ItWorks.id- Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, perhatian terhadap kesehatan pengemudi truk logistik menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok. Momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 pun dimanfaatkan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak untuk memberikan perlindungan sekaligus apresiasi kepada para pengguna jasa dan pengemudi truk petikemas.
Sebagai bagian dari perayaan Harpelnas 2026, IPC TPK menggelar acara apresiasi langsung kepada pengguna jasa dan pengemudi truk peti kemas di yang telah berupaya keras mendukung kelancaran layanan logisik dari dan ke pelabuhan. Pada 4 September 2026, IPC TPK Terminal Pontianak membagikan masker kesehatan dan paket makanan ringan secara gratis kepada pengguna jasa serta pengemudi truk peti kemas yang beraktivitas di area terminal.
Langkah tersebut tak sekadar bentuk apresiasi dalam peringatan Harpelnas, tetapi juga respons terhadap kondisi lingkungan yang dihadapi para pekerja lapangan. Paparan kabut asap tebal akibat karhutla meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama gangguan saluran pernapasan, bagi pengemudi yang setiap hari berada di jalan maupun kawasan terminal.“Hari Pelanggan Nasional tahun ini kami jadikan momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus perlindungan nyata bagi para pengguna jasa dan pengemudi truk yang terus bekerja tanpa kenal lelah,” ujar Terminal Head IPC TPK Pontianak, M. Loutfie Hidayat dalam rilis pers, belum lama ini.
Menurut dia, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja lapangan menjadi prioritas, terlebih di tengah kondisi ekstrem akibat kabut asap.“Di tengah paparan kabut asap akibat karhutla, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di lapangan adalah prioritas utama kami agar operasional bongkar muat dan distribusi barang di Kalimantan Barat dapat terus berjalan lancar dan aman,” katanya.
Bagi IPC TPK, kesehatan pengemudi truk memiliki kaitan langsung dengan kelancaran operasional logistik. Sebagai salah satu mata rantai penting dalam distribusi barang dari dan menuju terminal petikemas, kondisi pengemudi turut menentukan kelancaran arus keluar-masuk barang.
Gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), misalnya, berpotensi mengurangi produktivitas pengemudi dan pada akhirnya menghambat efisiensi distribusi logistik. Karena itu, pembagian masker menjadi langkah sederhana namun strategis untuk membantu mengurangi risiko paparan asap selama aktivitas operasional.
Kepedulian tersebut juga menjadi bagian dari upaya IPC TPK menjaga keberlangsungan operasional terminal di tengah tantangan kondisi ekstrem. Sinergi antara manajemen terminal dan para pemangku kepentingan dinilai penting agar aktivitas bongkar muat dan distribusi tetap berjalan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dan komoditas unggulan Kalimantan Barat dapat tersalurkan tepat waktu.“Melalui kolaborasi dan kepedulian yang berkelanjutan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, menjamin keamanan kerja, serta memastikan arus barang di Kalimantan Barat tetap bergerak efisien demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Loutfie.
Dengan demikian, peringatan Harpelnas 2026 di IPC TPK Terminal Pontianak tidak hanya menjadi momentum untuk mendekatkan perusahaan dengan pengguna jasa. Lebih dari itu, peringatan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan rantai logistik juga membutuhkan perhatian terhadap mereka yang berada di garis depan, termasuk para pengemudi truk petikemas.














