ItWorks.id- Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, turut mengubah cara manusia bekerja, berkreasi, hingga mewujudkan berbagai ide kreatif. Perubahan tersebut juga mendorong perangkat komputasi untuk tidak lagi sekadar menjadi alat kerja, tetapi berkembang menjadi mitra yang mampu mendukung produktivitas dan kreativitas penggunanya.
Saat ini, laptop jarang digunakan hanya untuk satu kebutuhan. Dalam satu hari, perangkat yang sama dapat digunakan untuk mengelola email dan mengikuti rapat virtual, membuat konten, mencari materi untuk tugas sekolah, hingga menikmati hiburan melalui layanan streaming. Kebutuhan akan perangkat yang fleksibel pun semakin relevan di Indonesia. Berdasarkan HP Work Relationship Index 2025, 70% Gen Z dan 68% Milenial di Indonesia memiliki side hustle di samping pekerjaan utama mereka. Bagi kelompok ini, laptop yang digunakan untuk pekerjaan utama juga dapat diandalkan untuk menjalankan usaha kecil, membuat konten, atau mempelajari keterampilan baru.
Riset yang sama juga menunjukkan bahwa 94% pekerja berbasis pengetahuan (knowledge workers) di Indonesia telah menggunakan AI, dan 50% di antaranya menggunakannya setiap hari. Seiring semakin luasnya pemanfaatan AI untuk bekerja, membuat konten, dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, HP Indonesia menghadirkan portofolio HP OmniBook AI PC untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Melihat tren tersebut, HP Indonesia kembali memperkenalkan jajaran HP OmniBook AI PC, portofolio serbaguna yang dirancang untuk mendukung beragam cara masyarakat menggunakan PC, mulai dari bekerja dan berkreasi hingga menikmati hiburan. Ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra Series 3, portofolio AI PC konsumen dari HP ini menghadirkan performa CPU yang kuat, akselerasi AI terintegrasi, kemampuan grafis yang mumpuni, dan pengelolaan daya yang
cerdas untuk membantu konsumen Indonesia memberikan kinerja terbaik mereka di mana pun mereka berada.
Guna mengenalkan lebih jauh produk andalannya ini, HP bersama Intel Indonesia menggelar temu media bertajuk The OmniBook Clubhouse di Midaz Senayan Golf, Senayan Avenue, Jakarta, (1/9/2026). The OmniBook Clubhouse merupakan ajang kolaborasi antara HP Indonsia dan Intel untuk memperkenalkan lini laptop tipis dan ringan terbaru HP OmniBook yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra.
Dalam kegiatan ini, jurnalis juga berkesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba secara langsung jajaran HP OmniBook yang dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan bekerja dan berkreasi di era AI. Dalam acara ini, HP dan Intel memperlihatkan bagaimana teknologi AI dapat diterapkan dalam berbagai skenario penggunaan laptop sehari-hari. Pengalaman tersebut tidak hanya disampaikan melalui presentasi, tetapi juga melalui sesi demo dan hands-on sehingga peserta dapat merasakan langsung kemampuan perangkat.
“Cara kita menggunakan PC telah berubah. Saat ini, masyarakat dapat dengan mudah berpindah antara bekerja, belajar, berkreasi, hingga menjalankan minat mereka. Di HP, kami percaya teknologi harus mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan tersebut, bukan justru menambah kompleksitas. Melalui seri OmniBook, kami memadukan performan yang kuat, kemampuan berbasis AI, dan berbagai fitur cerdas untuk membantu masyarakat memberikan kinerja terbaik mereka, apa pun aktivitasnya” ujar Juliana Cen, President Director, HP Indonesia dalam rilis pers.
Perangkat HP OmniBook yang ditenagai Intel® Core™ Ultra Series 3 dirancang untuk menghadirkan performa yang mendukung berbagai aktivitas pengguna. Perangkat ini memungkinkan pengguna beralih dengan lebih mulus, mulai dari produktivitas sehari-hari dan kolaborasi hingga ke pembuatan konten dan pekerjaan yang membutuhkan performa lebih tinggi. Dengan demikian, PC tidak lagi dipandang sebagai perangkat yang hanya ditujukan untuk satu jenis aktivitas.
“AI semakin menjadi bagian dari cara masyarakat bekerja, berkreasi, dan berkolaborasi. Seiring dengan itu, mereka mengharapkan PC yang mampu mengikuti kebutuhan tersebut tanpa mengorbankan performa maupun mobilitas.
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah penggunaan prosesor Intel® Core Ultra Series 3 dengan Intel Inside®, yang menjadi bagian dari pengalaman AI PC pada lini HP OmniBook. Intel® Core™ Ultra Series 3 dirancang untuk menghadirkan performa AI, daya tahan batere sepanjang hari, dan grafis kelas profesional secara bersamaan, sehingga mampu mendukung berbagai pengalaman yang kini diharapkan pengguna dari PC mereka. “Kami senang dapat berkolaborasi dengan HP untuk menghadirkan kapabilitas ini kepada pengguna melalui seri OmniBook,” ujar Harry K. Nugraha, Country Manager of Intel Indonesia.
Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia, Edo Jonathan Chandra, dalam sambutan pembukaan menyampaikan konteks mengenai kehadiran OmniBook di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin pesat.Melalui The OmniBook Clubhouse, HP Indonesia dan Intel ingin menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak harus menjadi sesuatu yang rumit bagi pengguna. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat hadir secara lebih dekat melalui perangkat yang digunakan setiap hari. “Dengan kombinasi perangkat keras dan kemampuan AI, HP OmniBook diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam—bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk mendukung kreatifitas, menciptakan sesuatu yang baru,” ungkapnya.
Dalam sesi ini, jurnalis juga diajak mengeksplorasi kemampuan OmniBook sekaligus melihat bagaimana fitur-fitur berbasis AI dapat membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan secara lebih praktis.
Peserta tidak hanya menjadi penonton demo, tetapi dapat mengeksplorasi sendiri bagaimana sebuah AI PC digunakan untuk menerjemahkan ide menjadi karya. Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan AI pada laptop dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pekerja profesional hingga pengguna yang membutuhkan perangkat untuk aktivitas kreatif sehari-hari.
Kehadiran OmniBook sekaligus menandai semakin kuatnya tren laptop berbasis AI di tengah perubahan pola kerja dan kreativitas digital. Ketika AI semakin terintegrasi ke dalam perangkat, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah laptop mampu menjalankan berbagai aplikasi, tetapi sejauh mana perangkat tersebut dapat membantu penggunanya bekerja lebih efektif dan mengubah ide menjadi sesuatu yang nyata.














