ItWorks.id-Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi elektronik di Asia melalui penyelenggaraan Indonesia International Consumer Electronics & Smart Appliances Expo (IEAE) 2026. Pameran dagang internasional yang akan berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran ini,menjadi ajang unjuk kemampuan industri elektronik global dalam menghadirkan berbagai produk berbasis Artificial Intelligence (AI) dan teknologi pintar (smart technology) yang diproyeksikan membentuk gaya hidup masa depan.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-8, IEAE 2026 tampil dengan skala yang lebih besar. Pameran yang diselenggarakan oleh Chaoyu Exhibition tersebut akan menghadirkan hampir 350 perusahaan manufaktur yang mengisi sekitar 500 booth di Hall A1, A2, dan A3 JIExpo Kemayoran. Lebih dari 50.000 produk inovatif berteknologi terkini akan dipamerkan di ajang ini.
“Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat melihat beragam produk elektronik untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari perangkat elektronik konsumen, peralatan rumah tangga pintar, hingga berbagai inovasi teknologi terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat modern,” ungkap sumber Chaoyu Exhibition dalam rilis pers yang dilansir (22/07/2026), di Jakarta..
Penyelenggara juga mencatat sekitar 25 persen area pameran akan diisi oleh booth premium raw space. Hal ini menunjukkan meningkatnya partisipasi berbagai merek elektronik terkemuka sekaligus memperkuat posisi IEAE sebagai salah satu pameran perdagangan elektronik terbesar di Indonesia.
Dukung Smart Living
Salah satu daya tarik utama IEAE 2026 adalah hadirnya beragam solusi berbasis AI dan konsep smart living yang kini menjadi tren global. Berbagai perangkat pintar akan diperkenalkan kepada pelaku industri maupun pembeli bisnis, mulai dari smart wearable devices, smart speaker, keyboard kustom, kipas pintar, rice cooker pintar, hingga mesin kopi, juicer, food processor, serta beragam peralatan rumah tangga cerdas lainnya.
Ragam inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana integrasi kecerdasan buatan semakin luas diterapkan pada perangkat elektronik sehari-hari. Teknologi tidak lagi sekadar menghadirkan fitur otomatisasi, tetapi juga memberikan pengalaman penggunaan yang lebih personal, hemat energi, dan terhubung dalam ekosistem rumah pintar.
Selain menjadi ajang peluncuran teknologi terbaru, IEAE 2026 juga menjadi wadah bertemunya produsen elektronik global dengan pelaku industri di Indonesia. Sekitar 90 persen peserta pameran merupakan produsen asli (OEM/ODM) yang berasal dari berbagai pusat manufaktur elektronik terbesar di Tiongkok, seperti Shenzhen, Dongguan, Guangzhou, Foshan, Zhongshan, Jiangmen, Yiwu, dan Ningbo.
Salah satu peserta yang menjadi sorotan adalah Zhanjiang Home Appliance Industrial Base Pavilion, yang menghadirkan lebih dari 20 produsen terkemuka dengan berbagai inovasi peralatan dapur dan perlengkapan rumah tangga modern.
Tidak hanya diikuti perusahaan internasional, IEAE 2026 juga melibatkan sejumlah perusahaan Indonesia. Kehadiran pelaku industri nasional diharapkan membuka peluang kolaborasi dengan produsen global sekaligus meningkatkan daya saing industri elektronik Indonesia di pasar internasional.
Indonesia sendiri dinilai sebagai salah satu pasar elektronik terbesar di Asia Tenggara dengan permintaan yang terus meningkat, terutama untuk produk-produk berbasis teknologi pintar. Kondisi tersebut menjadikan IEAE 2026 sebagai platform bisnis strategis yang mempertemukan produsen dengan importir, distributor, retailer, pelaku e-commerce, corporate buyer, hingga project buyer dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui interaksi bisnis tersebut, pameran ini diharapkan mampu memperluas jaringan perdagangan sekaligus membuka peluang kemitraan baru di sektor elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga pintar.
Dengan jumlah peserta yang terus bertambah, portofolio produk yang semakin beragam, serta semakin dominannya inovasi berbasis AI dan smart living, IEAE 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk elektronik, tetapi juga etalase perkembangan teknologi pintar yang akan membentuk masa depan industri dan kehidupan masyarakat. Posisi Jakarta sebagai tuan rumah semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan inovasi elektronik di kawasan Asia.















