ItWorks.id- Kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang terintegrasi dan tangguh terus meningkat seiring pesatnya adopsi cloud, artificial intelligence (AI), dan layanan digital di berbagai sektor industri. Kondisi ini mendorong Lintasarta dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) memperkuat kolaborasi untuk mengintegrasikan kapabilitas infrastruktur dan teknologi digital.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam engagement kedua perusahaan pada ajang Batic 2026 di Bali. President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan bertemu dengan Chief Technology Officer MoraRepublic Michael McPhail untuk membahas penguatan sinergi kapabilitas kedua perusahaan guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat fondasi digital nasional.
CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, kolaborasi antarpemain dengan kapabilitas yang saling melengkapi semakin penting di tengah kompleksitas kebutuhan industri terhadap infrastruktur digital. “Lintasarta berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan MoraRepublic untuk mengintegrasikan kekuatan masing-masing dan menghadirkan solusi yang semakin relevan bagi kebutuhan industri,” ujar Armand dilansir dalam rilis pers, baru ini.
Menurut dia, sinergi dalam ekosistem digital dapat menjadi salah satu kunci untuk mempercepat transformasi sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Melalui Lintasarta Intelligent Core, Lintasarta mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yakni connectivity, cloud, cybersecurity, serta collaboration-AI dalam satu ekosistem digital yang mengedepankan prinsip sovereign, integrated, dan seamless.
Pendekatan tersebut memperkuat posisi Lintasarta sebagai Industry Digital Infrastructure Orchestrator, terutama dalam menjawab kebutuhan perusahaan yang semakin kompleks di tengah percepatan pemanfaatan cloud dan AI.
Sementara itu, MoraRepublic membawa kekuatan pada infrastruktur jaringan fiber optik, sistem kabel bawah laut, terrestrial fiber, broadband, hingga data center. Kapabilitas tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur konektivitas yang menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Michael McPhail menilai kolaborasi antarpemain industri diperlukan untuk memperkuat ekosistem digital nasional.“MoraRepublic menyambut baik komitmen Lintasarta untuk memperkuat sinergi dan mengintegrasikan kapabilitas masing-masing. Kami melihat kolaborasi ini dapat membuka peluang untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia,” katanya.
CEO MoraRepublic Timotius Max Sulaiman menambahkan, pembangunan ekosistem digital nasional tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur yang kuat. Kolaborasi antarpemain juga diperlukan agar infrastruktur tersebut mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.“Transformasi digital Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur yang kuat, dibutuhkan kolaborasi antarpemain untuk membangun ekosistem digital yang siap menghadapi kebutuhan masa depan,” ujar Timotius.
Ia menilai kapabilitas Lintasarta dan MoraRepublic memiliki karakter yang saling melengkapi. Sinergi keduanya diharapkan menjadi katalis untuk menghadirkan infrastruktur digital yang semakin terintegrasi dan resilient.Ke depan, kedua perusahaan akan terus mengeksplorasi peluang sinergi dengan mengoptimalkan kekuatan masing-masing, mulai dari infrastruktur konektivitas hingga teknologi cloud, keamanan siber, dan AI.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga mendukung terbentuknya ekosistem digital nasional yang lebih terintegrasi, andal, dan berdaulat.














