ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Dukung Kemandirian Digital, Red Hat Suguhkan Kemampuan Baru Sovereign Cloud dan Private Cloud

Fauzi
7 August 2026 | 10:58
rubrik: Business Solution
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Guna membantu organisasi memperoleh kendali yang lebih besar atas teknologi dan data, Red Hat mengumumkan perluasan kapabilitas sovereign cloud dan private AI.

Di tengah meningkatnya tuntutan akan kemandirian operasional, baik sebagai kewajiban regulasi maupun kebutuhan strategis, Red Hat mendorong pendekatan baru di mana pilihan, kontrol, dan transparansi menjadi fondasi utama. Perubahan ini memberikan kemandirian kepada para pengambil keputusan IT dan penyedia layanan untuk memimpin arah transformasi teknologi mereka sendiri, alih-alih sekadar bereaksi terhadap perubahan pasar.

“Inovasi seharusnya tidak mengorbankan kontrol. Baik untuk memenuhi mandat regulasi di berbagai yurisdiksi maupun mengambil kembali kendali atas data dari silo proprietary, kami menghadirkan kapabilitas dan platform yang memungkinkan organisasi membangun masa depan digital yang lebih mandiri. Red Hat berfokus membantu organisasi yang memanfaatkan teknologi ini untuk mendorong inovasi AI dan cloud dekade berikutnya, sesuai dengan preferensi mereka sendiri,” ujar Ashesh Badani, senior vice president dan chief product officer, Red Hat, dalam keterangan resminya, hari ini (7/8/2026).

Sementara A S Rajgopal, MD & CEO, NxtGen, mengatakan “Di NxtGen, kami percaya bahwa masa depan sovereign AI di India harus dibangun secara terdistribusi, mandiri, dan terbebas dari ketergantungan pada teknologi proprietary. Kedaulatan menjadi prinsip utama yang mendasari operasional kami. Platform AI terkelola kami dibangun dari keyakinan tersebut, dengan memanfaatkan kekuatan open source dan Red Hat OpenShift sebagai orkestrator utama untuk menghadirkan transparansi serta kemandirian teknologi yang dibutuhkan India guna mendemokratisasi akses GPU dan memastikan inovasi tetap berkembang di dalam negeri.”

Mandat kemandirian operasional
Diskusi tentang kedaulatan sering kali berpusat pada tuntutan regulasi. Red Hat memandang hal ini secara berbeda. Dalam konteks ini, kedaulatan adalah tentang kemampuan organisasi untuk tetap memegang kendali terhadap arah perkembangan mereka sendiri, tanpa bergantung pada perubahan geopolitik, dinamika pasar, atau kebijakan vendor.

BACA JUGA:  Luise dan Renate, 2 robot yang bergabung dengan lini produksi Airbus A320 di Hamburg

Untuk menghadirkan fleksibilitas dan skalabilitas yang dibutuhkan organisasi modern, Red Hat menyediakan arsitektur terstandarisasi untuk generasi baru sovereign infrastructure. Pendekatan ini juga disokong oleh layanan lokal Red Hat Confirmed Stateside Support dan Red Hat Confirmed Sovereign Support untuk Uni Eropa (EU).

Bagi para pengambil keputusan IT yang mengelola infrastruktur yang kritikal maupun penyedia layanan yang membangun cloud regional khusus, kemampuan yang diperkenalkan hari ini semakin memperkuat fondasi tersebut. Solusi ini membuka jalan untuk berinovasi tanpa mengorbankan kontrol, sekaligus menghadirkan transparansi dan pilihan yang dibutuhkan untuk membangun fondasi open source yang lebih tangguh.

Kemandirian yang didukung oleh inovasi terbuka
Platform Red Hat menjadi tulang punggung software untuk lingkungan cloud yang terisolasi (air-gapped), sovereign cloud, maupun private cloud. Melalui fondasi yang terpadu, yang mencakup Red Hat OpenShift, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation Platform, dan Red Hat AI, organisasi dapat membangun serta mengembangkan skala mereka, di dalam wilayah mereka sendiri dan sesuai ketentuan mereka sendiri.

Untuk semakin memperluas portfolio ini, Red Hat memperkenalkan:

  • Penyederhanaan kepatuhan untuk menekan biaya audit: Red Hat telah memperluas framework kepatuhannya untuk mengurangi beban manual dalam proses persiapan audit. Compliance Profiles terbaru untuk Red Hat OpenShift Compliance Operator, yang dipadukan dengan Red Hat Advanced Cluster Security for Kubernetes, memungkinkan organisasi mengotomatiskan proses tinjauan teknis. Pendekatan ini mempermudah tim dalam menghasilkan bukti kepatuhan yang dibutuhkan untuk memenuhi berbagai regulasi nasional dan industri seperti NIS2, GDPR, dan DORA, sekaligus bisa menyesuaikan dengan regulasi yang terus berkembang.
  • Landing zone siap produksi untuk mendukung kesiapan kepatuhan sejak hari pertama: Installer lintas platform baru menyediakan platform komputasi terisolasi/terpisah dari sistem lain, yang otomatis dan telah dikonfigurasi sebelumnya, mencakup Red Hat Enterprise Linux, Red Hat OpenShift, dan Red Hat Ansible Automation Platform. Dengan menerapkan guardrails operasional sejak awal implementasi, landing zone ini mengubah arsitektur reference menjadi infrastruktur yang siap di-deploy (digunakan). Pendekatan tersebut membantu mempercepat time-to-value untuk workload yang telah diperkuat keamanannya dan memenuhi standar kepatuhan, tanpa memerlukan konfigurasi manual terhadap kontrol dasar sistem.
  • Penyediaan sovereign AI dan cloud yang lebih cepat: provisioning interface layanan terbaru memungkinkan para mitra dan pelanggan untuk dengan cepat men-deploy virtual machine, cluster, dan layanan AI pada OpenShift. Melalui kapabilitas ini, organisasi dapat menghadirkan layanan seperti GPU-as-a-service, models-as-a-service, dan inferencing-as-a-service sebagai bagian dari private cloud berbasis AI yang dibangun pada fondasi Red Hat yang skalabel sekaligus mempertahankan kendali atas lifecycle model AI yang digunakan.
  • Telemetri di on-premise untuk mendukung kedaulatan data: Red Hat Lightspeed kini menghadirkan kapabilitas telemetri manajemen biaya untuk OpenShift, yang seluruh prosesnya tetap berada di dalam lingkungan yang dikendalikan pelanggan. Kemampuan ini memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pengeluaran cloud mereka tanpa mengorbankan residensi data, sekaligus membantu organisasi menghilangkan kebutuhan untuk memindahkan data operasional melintasi batas-batas kedaulatan data.
  • Pengiriman software lokal untuk memperkuat ketahanan regional: Red Hat berencana untuk melokalkan rantai pasokan software-nya untuk membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan gangguan regional. Dimulai dari Uni Eropa, mekanisme in-region content delivery (pengiriman konten ke dalam wilayah) memungkinkan pelanggan dan mitra mengunduh Red Hat Enterprise Linux secara lokal. Langkah ini meningkatkan ketahanan distribusi software yang kritikal dengan menghadirkan kontrol lokal pada update streams (alur pembaruan). Red Hat juga berencana untuk memperluas jaringan regional ini ke lebih banyak produk hingga akhir 2026.
BACA JUGA:  Adopsi Superkomputer Fugaku, Hexagon Hadirkan Revolusi Penggunaan Simulasi dalam Inovasi Produk

Ekosistem global untuk sovereign cloud dan private cloud
Arsitektur terbuka Red Hat berfungsi sebagai titik sentral bagi berbagai upaya industri dalam menghadirkan kemandirian operasional. Melalui pencapaian teknis bersama para pemimpin industri, Red Hat menghadirkan fleksibilitas teknologi, keahlian regional, dan otoritas pengelolaan yang dibutuhkan pelanggan:

  • Status AI Cloud Ready untuk program NVIDIA Cloud Partner (NCP): Red Hat menghadirkan platform tervalidasi untuk sovereign AI cloud dan neocloud. Kapabilitas ini memungkinkan mitra NVIDIA menyediakan sumber daya dan layanan AI multi-tenant secara on-demand (sesuai permintaan). Melalui pendekatan ini, organisasi dapat memperoleh kontrol penuh terhadap seluruh stack dan lifecycle AI untuk menyokong kemandirian operasional di lingkungan hybrid cloud.
  • Red Hat OpenShift di Google Cloud Dedicated: Melanjutkan kolaborasi erat Red Hat dengan Google, OpenShift on Google Cloud Dedicated menghadirkan infrastruktur terisolasi bagi organisasi yang memiliki kebutuhan kontrol internal dengan tingkat paling ketat. Solusi ini membantu organisasi membangun kemandirian operasional sekaligus memenuhi tuntutan mandat sovereign dan kebutuhan performa kelas enterprise.
  • IBM Sovereign Core: Red Hat OpenShift, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation Platform, dan Red Hat AI menjadi fondasi utama bagi solusi sovereign cloud dan private cloud milik IBM. Fondasi ini mendukung infrastruktur cloud yang digunakan untuk automated compliance (otomatisasi kepatuhan), modernisasi infrastruktur, serta inovasi AI.

Upaya ini juga diperkuat oleh ekosistem khusus yang terdiri dari mitra dan penyedia layanan yang membangun sovereign AI cloud, termasuk Telenor, Core42, DataCom, Fujitsu, NxtGen, Sopra Steria, dan lainnya. Para mitra ini menghadirkan keahlian lokal yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan layanan AI dan cloud berperforma tinggi yang siap memenuhi kebutuhan kepatuhan (compliance-ready), sekaligus memastikan pengelolaan dan otoritas data tetap berada di wilayah lokal masing-masing.

BACA JUGA:  Zoom Bekali Kemampuan Agentic AI untuk Zoom AI Companion
Tags: AIcloudGenerative AIRed Hat
Previous Post

Resmi Diluncurkan, Zankore by Indosat Siap Layani Kawasan Asia Pasifik dengan Platform Infrastruktur AI Terintegerasi

Next Post

Riset: Separuh Penggunaan AI di Perusahaan Luput dari Pengawasan Keamanan, Perbesar Kesenjangan Visibilitas ‘Shadow AI’

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tampil Gahar Luar-Dalam, Segini Harga Laptop Gaming Acer Nitro 5 (AN515-57) di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asus Rilis Laptop VivoBook Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemkomdigi Luncurkan Mudikpedia 2025: Panduan Lengkap Mudik Aman dan Nyaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto