ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

IBM dan Red Hat Perluas Lightwell dengan Penawaran Baru, Bangun Infrastruktur Kepercayaan bagi Open Source di Era AI

Fauzi
7 September 2026 | 12:50
rubrik: Business Solution
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

IBM dan Red Hat mengumumkan peluncuran Lightwell secara komersial, yang menghadirkan remediasi kerentanan otomatis dalam skala besar melalui dua solusi: Lightwell Network dan Lightwell Clearinghouse Premier.

Kini telah tersedia, Lightwell Network memberikan akses bagi perusahaan ke katalog perdana yang berisi lebih dari 6.500 dependency pada application layer yang telah diremediasi, ditandatangani secara digital, dan tersertifikasi di berbagai ekosistem utama, termasuk Java dan Python. Sementara itu, Lightwell Clearinghouse Premier memasuki fase ketersediaan terbatas, yang berperan sebagai perantara tepercaya untuk embargo patching yang aman dan koordinasi ancaman sektoral.

Peluncuran hari ini berlandaskan komitmen senilai US$5 miliar untuk keamanan open source yang diumumkan IBM dan Red Hat pada Mei 2026, disokong oleh lebih dari 20.000 engineer global untuk mengawasi dan memperluas kapabilitas remediasi Lightwell yang canggih dan berbasis AI. Peluncuran Lightwell ini memperluas model yang telah dibangun berdasarkan kepercayaan selama puluhan tahun, di mana Red Hat telah mengamankan berbagai sistem kritikal bagi ribuan pelanggan, memproses jutaan unduhan produk utama, serta memberikan patching, perbaikan bug, dan kontribusi komunitas dalam jumlah yang tak terhitung.

Hal ini juga mencerminkan pesatnya momentum dan kolaborasi aktif bersama mitra design dari para pemimpin industri jasa keuangan yang memandang Lightwell sebagai solusi krusial untuk mengatasi tantangan industri ini, sekaligus mengakui keunggulan unik Red Hat dan IBM dalam menghadirkan keahlian engineering open source serta skala yang dibutuhkan. Lightwell kini memperluas perlindungan enterprise yang telah teruji tersebut ke seluruh portofolio software open source milik organisasi.

Untuk menghadirkan infrastruktur kepercayaan ini, Lightwell memanfaatkan kapabilitas throughput tinggi dari remediation engine bertenaga generative AI yang telah aktif dan beroperasi dalam skala besar. Pipeline otomatisasi canggih berbasis AI ini menggabungkan model AI terdepan dan model AI terbuka (open) dengan keahlian engineering manusia untuk mengidentifikasi, memvalidasi, dan meremediasi kerentanan di berbagai dependency kritikal yang tertanam jauh di dalam arsitektur software modern.

BACA JUGA:  Hilangkan Blind Spot, SailPoint Definisikan Ulang Perlindungan Siber Era AI

Lightwell menghilangkan hambatan antara inovasi yang cepat dan kepatuhan enterprise dengan mengamankan paket software tertentu yang dijalankan oleh organisasi di lingkungan produksi aktif saat ini, sekaligus membangun platform yang stabil untuk aplikasi masa depan. Untuk memecah kebuntuan dalam remediasi dependency, Lightwell menggunakan otomatisasi untuk menerapkan backport perbaikan krusial secara langsung ke versi software produksi tertentu yang memiliki masa pakai panjang. Langkah ini membantu mengatasi pengujian regresi yang memakan waktu lama dan risiko breaking changes yang sering kali melumpuhkan tim ketika melakukan upgrade besar-besaran di tingkat upstream. Disokong oleh remediation engine berbasis AI tersebut, Red Hat dan IBM memproyeksikan katalog paket yang telah diremediasi oleh Lightwell akan berkembang pesat dari ribuan menjadi jutaan.

Red Hat dan IBM menghadirkan kapabilitas ini melalui dua penawaran:

Lightwell Network: Tersedia secara umum mulai sekarang, memberikan akses langsung ke library konten yang aktif dan terus berkembang, mulai dari library terbaru hingga legacy, dengan remediasi bernilai tinggi. Anggota menerima aliran berkelanjutan dari binary yang ditandatangani secara digital, source code, dan artefak kepatuhan yang komprehensif, termasuk Software Bills of Materials (SBOM) lengkap, yang diintegrasikan langsung ke dalam pipeline yang sudah ada tanpa code drift.

Lightwell Clearinghouse Premier: Memasuki fase onboarding komersial dengan ketersediaan bertahap, tingkatan (tier) ini dirancang sebagai perantara tepercaya untuk kolaborasi industri yang mendalam, koordinasi ancaman sektoral tingkat lanjut, dan embargo patching yang aman. Organisasi peserta dapat melaporkan kerentanan dan meminta remediasi versi tertentu selama periode embargo. Meskipun peluncuran awal platform ini terbatas pada industri jasa keuangan, Red Hat dan IBM berencana memperluas Lightwell Clearinghouse Premier ke sektor infrastruktur kritikal lainnya, termasuk pemerintahan, layanan kesehatan, dan telekomunikasi, pada fase mendatang. Mengingat perlunya kerangka hukum, geografis, dan pengungkapan (disclosure) yang sangat spesifik untuk mengoperasikan jaringan clearinghouse berdasarkan sektor, akses komersial saat ini masih dibatasi khusus bagi organisasi peserta yang memenuhi kualifikasi.

BACA JUGA:  Perkuat Komitmennya di Asia, Genesys Luncurkan Region Genesys Cloud Layanan Penuh di Singapura

Lightwell beroperasi berdasarkan model upstream-always yang telah terbukti dari Red Hat, di mana perbaikan keamanan secara aktif dikirim kembali ke komunitas open source asal untuk ditinjau dan diterima. Hal ini memastikan perlindungan komersial dan kesehatan komunitas saling menguatkan secara terus menerus, mencegah fragmentasi proyek tanpa menimbulkan risiko kerentanan zero-day di lingkungan produksi.

“Tidak ada satu pun lembaga yang mampu mengimbangi pesatnya skala dan kompleksitas kerentanan open source secara mandiri,” ujar Scott DePasquale, President and CEO, ARC. “Sektor keuangan telah lama membuktikan nilai dari kolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan bersama, dan inisiatif yang memungkinkan remediasi terkoordinasi berpotensi memperkuat ketahanan di seluruh industri.”

“Lightwell menandai pergeseran struktural yang fundamental dalam cara kita mengamankan seluruh software enterprise,” ujar Matt Hicks, President and CEO, Red Hat. “Dengan memadukan remediasi otomatis bersama warisan engineering kami yang mendalam, kami bertujuan menghadirkan infrastruktur tepercaya yang diperlukan untuk memanfaatkan open source secara andal, berkelanjutan, dan pada kecepatan AI.”

“IBM dan Red Hat memberikan perbaikan yang tersertifikasi kepada perusahaan, yang dapat langsung mereka integrasikan ke dalam sistem yang sudah mereka jalankan, tanpa memerlukan perombakan atau mengalami gangguan operasional, disokong oleh jaringan mitra teknologi dan delivery yang terus berkembang,” ujar Rob Thomas, Senior Vice President, Software & Chief Commercial Officer, IBM. “Mewujudkan hal tersebut membutuhkan skala yang tidak dimiliki sebagian besar organisasi, didukung tim engineer kelas dunia dan sistem AI yang bekerja sepanjang waktu untuk melindungi software open source yang menjadi landasan operasional perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.”

“Industri yang diawasi ketat oleh regulasi seperti jasa keuangan menanggung biaya compliance tertinggi, yang berarti mereka sangat serius dalam memperlakukan keamanan, terutama dalam hal penggunaan software open source,” ujar Jerry Silva, Program Vice President for IDC Financial Insights. “Kemitraan yang mempertemukan Red Hat dan IBM di bawah naungan Lightwell untuk mengidentifikasi, memilah, dan meremediasi kerentanan akan memperkuat postur keamanan dan ketahanan organisasi-organisasi tersebut secara global, sekaligus menjaga kepercayaan yang menjadi ciri khas dari layanan yang mereka berikan.”

BACA JUGA:  Berkat Avaya, BCA Bisa Pantau Kinerja Karyawan yang Rajin dan Malas

Dengan open source yang mencakup hingga 90% basis kode enterprise dan mencatatkan 9,8 triliun unduhan hanya pada 2025 saja, volume yang sangat masif dan maraknya eksploit buatan AI berbiaya hanya US$50 telah melumpuhkan pengelolaan patching tradisional, menyisakan rata-rata 581 kerentanan pada basis kode organisasi. Lightwell dirancang untuk memitigasi risiko yang belum terpetakan ini dan menghilangkan bottleneck eksekusi dengan mengevaluasi konteks aplikasi dan interaksi dependency untuk menghadirkan perbaikan yang telah tervalidasi secara langsung ke dalam workflow yang sedang aktif.

Mengamankan rantai pasok software open source membutuhkan ekosistem yang terbuka dan beragam, mencakup model AI, development tools, dan infrastruktur enterprise. Lightwell didukung oleh jaringan mitra teknologi dan deployment yang kuat dan terus berkembang. Melalui kolaborasi bersama para pemimpin industri ini, Lightwell menghadirkan pertahanan yang benar-benar terorkestrasi, memungkinkan aturan-aturan jaringan (network), lingkungan cloud, dan deployment pipeline diperbarui secara bersamaan di seluruh arsitektur enterprise begitu perbaikan telah tersedia.

Provider Teknologi: Para pemimpin industri seperti Amazon Web Services (AWS), AMD, F5, GitLab, Intel, JFrog, Microsoft, NVIDIA, Palo Alto Networks, dan ServiceNow berkolaborasi dengan IBM dan Red Hat dalam inisiatif Lightwell. Ekosistem yang terus berkembang ini memastikan perbaikan keamanan Lightwell dapat menjangkau berbagai lingkungan, melindungi bermacam-macam tools, aplikasi, dan layanan yang sudah ada tanpa mengganggu operasional.

Layanan deployment & strategi: Untuk mempercepat adopsi, pelanggan dapat memanfaatkan integrasi sistem berkelas dunia dan layanan deployment strategis melalui kolaborasi dengan IBM Consulting, Red Hat Consulting, Accenture, Atos, Cognizant, Deloitte, dan tim konsultasi siber dan risiko EY, HCLTech, Infosys, Kyndryl, LTM, NTT DATA, Tata Consultancy Services (TCS), dan Tech Mahindra. Organisasi-organisasi ini membantu pelanggan enterprise memetakan SBOM, mengelola version mapping, mengintegrasikan registry Lightwell, serta mengevaluasi pipeline demi meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kerentanan berkecepatan AI.

Tags: AIGenerative AIIBMRed Hat
Previous Post

BPJPH Terbitkan Aturan Pemastian Halal Produk Impor, Tegaskan Kedaulatan Halal Indonesia

Next Post

InfraNexia dan XLSMART Bersinergi Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mulai Dijual, Ini yang Ditawarkan TWS Airy C-Bridge HUAWEI FreeClip 2S

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tampil Gahar Luar-Dalam, Segini Harga Laptop Gaming Acer Nitro 5 (AN515-57) di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Solusi IT yang Bisa Hemat Penggunaan Kuota Internet dan Mudah Digunakan, Tepat untuk WFH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto