F5, perusahaan global dalam delivery dan pengamanan setiap aplikasi dan API, baru-baru ini memperkenalkan F5 AI Security Platform untuk memberikan visibilitas, governance, dan proteksi berkelanjutan bagi para CISO di seluruh aplikasi enterprise AI, model, AI agent, dan API yang menghubungkannya.
Bersamaan dengan itu, F5 juga mengumumkan akuisisi SurePath AI, pelopor dalam network-based AI discovery, intent classification, dan pendeteksian shadow AI, sebagai komponen kunci dalam peluncuran F5 AI Security Platform baru ini, guna mengamankan deployment enterprise AI.
Melalui pendekatan adaptive loop yang berkelanjutan untuk mengelola, discovery, menguji, dan melindungi workload dari enterprise AI, platform baru ini dirancang untuk memperluas strategi Application Delivery and Security Platform F5 (ADSP) ke ranah enterprise AI.
Sebagai pemimpin dalam cybersecurity global, F5 memahami realitas deployment AI di enterprise besar. Oleh sebab itu, F5 AI Security Platform dibangun untuk mendukung berbagai infrastruktur, mulai dari on-premises, air-gapped, private cloud, hybrid dan public cloud. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kendali yang lebih besar bagi organisasi terhadap AI security mereka, terutama ketika aspek data residency, sovereignty, dan persyaratan operasional tidak dapat ditawar lagi.
Sistem AI saat ini beroperasi dengan tingkat akses, otonomi, dan kecepatan yang jauh lebih besar daripada pengguna manusia dengan hak akses paling tinggi sekalipun, sehingga menciptakan risiko baru bagi tim keamanan dan pemimpin bisnis. Serangan seperti prompt injection, kebocoran data, atau AI agent yang bertindak di luar batas wewenangnya bisa mengekspos informasi sensitif, mendisrupsi operasional, dan mengikis kepercayaan pelanggan.
Pada saat yang sama, para karyawan sudah mulai menggunakan berbagai tools tanpa izin serta integrasi yang tidak disetujui perusahaan. Hal ini menciptakan jejak shadow AI yang tidak dapat dipantau oleh sebagian besar tim keamanan, apalagi dikelola. Menurut 2026 State of Application Strategy (SOAS) Report F5, sebanyak 88% organisasi melaporkan setidaknya ada satu tantangan operasional atau keamanan yang berhubungan dengan AI.
“Sebagian besar sistem AI security saat ini hanyalah berupa pelapis (wrapper) di sekitar chatbot. Itu bukanlah sistem keamanan yang sesungguhnya,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer, F5, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi ItWorks, Jumat (17/7/2026).
“Enterprise menjalankan AI di dalam jaringan yang diawasi ketat oleh regulasi tertentu, di balik API, dan di AI agent yang melakukan autentikasi dan bertindak secara mandiri. F5 AI Security Platform memberikan apa yang selama ini dinantikan oleh para CISO dan pemimpin keamanan, yaitu kendali berkelanjutan atas setiap model, AI agent, dan API, di mana pun AI tersebut dijalankan. Solusi ini dihadirkan di platform F5 yang sama, yang telah teruji dalam mengamankan dan menghantarkan aplikasi enterprise selama tiga dekade terakhir,” sambung Kunal.
SurePath AI: Menutup celah visibilitas AI
Kehadiran SurePath AI memperkuat kapabilitas F5 AI Security Platform dalam AI discovery berbasis jaringan, mengidentifikasi penggunaan AI di seluruh lingkungan perusahaan, termasuk shadow AI, tanpa memerlukan integrasi aplikasi secara langsung.
Melalui deployment AI yang mulus dengan memanfaatkan network redirects (pengalihan jaringan) dan out-of-band analysis (analisis di luar jalur utama), SurePath AI menyajikan lapisan visibilitas yang terpadu bagi tim keamanan untuk mendeteksi aktivitas AI tanpa otorisasi, mengklasifikasikan intensi di balik setiap workflow, dan terus melacak agent tool call dan koneksi MCP server secara berkelanjutan. Visibilitas ini terintegrasi langsung dengan F5 AI Security Platform, guna memberikan informasi penting mengenai risiko-risiko yang nantinya akan diuji oleh F5 AI Red Team dan dimitigasi oleh F5 AI Guardrails.
Menghadirkan siklus perlindungan yang berkelanjutan
F5 AI Security Platform mengatasi risiko AI melalui empat pilar terintegrasi dan lapisan observability menyeluruh yang menciptakan lifecycle keamanan berkelanjutan, alih-alih sekadar pemenuhan aspek kepatuhan yang bersifat satu kali. Fitur-fiturnya meliputi:
- AI governance: Menjabarkan tingkat toleransi risiko yang spesifik, persyaratan privasi, dan kewajiban regulasi menjadi batasan-batasan yang dapat diterapkan secara tegas untuk AI prompt, output, penggunaan tool, dan akses data.
- AI discovery: Dapatkan visibilitas berkelanjutan ke setiap aplikasi AI, AI agent dan MCP tool call yang berjalan di seluruh perusahaan, baik yang berizin maupun tidak. Platform ini mengklasifikasikan aktivitas berdasarkan use case dan intensi, sehingga tim keamanan tidak hanya mengetahui apa yang sedang running, tapi juga tujuan di baliknya. Network-based discovery dari SurePath AI melakukan proses ini secara pasif, tanpa membutuhkan integrasi apapun pada level aplikasi.
- AI security testing: Melakukan stress-test pada sistem AI terhadap lebih dari 140.000 pola serangan dari database ancaman AI paling komprehensif di industri, sebelum sistem tersebut masuk ke tahap produksi, sekaligus mengubah hasil temuan secara langsung menjadi sistem pertahanan yang dapat diterapkan secara tegas.
- Perlindungan AI runtime: Menetapkan guardrail menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menerapkannya langsung di titik-titik interaksi. Dalam pengujian independen, platform ini telah membuktikan efektivitas keamanan hingga 98,2% untuk memblokir prompt injection, agent autonomy yang berlebihan, dan kebocoran data.
- AI observability: Menyediakan rekam jejak audit yang lengkap di setiap interaksi AI di dalam platform, guna menjaga akuntabilitas dan traceability (ketelusuran) yang diwajibkan di industri-industri yang diawasi ketat oleh regulasi
Fleksibilitas untuk deployment di mana saja tanpa kompromi
Melalui solusi baru ini, F5 secara unik memadukan kemampuan AI security dengan opsi deployment yang fleksibel, sehingga memungkinkan perusahaan untuk beroperasi di berbagai infrastruktur, mulai dari on-premises, air-gapped, private cloud, hybrid, dan public cloud. Hal ini sangat besar artinya bagi para CISO di industri yang sangat diawasi ketat oleh regulasi, terutama yang memiliki persyaratan mutlak terkait data residency dan sovereignty. Model deployment berbasis lightweight network dari SurePath AI semakin memperkuat fleksibilitas ini, karena sama sekali tidak memerlukan perubahan pada arsitektur aplikasi yang sudah ada.
Peningkatan visibilitas menjadi semakin krusial seiring dengan semakin menjamurnya penggunaan AI agent. Data dari SOAS Report 2026 dari F5 menyatakan bahwa 98% organisasi kini sedang bersiap menghadapi era agentic AI, namun kecepatan adopsi AI agent justru melampaui kesiapan sistem kendali yang didesain untuk mengelolanya. Ketika AI agent melakukan autentikasi, call tools, mengakses data, dan mengambil tindakan secara mandiri, dampak kerusakan dari satu kesalahan konfigurasi atau eksploitasi keamanan dapat membengkak secara eksponensial.














