ItWorks.id- Dalam rangkaian perayaan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 pada 4 September, Lintasarta memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pelanggan, tidak sekadar menggunakan teknologi digital, tetapi mulai mengeksplorasi kecerdasan artifisial (AI) dan cloud sebagai pengungkit efisiensi, inovasi, dan pertumbuhan bisnis.
Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang merupakan bagian dari Grup Indosat Ooredoo Hutchison tersebut menghadirkan sejumlah program apresiasi melalui penawaran khusus layanan Cloud, GPU, dan Large Language Model (LLM).Melalui program ini, pelanggan dapat memanfaatkan layanan Cloud dan GPU selama satu tahun dengan skema pembelian delapan bulan. Dengan demikian, pelanggan memperoleh bonus pemakaian selama empat bulan. Lintasarta juga menawarkan harga khusus untuk layanan LLM agar pelanggan memiliki ruang lebih besar untuk mengeksplorasi kapabilitas AI generatif dengan investasi yang lebih efisien.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, terutama di tengah semakin pentingnya AI dan cloud dalam pengembangan bisnis. “Kami ingin Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk memberikan manfaat yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pelanggan. Saat ini, AI dan cloud semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi pelanggan untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan teknologi tersebut dengan lebih fleksibel,” ujar Armand yang dirilis melalui poprtal web resmi Lintasarta, baru-baru ini.
Tak hanya mendorong adopsi AI, Lintasarta juga memasukkan aspek keamanan sebagai bagian dari program apresiasi tersebut. Perseroan menyediakan Free Trial AI PenTest dengan metode Black Box bagi 15 pelanggan existing pertama yang mendaftar. Layanan tersebut memungkinkan pelanggan menguji satu URL untuk mengidentifikasi potensi kerentanan pada aplikasi atau solusi yang dimiliki. Langkah ini menunjukkan bahwa perluasan pemanfaatan AI dan cloud juga harus diikuti dengan penguatan keamanan digital.
Perkuat Intelligent Core
Di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi yang terintegrasi, Lintasarta terus memperkuat konsep Intelligent Core melalui empat kapabilitas utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C).Integrasi tersebut dirancang untuk memberikan solusi yang lebih menyeluruh, mulai dari konektivitas dan infrastruktur cloud hingga keamanan siber dan pemanfaatan AI.
Menurut Armand, perkembangan AI ke depan tidak cukup hanya diukur dari kecanggihan teknologinya. Faktor keamanan, relevansi terhadap kebutuhan bisnis, serta kemampuan menghasilkan nilai nyata menjadi semakin penting.“Bagi kami, masa depan AI bukan hanya mengenai seberapa canggih teknologinya, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara aman, relevan, dan memberikan nilai nyata bagi bisnis,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap sovereign AI juga akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap kapabilitas AI yang mampu menjawab kebutuhan bisnis sekaligus menjaga keamanan dan kedaulatan data.
Melalui berbagai program tersebut, Lintasarta berupaya menurunkan hambatan bagi pelanggan yang ingin mulai mengadopsi teknologi baru. Fleksibilitas pemanfaatan cloud dan GPU serta akses LLM dengan harga khusus diharapkan memungkinkan pelanggan menguji berbagai use case sebelum memperluas implementasinya.
Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital tidak harus dilakukan sekaligus dalam skala besar. Pelanggan dapat memulai dari kebutuhan yang paling relevan, menguji manfaatnya, kemudian mengembangkan pemanfaatan teknologi berdasarkan hasil yang diperoleh.Bagi Lintasarta, langkah tersebut sekaligus mempertegas pergeseran peran perusahaan teknologi dari sekadar penyedia infrastruktur ICT menjadi mitra strategis yang membantu pelanggan memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan bisnis.
Komitmen itu melanjutkan perjalanan Lintasarta selama lebih dari tiga dekade dalam mendukung kebutuhan ICT berbagai sektor industri di Indonesia. Seiring perubahan lanskap teknologi, perusahaan terus memperkuat kapabilitas cloud, AI, dan infrastruktur digital guna membantu pelanggan menghadapi kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.














