ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

AI Dorong Organisasi Lebih Matang Berinvestasi Keamanan TI

Fauzi
9 September 2026 | 11:32
rubrik: Research
Tips Agar Tetap Unggul Dalam Menghadapi Ancaman Berbasis AI Buat Perusahaan

Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

Penelitian terbaru Kaspersky mengungkap sebanyak 41% perusahaan secara global menyatakan bahwa adopsi AI telah mendorong mereka untuk meningkatkan investasi dalam keamanan informasi.

Di seluruh kawasan Asia-Pasifik, berbagai organisasi mengadopsi AI pada tingkat kematangan yang berbeda-beda, dengan tingkat kekhawatiran yang bervariasi terkait kerentanan AI, deepfake, dan penggunaan alat pihak ketiga oleh karyawan.

Meningkatnya ancaman kerentanan AI
Survei yang dilakukan oleh pusat penelitian internal Kaspersky mengungkapkan bahwa 13% perusahaan di seluruh Asia Pasifik mengidentifikasi kerentanan AI sebagai salah satu ancaman keamanan siber utama mereka. Meskipun eksploitasi kerentanan perangkat lunak (20%) dan phishing (19%) tetap menjadi kekhawatiran utama keamanan siber, risiko terkait AI kini muncul sebagai pertimbangan yang semakin genting bagi organisasi di kawasan ini.

Kekhawatiran mengenai kerentanan AI juga bervariasi di seluruh Asia Pasifik. India mencatat proporsi tertinggi organisasi yang mengidentifikasi kerentanan AI (20%), diikuti oleh Malaysia (15%), Thailand dan Vietnam (masing-masing 13%), Indonesia (10%), dan Tiongkok (7%).

Perilaku berisiko yang dilakukan karyawan
Ancaman eksternal bukan satu-satunya alasan organisasi memandang AI sebagai masalah keamanan yang kian berkembang. Bahaya yang sama signifikannya datang dari karyawan yang—sering kali secara massal dan tanpa kendali—menggunakan alat AI pihak ketiga seperti ChatGPT dan DeepSeek untuk tugas pekerjaan; sebuah fenomena yang dikenal sebagai “Shadow AI”.

Survei tersebut menyoroti bahwa 30% responden di seluruh Asia Pasifik mengidentifikasi perilaku ini sebagai faktor risiko yang umum terjadi. India (36%) dan Malaysia (35%) mencatat proporsi tertinggi organisasi yang melaporkan penggunaan alat AI eksternal oleh karyawan, diikuti oleh Vietnam (33%), Tiongkok (31%), Indonesia (24%), dan Thailand (18%). Hasil ini menekankan perlunya pengelolaan dan pengaturan yang cermat terhadap solusi AI eksternal guna memitigasi potensi kebocoran data dan pelanggaran keamanan.

BACA JUGA:  Penjahat Dunia Maya Mengincar Pekerja Jarak Jauh Di Asia Tenggara

Selain itu, banyak organisasi belum sepenuhnya mengendalikan cara karyawan mereka menggunakan alat-alat tersebut. Menurut survei, 60% organisasi di seluruh Asia Pasifik mengizinkan penggunaan alat AI pihak ketiga dengan batasan tertentu—seperti larangan mengunggah nama perusahaan atau dokumen internal—sembari menyediakan pedoman dan pelatihan untuk penggunaannya secara aman. Pendekatan ini diterapkan secara konsisten di beberapa negara, termasuk China (62%), serta India, Malaysia, dan Vietnam (masing-masing 61%).

Rencana pengembangan strategis AI
Laju integrasi AI di berbagai organisasi di Asia Pasifik tetap pesat, terlepas dari risiko yang menyertainya. Sebanyak 85% perusahaan secara aktif mendiskusikan, mengembangkan, menerapkan, atau menguji coba alat AI internal yang didukung oleh Large Language Models (LLM), sementara 10% lainnya telah mengintegrasikan teknologi ini ke dalam alur kerja mereka.

Bagi organisasi yang telah mengadopsi solusi AI internal mereka sendiri, faktor pendorong utamanya adalah peningkatan pengambilan keputusan, efisiensi proses yang lebih baik, dan pengurangan kesalahan manusia (human error). Motivasi-motivasi ini menegaskan komitmen organisasi yang kuat untuk memanfaatkan AI sebagai sarana guna meraih keunggulan kompetitif dan mencapai keunggulan operasional.

“Seiring organisasi secara aktif mengadopsi AI untuk mempercepat proses bisnis dan mengurangi beban kerja rutin, risiko keamanan seperti kerentanan AI dan shadow AI juga meningkat. Strategi perlindungan yang paling efektif adalah memanfaatkan solusi keamanan siber komprehensif seperti Kaspersky Next, yang telah dilengkapi dengan kemampuan AI canggih. Pendekatan ini dapat mengurangi biaya secara signifikan dengan mencegah pelanggaran keamanan dan menyederhanakan manajemen keamanan, serta meningkatkan ketahanan operasional melalui penanganan insiden yang lebih cepat dan pengurangan dampak. Selain itu, pendekatan ini meningkatkan efisiensi tanpa perlu menambah jumlah karyawan dan mengoptimalkan investasi keamanan melalui konsolidasi perangkat,” komentar Vladislav Tushkanov, Group Manager di Kaspersky AI Technology Research Centre, dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA:  Percepat Pengembangan-Penggunaan GenAI, Cloudera Luncurkan Layanan Inferensi AI Didukung NVIDIA NIM Microservices

“Salah satu perubahan paling nyata yang kami amati adalah organisasi kini tidak lagi sekadar bertanya apakah AI memiliki peran dalam bisnis, melainkan mulai menentukan bagaimana AI dapat diadopsi secara bertanggung jawab. Hal ini mencerminkan transisi dalam transformasi digital, di mana keberhasilan tidak lagi diukur dari penerapan teknologi baru semata, melainkan dari kemampuan perusahaan untuk memahami risiko, menetapkan tata kelola yang tepat, dan membangun kepercayaan seiring dengan meluasnya adopsi teknologi tersebut. Bisnis yang mengintegrasikan keamanan siber ke dalam strategi AI mereka sejak awal akan berada pada posisi yang lebih baik untuk berinovasi dengan penuh keyakinan seiring semakin matangnya adopsi AI,” tambah Adrian Hia, Managing Director untuk wilayah Asia Pasifik di Kaspersky.

Tags: AICyber SecurityKasperskyMalware
Previous Post

Meriahkan Harpelnas, IPC TPK Perkuat Ikatan Pelanggan Lewat Customer Rafting

Next Post

Agoda: Bali Masuk Peringkat 3 Asia Destinasi Paling Sering Dikunjungi Ulang di 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jawab Kebutuhan Industri Digital, Telkomsel Siapkan Talenta Berkompetensi AI Lewat IndonesiaNEXT ke-10

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix NOTE 50S 5G+ dan NOTE 50X 5G+ Resmi Meluncur di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Monitor ePaper, Tablet Hingga Triple-display, Ini Jajaran Produk Baru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Predator ES Thunder Pro, e-Scooter Bertenaga untuk Perjalanan Jarak Jauh dan Berbagai Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto