Sebagai upaya membantu perusahaan-perusahaan menjembatani kesenjangan antara inovasi AI dan keamanan, Akamai mengumumkan telah terpilih sebagai partner strategis untuk AI Readiness Model for Operational Resilience (ARMOR) milik World Wide Technology (WWT). Kolaborasi ini menjadikan Akamai sebagai arsitektur keamanan dasar bagi “AI factory” yang dibangun oleh WWT dan dipercepat oleh NVIDIA.
Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergegas mengadopsi AI, mereka sering kali dihadapkan pada “pajak keamanan,” di mana agen keamanan tradisional bersaing dengan beban kerja AI untuk memperebutkan sumber daya komputasi yang kritis. Melalui ARMOR, Akamai dan WWT menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan kecerdasan perangkat lunak Akamai langsung ke dalam NVIDIA BlueField Data Processing Units (DPUs).
Menjembatani kesenjangan antara inovasi dan keamanan
ARMOR milik WWT merupakan kerangka kerja keamanan AI holistik dan netral vendor pertama di industri ini. Jika arsitektur-artsitektur lain sering kali terbatas pada platform cloud tertentu, ARMOR menyediakan blueprint terstruktur yang mencakup enam domain penting: Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (GRC), Perlindungan Model, Operasi AI yang Aman, Keamanan Infrastruktur, Perlindungan Data, serta Sistem Pengembangan yang Aman (SDLC).
“Sebelum adanya ARMOR, banyak organisasi sering kali terpaksa menyusun strategi keamanan yang terpisah-pisah,” kata PJ Joseph, Executive Vice President, Global Sales and Services di Akamai.
“Dengan menyelaraskan portofolio kami dengan kerangka kerja ini, kami menyediakan metodologi proaktif untuk mengisolasi kluster AI berskala besar dan mencegah pergerakan lateral ancaman tanpa mengorbankan kinerja yang dibutuhkan dalam pelatihan dan inferensi AI,” lanjutnya.
Peran Akamai dalam ARMOR framework berpusat pada tiga pilar strategis:
- Membebaskan “Pajak Keamanan”: Dengan mengalihkan segmentasi Akamai Guardicore ke NVIDIA BlueField, lingkungan AI dapat beroperasi dengan efisiensi maksimal. Hal ini menciptakan lapisan penegakan tersendiri yang tetap berfungsi meskipun sistem operasi host disusupi, serta mempercepat upaya penanggulangan ransomware rata-rata sebesar 21,4%—bahkan mencapai 32,6% untuk perusahaan besar.
- Mengamankan Agentic AI dan Data Lakes: Akamai API Security memantau “jaringan penghubung” AI, mencegah akses tidak sah ke data lakes yang berisi data sensitif dan menjadi sumber bagi large language models (LLMs).
- Pertahanan End-to-End: Dengan menggabungkan mitigasi DDoS dari Prolexic, Akamai menyediakan pertahanan berlapis-lapis terhadap serangan volumetrik yang dirancang untuk membebani arsitektur AI yang sangat penting.
Memperkuat ekosistem AI global
Advanced Technology Center (ATC) milik WWT Advanced Technology Center (ATC) milik WWT berfungsi sebagai tempat pengujian global untuk arsitektur AI. Dengan mengintegrasikan Akamai ke dalam model referensi ARMOR, WWT memastikan bahwa perusahaan dapat melampaui kepatuhan dasar untuk mencapai ketahanan siber yang sesungguhnya.
“Tidak ada satu vendor pun yang dapat mengamankan AI frontier sendirian,” kata Chris Konrad, Global VP of Cybersecurity di WWT.
“Melalui kemitraan erat dengan Akamai, kami mengubah antusiasme terhadap AI perusahaan yang aman menjadi kenyataan dan dapat terus ditingkatkan bagi para pelanggan,” tandasnya.














