ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Schneider Electric Ungkap Studi Terkait Risiko Arc Flash Pada Data Center 800 VDC

Fauzi
6 August 2026 | 14:51
rubrik: Research
Schneider Electric Ungkap Studi Terkait Risiko Arc Flash Pada Data Center 800 VDC

Image: Schneider Electric

Share on FacebookShare on Twitter

Schneider Electric mengumumkan analisis pertama di industri yang memberikan panduan praktis mengenai cara mengidentifikasi, menilai dan memitigasi risiko arc flash — ledakan energi listrik yang menghasilkan panas ekstrem serta berpotensi menyebabkan cedera serius dan kerusakan peralatan — pada arsitektur daya 800 VDC.

Berdasarkan skenario penerapan yang mengacu pada pola desain perusahaan hyperscaler, analisis ini membandingkan dua arsitektur 800 VDC yang sedang berkembang dengan konfigurasi berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa dampak arc flash sangat dipengaruhi oleh desain arsitektur, penempatan kapasitor, dan kecepatan sistem dalam memutus gangguan.

Salah satu temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa risiko arc flash pada sistem 800 VDC tetap dapat diatasi, bahkan dalam skenario paling berat yang didominasi oleh kapasitor. Dalam banyak kasus, tingkat risikonya juga sebanding dengan sistem AC pada umumnya. Selain itu, pemodelan yang lebih baik menggunakan perangkat lunak canggih dan digital twin dapat membantu menggambarkan risiko arc flash secara lebih akurat

Temuan ini hadir pada saat yang krusial, ketika arsitektur 800 VDC mulai diterapkan untuk mendukung rak berkapasitas lebih tinggi di data center AI. Dipimpin oleh NVIDIA bersama mitra teknologi energi seperti Schneider Electric, transisi menuju infrastruktur daya data center 800 VDC akan memungkinkan data center berskala besar dan AI Factories mendukung rak TI berkapasitas 400 kW atau lebih.

Seiring dengan percepatan industri menuju kepadatan daya yang lebih tinggi, distribusi 800 VDC menjadi solusi praktis untuk memasok daya ke rak berskala megawatt secara efisien. Namun, penggunaan tegangan operasi yang lebih tinggi juga membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik gangguan, koordinasi sistem proteksi, dan praktik kerja yang aman.

“Distribusi daya 800 VDC merupakan perubahan besar dalam desain data center, tetapi juga menghadirkan aspek keselamatan yang perlu dikaji secara menyeluruh,” ujar Manish Kumar, EVP Secure Power & Data Centers Schneider Electric.

BACA JUGA:  Survei: Pasar Mobil Bekas Mulai Menggeliat

“Kolaborasi kami dengan sejumlah perusahaan hyperscaler terkemuka dunia memberikan salah satu kerangka praktis pertama bagi para engineer dan profesional keselamatan untuk mengevaluasi risiko arc flash. Kerangka ini menawarkan pendekatan terstruktur untuk memahami karakteristik gangguan, menetapkan praktik kerja yang aman, serta merancang sistem proteksi yang efektif. Tujuan kami adalah membantu industri beralih ke arsitektur bertegangan lebih tinggi dengan aman dan penuh percaya diri,” sambungnya.

Analisis arc flash telah menjadi praktik standar di data center AC. Namun, hingga saat ini belum terdapat standar atau panduan yang berlaku secara luas di industri untuk mengelola bahaya kelistrikan yang mungkin dihadapi personel pada sistem 800 VDC yang dipasok melalui konverter. Karena itu, penelitian terbaru ini penting untuk membantu mengevaluasi dan mengelola risiko arc flash sekaligus memastikan sistem 800 VDC memiliki tingkat keselamatan yang sebanding dengan sistem daya yang digunakan saat ini. Standar yang ada cenderung memperkirakan risiko arc flash secara berlebihan, sementara analisis simulasi Schneider Electric menunjukkan bahwa perangkat lunak canggih dan digital twin dapat memodelkan risiko tersebut secara lebih akurat.

Penilaian Dilakukan terhadap Dua Arsitektur 800 VDC yang Berbeda
Studi Schneider Electric menghadirkan analisis praktis pertama mengenai risiko arc flash pada arsitektur 800 VDC di tingkat rak dan fasilitas, yang mencerminkan dua pendekatan utama yang mulai diterapkan di industri. Analisis ini mengevaluasi metode berbasis standar, simulasi transien, dan pemodelan sistem secara menyeluruh. Hasilnya menunjukkan bahwa kerangka analisis arc flash yang ada dapat diterapkan pada sistem 800 VDC selama mempertimbangkan desain arsitektur dan durasi gangguan. Studi ini juga menunjukkan bahwa pilihan desain sangat memengaruhi hasil analisis:

  • Arsitektur 800 VDC di tingkat rak: Dalam studi kasus sidecar, yang juga disebut power rack, dengan menggunakan metode dan asumsi konservatif, energi insiden tercatat jauh di bawah ambang batas penggunaan alat pelindung diri atau PPE sebesar 1,2 cal/cm², bahkan tanpa perangkat proteksi.
  • Arsitektur 800 VDC terpusat: Studi kasus di tingkat fasilitas menunjukkan potensi energi insiden yang sedikit lebih tinggi dibandingkan desain di tingkat rak, terutama pada skenario konservatif yang kurang mencerminkan kondisi nyata dan tidak dilengkapi proteksi arus lebih. Analisis ini juga mengevaluasi pengaruh topologi sistem serta menunjukkan bagaimana lokasi gangguan, baik sebelum maupun sesudah dioda pencegah arus balik, dapat memengaruhi arus balik, arus puncak, dan dampak arc flash. Ketika durasi kontribusi arus gangguan dibatasi menggunakan perangkat proteksi standar, energi arc flash dapat dikurangi hingga tingkat yang sesuai untuk lingkungan kerja dan secara umum sebanding dengan arsitektur AC yang umum digunakan.
BACA JUGA:  Indonesia Pengguna Aplikasi E-Commerce Android Terbesar Ketiga di Dunia

Strategi desain dan proteksi merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko arc flash pada arsitektur 800 VDC. Studi ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan risikonya tetap rendah dan dalam banyak kasus sebanding dengan sistem distribusi AC pada umumnya. Bahkan dengan perangkat proteksi standar, energi insiden dapat tetap berada di bawah ambang batas utama. Penelitian ini juga menemukan bahwa:

  • Karakteristik transien perlu diperhatikan: Pada sistem 800 VDC, arc flash dipengaruhi oleh arus gangguan yang berubah seiring waktu, dengan pelepasan energi dari kapasitor menjadi faktor dominan pada milidetik pertama saat gangguan terjadi.
  • Simulasi meningkatkan akurasi: Perangkat lunak, seperti simulasi transien dan alat analisis sistem tenaga, menunjukkan bahwa metode analisis arc flash DC yang sederhana sering kali memperkirakan risiko secara berlebihan pada sistem yang didominasi kapasitor. Operator dapat mengurangi risiko secara signifikan dengan menggunakan perangkat lunak canggih dan digital twin seperti ETAP untuk menyusun strategi proteksi.
  • Pilihan desain dapat mengurangi risiko: Dampak arc flash ditentukan oleh arsitektur dan konfigurasi sistem, bukan semata-mata karena penggunaan distribusi DC. Penempatan kapasitor, perangkat pencegah arus balik, dan sistem proteksi yang bekerja dalam hitungan milidetik menjadi faktor utama dalam penerapan 800 VDC yang aman.

“Standar industri tetap menjadi acuan penting dalam keselamatan arc flash dan kelistrikan. Namun, metode tradisional terkadang terlalu konservatif karena belum sepenuhnya mencerminkan cara kerja sistem DC yang kompleks,” ujar Tanuj Khandelwal, CEO ETAP. “Untuk memahami tingkat risiko yang sebenarnya, para insinyur perlu mengevaluasi topologi sistem, karakteristik gangguan, koordinasi proteksi, respons konverter, logika switching, dan skema proteksi aktif. ETAP memungkinkan tim untuk memodelkan dan memvalidasi kinerja sistem 800 VDC secara nyata, sehingga pengambilan keputusan terkait keselamatan dan operasional dapat beralih dari asumsi konservatif menuju pendekatan berbasis fisika yang lebih akurat dan didukung AI.”

BACA JUGA:  Sebanyak 46 Persen Responden Nyaman Berbagi Akun Streaming

Studi ini dilakukan berdasarkan pengalaman Schneider Electric selama puluhan tahun dalam pengujian keselamatan arc flash sekaligus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi industri menuju arsitektur daya 800 VDC. Arsitektur ini menjadi kebutuhan penting bagi sistem rak berdaya tinggi yang mulai diadopsi di data center AI. Schneider Electric juga telah melakukan pengujian menyeluruh terhadap kemampuan live swap pada sistem daya 800 VDC untuk mendukung proses pemeliharaan yang aman.

Tags: AIData CenterSchneider Electric
Previous Post

Alibaba Luncurkan Qwen3.8-Max, Model AI dengan 2,4 Triliun Parameter

Next Post

Halal Indo 2026 Bersama Kreator Perkuat Ekosistem Industri Halal Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAP Hadirkan Solusi Inovasi SmartRecruiters untuk SAP SuccessFactors

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genjot Penjualan, Lazada Bantu Seller Tampilkan Produk Lebih Menarik dengan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IFSE 2023 Dorong Akselerasi Fintech dan Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyelenggara Multipleksing TV Digital Wajib Penuhi Komitmen Distribusi STB bagi Masyarakat Miskin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto