PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melaksanakan Public Expose tahunan dalam ajang Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam pemaparannya, Direksi Perseroan menyampaikan pencapaian kinerja keuangan semester pertama 2026 (1H26 – tidak diaudit), progres ekspansi jaringan fixed broadband, serta arah strategis perusahaan menuju Connected Intelligence di Indonesia.
Kinerja Keuangan 1H26 – Pertumbuhan Tiga Digit Ditopang Bisnis Telekomunikasi Sepanjang semester pertama tahun 2026, Perseroan mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan berkat model bisnis twin growth engine:
• Pendapatan Konsolidasi: Tumbuh +206% YoY mencapai Rp1,57 triliun.
• Dominasi Segmen Telekomunikasi: Lini telekomunikasi melesat +357% YoY menjadi Rp1,28 triliun dan kini berkontribusi sebesar 82% terhadap total bauran pendapatan Perseroan.
• Profitabilitas: EBITDA tercatat sebesar Rp948,9 miliar (+117% YoY) dengan marjin kuat di angka 60,4%. Laba bersih konsolidasi tumbuh +118% YoY menjadi Rp496,8 miliar.
Likuiditas dan Pendanaan Mendukung Fase Ekspansi
Perseroan mempertahankan struktur permodalan yang konservatif di tengah fase pembangunan jaringan. Perseroan mampu menjaga rasio Net Debt/EBITDA pada level 0,85x dengan kas dan setara kas mencapai Rp8,29 triliun, utang berbunga (interest-bearing debt) Rp9,8 triliun, total ekuitas Rp9 triliun, dengan EBITDA/interest coverage 3,5x.
Selain menarik tranche Rp1,7 triliun dari fasilitas pinjaman sindikasinya dan menerbitkan obligasi/sukuk ~Rp5,0 triliun, anak usaha Perseroan, WEAVE (FTTH), sukses menerbitkan Samurai Bond JPY 21,4 miliar (~Rp2,4 triliun) pada Juli 2026 dengan peringkat Investment Grade BBB+ dari Japan Credit Rating Agency (JCR).
Pertumbuhan Pelanggan dan Ekosistem Produk Fixed Broadband
Hingga akhir semester I-2026, jumlah pelanggan fixed broadband Perseroan melonjak +518% YoY mencapai 2,3 juta pelanggan, yang terdiri dari 1,85 juta pelanggan FTTH Starlite dan 513 ribu pelanggan 5G FWA 1,4 GHz, IRA – Internet Rakyat. Tingkat churn rate FTTH Starlite tercatat sangat rendah, yaitu di bawah 0,1% per bulan.
Kualitas layanan Perseroan turut mendapatkan validasi pihak ketiga. Berdasarkan Ookla Speedtest Intelligence (Desember 2025), Starlite mencatat kecepatan unduh median pengguna tercepat di antara penyedia fixed broadband di Indonesia. Selain itu, Starlite Super – layanan fixed broadband Wi-Fi 7 pertama di Indonesia dengan kecepatan hingga 2 Gbps – meraih WBBA Gigacity Champion Award 2026 pada Broadband Development Summit APAC di Bangkok, Juli 2026.
Perseroan membangun product ladder yang memungkinkan pelanggan masuk dengan harga terjangkau dan melakukan upgrade di dalam ekosistem SURGE.
• IRA – Internet Rakyat (5G FWA 1,4 GHz up to 100 Mbps): Rp100.000/bulan.
• Starlite (FTTH up to 200 Mbps): Rp100.000/bulan.
• Starlite Prime (FTTH up to 500 Mbps): Rp168.000/bulan.
• Starlite Super (FTTH up to 2 Gbps Wi-Fi 7): Rp250.000/bulan.
Ekspansi Jaringan IRA – Internet Rakyat (5G FWA 1,4 GHz)
IRA – Internet Rakyat, jaringan 5G FWA komersial 1,4 GHz pertama di dunia, telah mengoperasikan (on-air) lebih dari 1.500 site yang tersebar di 8 provinsi di Jawa, Maluku, dan Papua. Ekspansi ini didukung oleh 6 mitra vendor RAN, dengan lebih dari 4.500 unit radio terintegrasi. IRA – Internet Rakyat menggunakan pendekatan community-powered infrastructure untuk mempercepat akuisisi lokasi sekaligus membangun mesin penjualan di tingkat komunitas.
• Rumah Sahabat IRA: Skema sewa atap rumah, masjid, toko sebagai lokasi radio rooftop (9.000+ host terdaftar).
• Sahabat IRA: Penjualan berbasis komunitas (Grass-root Community Sales) melibatkan 5.000+ agen.
Connected Intelligence: AI Menjadi Lapisan di Atas Infrastruktur
Sejalan dengan meningkatnya skala jaringan, SURGE mulai mengintegrasikan Agentic AI ke dalam operasi dan layanan. Sembilan modul Agentic AI telah digunakan di kedua mesin pertumbuhan, mencakup Proactive Network AI, AI Project Monitoring, AI Install QC berbasis OCR untuk catatan instalasi, AI Ticketing Platform, AI Complaint Chatbots, dan AI Incident Management. Pendekatan AI-first operations and care ditujukan untuk menjaga biaya layanan tetap terkendali ketika basis pelanggan berkembang.
Di sisi layanan, Perseroan bermitra dengan KreasiKita untuk menghadirkan ekosistem karier dan kreativitas berbasis AI yang mempertemukan manusia, AI agents, brand, dan komunitas. Fitur yang ditampilkan mencakup AI CV dan dynamic CV builder, AI recruiter dan match scoring, AI interview practice, creative studio untuk video, image dan music, AI career assistant, serta verified marketplace dan community.
“Kinerja kami menunjukkan bahwa dua mesin pertumbuhan SURGE, IRA – Internet Rakyat dan Starlite, terus memperluas skala konektivitas kami. Ke depan, kami tidak hanya ingin menghubungkan lebih banyak masyarakat, tetapi juga membangun intelligence berbasis AI di atas infrastruktur tersebut. Dengan demikian, SURGE dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia,” ujar Shannedy Ong, Direktur SURGE.
Target Perusahaan Akhir Tahun 2026 Hingga akhir tahun 2026, Manajemen Perseroan memproyeksikan beberapa target kunci:
• Jumlah Pelanggan Kombinasi (FWA + FTTH): Menembus lebih dari 3 juta pelanggan.
• Jumlah Site FWA: Mencapai hingga 5.500 site.
• FTTH Home Passes: Mencapai 3,5 Juta Home Passes.
• EBITDA Margin: Dijaga pada kisaran 50% – 60%.














