Empat kasus penggunaan terbaik untuk Azure Stack

Seiring perkembangan penggunaan public dan private cloud oleh berbagai organisasi, yang menggunakan masing-masing cloud itu untuk beban kerja tertentu, maka sangat penting agar solusi hybrid cloud ini untuk bekerja bersama-sama dengan lancar.

Berikut statistik terbaru dari RightScale:

50 persen dari tim TI perusahaan mengatakan bahwa hybrid cloud adalah prioritas, dibandingkan dengan sekitar setengahnya untuk public dan private cloud saja.

74 persen perusahaan mengatakan hybrid cloud mendorong pertumbuhan bisnis.

85 persen perusahaan telah mengadopsi strategi hybrid di tahun lalu.

91 persen IT profesional mengatakan hybrid akan tetap menjadi prioritas pada 2023

Dalam lanskap cloud saat ini, hanya satu lingkungan hybrid yang benar-benar konsisten di seluruh public dan private cloud: Microsoft Azure Stack.

Untuk membuat Azure Stack, Microsoft memanfaatkan basis kode, portal, API, dan arsitektur layanan dari public cloud-nya yaitu Azure. Itu berarti kedua platform itu sepenuhnya kompatibel. Kita dapat berbagi aplikasi, data, dan beban kerja di kedua lingkungan, dengan Azure Stack memberi kita kontrol dan keamanan lokal dari private cloud, sementara Azure menawarkan sumber public cloud yang nyaris tanpa batas.

Itu bukan terobosan sepele. Forrester berpendapat Azure Stack akan “memicu lompatan dalam komputasi hybrid cloud” tahun ini, dan Morningstar memperkirakan Azure akan tumbuh lebih dari 30 persen selama dekade berikutnya dengan meraih bagian besar miliaran dolar dari pasar Infrastructure-as-a-service dan Platform-as-a-service.

Berikut adalah empat kasus dimana penggunaan Azure Stack dapat memiliki dampak terbesar.

Pengembangan aplikasi yang konsisten

Karena Azure dan Azure Stack menggunakan basis kode yang hampir sama, pengembang dan staf TI dapat membangun aplikasi cukup sekali dan menerapkannya di on premise atau di public cloud – satu teknologi, satu portal, tidak ada arsitektur ulang. Itu berarti perusahaan dapat dengan mulus menggeser, mendistribusikan, dan memigrasikan beban kerja di public dan private cloud. Dan Azure Resource Manager memungkinkan pengembang untuk membuat template yang dapat digunakan kembali untuk aplikasi di on premise dan cloud, yang membuka jalan untuk implementasi DevOps di lingkungan hybrid, sehingga mengurangi biaya dan waktu ke pasar.

Contoh-contoh di dunia nyata:

Perbankan: satu bank di Selandia Baru dengan basis pelanggan seluler telah memanfaatkan Azure Stack untuk memodernisasi aplikasi dan layanan di seluruh lingkungan hybrid.

Industri: konglomerat Jepang yang ingin memodernisasi aplikasi bisnis-penting telah menggunakan Azure Stack untuk menstandarisasi keahlian pengembangan untuk aplikasi berbasis on premise dan cloud.

Keamanan, kedaulatan data, dan kepatuhan

Azure Stack memungkinkan perusahaan mengembangkan dan menjalankan aplikasi di Azure dan kemudian, jika perlu, menerapkannya di Azure Stack untuk memenuhi persyaratan peraturan. Selain itu, jika kita perlu menyimpan data di negara yang tidak ada pusat data Azure, kitaa dapat menyimpannya di on premise secara aman menggunakan Azure Stack.

Contoh dunia nyata:

Keuangan: lembaga jasa keuangan yang terkemuka di Afrika Selatan telah menggunakan Azure Stack untuk menyebarkan aplikasi secara fleksibel ke cloud dengan tetap memenuhi persyaratan peraturan yang ketat.

Perbankan: satu bank di Denmark telah memanfaatkan Azure Stack untuk menyebarkan dan mengelola platform perdagangan online-nya secara mulus dalam cloud yang sepenuhnya memenuhi syarat.

Sumber daya sesuai permintaan

Azure Stack memungkinkan Anda untuk dengan cepat menyediakan dan menerapkan komputasi, penyimpanan, dan sumber daya lainnya dengan tetap menjaga isolasi data aman di lingkungan on premises. Ini menyediakan keamanan private cloud yang dikombinasikan dengan fleksibilitas public cloud.

Contoh dunia nyata:

Perawatan kesehatan: penyedia layanan kesehatan menggunakan private cloud untuk menyimpan data pribadi tetapi mengalihkan data lainnya yaitu, aplikasi, dan beban kerja ke public cloud untuk fleksibilitas dan kinerja.

Teknologi: tim perangkat lunak yang bekerja dengan data dan aplikasi sensitif menggunakan lingkungan pengembangan dan pengujian yang aman, dengan Azure Stack menyediakan akses ke sumber daya berbasis cloud untuk penskalaan cepat.

Gravitasi data

“Gravitasi data” mengacu pada pemrosesan sejumlah besar data mentah di lingkungan terpencil. Biaya bandwidth membuatnya mahal untuk mengirimkan jenis data “berat” ke public cloud untuk analisis, dan masalah konektivitas mungkin membuatnya menjadi tidak mungkin. Azure Stack memungkinkan Anda untuk menganalisis data dari mana pun asalnya dan kemudian mengirimkan hasil akhir ke public cloud.

Contoh dunia nyata:

Jurnalisme: perusahaan multimedia mengunggah video mentah ke Azure, di mana rekaman itu ditingkatkan dengan AI sebelum ditampilkan di ruang redaksi jarak jauh di Azure Stack.

Industri: produsen pesawat yang menghasilkan terabyte data per jam menggunakan cloud Azure Stack di on premise untuk analisis real time daripada mentransmisikan data ke public cloud.

Sumber: Peak Hybrid: The Top Four Use Cases for Azure Stack

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here