yang sama yang dicetuskan oleh John von Neumann pada tahun 1945: memisahkan prosesor dari memori, lalu menyalurkan data di antara keduanya satu per satu instruksi. Selama delapan dekade di berbagai perangkat—mulai dari mainframe, komputer meja (desktop), hingga pusat data (data center)—model ini terbukti berhasil.
Namun, AI meruntuhkan asumsi tersebut. Sebuah jaringan saraf (neural network) memanfaatkan jutaan parameter yang dipelajari secara bersamaan. Pada perangkat siap pakai (wearable device), proses memindahkan data antara memori dan prosesor tersebut memakan lebih dari 90 persen daya chip, sehingga hampir tidak menyisakan daya sama sekali untuk proses komputasi yang sebenarnya.
THUS™ menerapkan prinsip yang sepenuhnya berbeda: menanamkan proses komputasi langsung di dalam sel memori NOR Flash, tempat di mana model tersebut sudah berada. Dengan begitu, parameter model tidak perlu berpindah tempat sama sekali. Alokasi energi yang sebelumnya habis terkuras untuk pergerakan data kini dialihkan sepenuhnya untuk proses komputasi.
Debut perdana chip AI THUS™ disematkan pada perangkat earbuds, menghasilkan daya komputasi AI hingga 150 kali lebih kuat untuk menjalankan fitur peredam bising lingkungan (environmental noise cancellation) dibandingkan dengan produk earphone unggulan generasi sebelumnya dari Anker.¹
Clear Calls—fitur pertama yang diperkenalkan dari chip ini—menjalankan jaringan saraf (neural network) berskala besar sepenuhnya di dalam perangkat (on-device). Fitur ini didukung oleh delapan mikrofon MEMS dan dua sensor konduksi tulang (bone conduction), demi menghasilkan kualitas panggilan yang jauh lebih jernih di lingkungan mana pun. Selain itu, fitur berbasis AI lainnya seperti Signature Sound dan Voice Control juga turut diperkenalkan untuk pertama kalinya di ajang Anker Day ini.
“Hingga saat ini, setiap chip AI yang diciptakan selalu menyimpan model di satu sisi dan melakukan komputasi di sisi lainnya. Untuk dapat berpikir, perangkat harus memindahkan seluruh parameter tersebut bolak-balik, berkali-kali per detik, di setiap proses inferensi. THUS™ menempatkan komputasi langsung di tempat model itu berada. Dengan demikian, model tersebut tidak perlu berpindah tempat lagi.” Ujar Steven Yang, Pendiri dan CEO, Anker Innovations
THUS™ terinspirasi dari frasa “Thus have I heard” (Demikian yang telah saya dengar), sebuah ungkapan dalam tradisi Buddhis yang mencerminkan transmisi langsung—pengetahuan yang disampaikan persis seperti apa yang dialami, tanpa distorsi.














