ItWorks.id- Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan industri 4.0 melalui dukungan pembangunan SMKN 13 Batam. Lembaga ini disiapkan sebagai sekolah vokasi yang dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan penyediaan lahan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 13 Batam. Hal itu disampaikan Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, baru-baru ini.
Menurut Amsakar, investasi pada sektor pendidikan merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan industri dan investasi. Karena itu, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadikan penguatan pendidikan, khususnya vokasi, sebagai salah satu prioritas pembangunan.”BP Batam memberikan dukungan penuh melalui penyediaan lahan sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan pendidikan. Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Amsakar yang dirilis melalui portal web resmi BP Batam (14/07/2026).
Ia menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing daerah. Oleh sebab itu, sistem pendidikan harus dirancang agar mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan yang semakin terdigitalisasi.
Selain mendukung pembangunan SMKN 13 Batam, pemerintah juga menjalankan berbagai program peningkatan kualitas SDM, mulai dari pemberian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, beasiswa untuk pelajar di wilayah hinterland, hingga kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Amsakar optimistis kehadiran SMKN 13 Batam akan menjadi bagian dari strategi besar pembangunan SDM Batam yang unggul, adaptif, dan mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Senada, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan Batam sebagai kawasan industri membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil yang dihasilkan melalui pendidikan vokasi. Karena itu, pembangunan SMKN 13 Batam dinilai akan memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja siap pakai bagi sektor industri.
Ansar juga mengapresiasi langkah cepat BP Batam dalam menyediakan lahan pendidikan sehingga pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan.
SMKN 13 Batam akan membuka enam rombongan belajar dengan kapasitas awal sekitar 350 siswa. Sekolah ini dirancang memiliki program keahlian yang selaras dengan kebutuhan industri modern, seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan, guna mendukung ketersediaan SDM kompeten bagi transformasi industri di Batam.














