Jakarta, ItWorks.id – Gangguan pada aplikasi bisnis dapat memicu kerugian finansial yang besar bagi perusahaan. Di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap layanan digital, kemampuan mendeteksi dan menangani gangguan secara cepat menjadi kebutuhan utama agar operasional tetap berjalan optimal.
Platform pengujian beban asal Prancis, Gatling, mencatat biaya akibat downtime aplikasi dapat mencapai US$8.000 hingga US$50.000 per jam bagi perusahaan kecil, sekitar US$260.000 per jam untuk sektor manufaktur, US$1 juta per jam pada layanan kesehatan, hingga US$5 juta per jam di industri perbankan.
Menjawab tantangan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong pemanfaatan Elastic Observability yang dipadukan dengan Dell ObjectScale sebagai fondasi operasional digital yang tangguh, aman, dan efisien. Solusi tersebut diperkenalkan dalam seminar bertajuk Unlock Resilient Digital Operations with Elastic Observability & Dell Infrastructure di Jakarta, belum lama ini.
“Tim TI dapat mendeteksi anomali lebih dini, mempercepat analisis akar masalah, serta merespons insiden sebelum berdampak terhadap operasional bisnis maupun pengalaman pelanggan,” ujar Achmad.
Penyimpanan Data Lebih Efisien
Elastic Observability mengonsolidasikan log, metrik, jejak aplikasi (traces), serta data infrastruktur ke dalam satu tampilan terpusat. Dukungan machine learning membantu mengenali pola sistem, mengidentifikasi anomali, dan memberikan rekomendasi penyelesaian sehingga waktu pemulihan dapat dipersingkat.
Division Head Server Multipolar Technology Jeffry Tjiung Sendjaja menjelaskan, kemampuan tersebut semakin optimal ketika dipadukan dengan Dell ObjectScale sebagai platform penyimpanan objek yang aman, fleksibel, dan mudah diskalakan.
Menurutnya, data observabilitas dapat disimpan secara otomatis sehingga perusahaan memiliki histori data yang lebih panjang untuk kebutuhan analitik maupun investigasi insiden. Teknologi seperti scale-out architecture, geo-replication, enkripsi data, erasure coding, dan multi-tenancy juga membantu menjaga keamanan sekaligus efisiensi infrastruktur.
Kebutuhan terhadap penyimpanan objek modern diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya volume data tidak terstruktur. Berdasarkan IDC, sekitar 90 persen dari total datasphere global pada 2025 berupa data tidak terstruktur yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar dan mudah dikembangkan. Dengan kombinasi Elastic Observability dan Dell ObjectScale, perusahaan diharapkan mampu menjaga ketersediaan layanan digital sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan melalui operasional yang lebih resilien.














